Connect with us

Religi

Berlangsung Meriah, HUT ke-17 Jemaat Anugerah Paslaten Gelar Jalan Sehat Antar Kolom

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Dalam rangka memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jemaat GMIM Anugerah Paslaten ke 17 Tahun, digelar lomba jalan sehat.

Hal itu dikatakan Penatua (Pnt) Oktaviano Makalew selaku ketua panitia perayaan HUT Jemaat GMIM Anugerah Paslaten.

Makalew juga mengatakan, sebelum digelarnya lomba jalan sehat, dilakukan ibadah pembukaan.

“Ibadah pembukaan dipimpin langsung Khadim Ketua BPMJ Anugerah Paslaten Pdt. Nefri Sunarto, STh”. Kata Pnt Oktaviano Makalew. (25/3) 2024.

Makalew juga mengungkapkan, peserta pada lomba jalan sehat tersebut diikuti dari kolom 1 sampai kolom 12.

” Acara berlangsung sangat meriah dengan mengusung Tema “Bangkit Karena Anugerah Terbesar” diikuti dari Kolom 1 sampai kolom 12,” tutur Oktavianus Makalew yang dikenal sangat aktif dalam berorganisasi.

Turut hadir dalam ibadah pembukaan. Denny Mangundap selaku Camat Tomohon Timur.

Print Friendly, PDF & Email

Kultur

Ekspresi Iman Hari Pengucapan Syukur, Ruang Gereja GMIM Koinonia Ranomea Penuh Hasil Tani

Published

on

Dekorasi ruang gereja Jemaat GMIM Koinonia Ranomea dalam rangka hari pengucapan syukur.

Amurang, inforakyatnews.com – Dua pohon musa sinensis (pisang raja) berdiri di depan pintu gerbang gedung gereja, lengkap dengan tandan buahnya.

Di dalam ruang gereja, berdiri juga 4 pohon lainnya. Dua pohon berdiri di sisi kanan dan kiri. Dua pohon lainnya terpampang berdiri di area mimbar, seolah mendampingi dan membuat teduh Sang Penyampai Injil Kristus (Pendeta, -red).

Di depan mimbar, 3 daun livistona chinensis (woka) terbuka lebar. Berdiri tiga sisi. Di sisi tengah, berbagai macam hasil bumi diletakan. Kelapa, pepaya, ubi, jagung, hingga cengkih dan lainnya, menjadi simbol kolekta, sebagai syukur atas berkat dan rahmat Allah di tanah jemaat. Dua woka di sisi kiri dan kanan, menempel di belakang kotak kayu, tempat jemaat membawah sedekah.

Pemandangan ruang gereja itu menambah esensi hari pengucapan syukur yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu 14 Juli 2024.

Diketahui, dekorasi ruang gereja dalam rangka hari pengucapan syukur ini merupakan hasil kreativitas pemuda dan remaja jemaat GMIM Koinonia Ranomea itu sendiri.

Ketua Komisi Pemuda GMIM Koinonia Ranomea, Penatua Parte Polii kepada media ini mengatakan, dekorasi tersebut dalam rangka memaknai hari pengucapan syukur.

Parte bilang, maksud dari wujud itu ialah menampilkan bahwa gereja yang mengucap syukur atas setiap pemeliharaan Tuhan dan setiap berkat Tuhan yang diberi kepada kita melalui setiap pekerjaaan jemaat yang ada.

“Hasil pekerjaan itu torang bawa di gereja untuk dipersembahkan kepada Tuhan, dan untuk dekorasi itu torang ambe dari hasil-hasil yang Tuhan kase dari torang pe usaha,” ujar Penatua Pemuda GMIM Koinonia Ranomea yang juga sebagai Ketua Pemuda Wilayah Amurang III itu.

Seperti diketahui, hari pengucapan syukur merupakan tradisi orang-orang Minahasa yang diwarisi turun-temurun dari masa lampau.

Tradisi itu merupakan wujud ekspresi iman kepada Sang Khalik, Sang pemilik sumber kehidupan atas berkat dan anugerahnya. Tradisi ini kemudian bertransformasi mengikuti konteks zaman.

Dr Ivan Kaunang SS MHum menjelaskan, hari pengucapan syukur diadopsi dari tradisi Rumages yang kemudian mengalami trasformasi di kemudian hari, terutama ketika kekristenan masuk ke tanah Minahasa.

“Pengucapan syukur itu bertrasformasi dari tradisi tua Minahasa, dan menjadi lebih kental ketika Kristen masuk. Dari perspektif kebudayaan, tradisi itu memang mengikuti perkembangan zaman. Beda generasi, beda juga wujud ekspresinya,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi yang juga adalah Ketua Kearsipan Sinode GMIM itu.

Kaunang menilai, dalam proses bertrasformasi ini, ada sesuatu yang hilang dari perayaan pengucapan syukur itu.

“Budaya leluri atau tutur itu terputus sehingga makna sesungguhnya dari pengucapan syukur banyak yang tidak dipahami oleh generasi kemudian. Persoalan lain, karena terjadi interaksi, pemerintah mulai ambil alih perayaan ini. Dahulu itu dilaksanakan sesuai musim panen tapi sekarang, itu tinggal diatur pemerintah dengan gereja,” ujar Kaunang.

Di sisi lain, Dosen Sosiologi Agama di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado Dr. Denni Pinontoan MTh, beberapa waktu lalu menjelaskan, Pengucapan Syukur adalah tradisi kultural keagamaan Minahasa. Ia mengatakan, itu adalah cara orang-orang Minahasa secara kultural menyatakan syukurnya kepada Yang Ilahi.

“Kalau dahulu terutama berkaitan dengan panen padi atau hasil pertanian lainnya. Sekarang tentu sudah meluas yaitu sebagai syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan dalam banyak hal,” ujar Denni Pinontoan.

Kemudian, lanjutnya, sebagai tradisi kultural keagamaan maka yang merayakannya siapa saja orang di tanah Minahasa. Dengan demikian, perayaannya tidak harus eksklusif satu gereja saja tapi semua orang di Tanah Minahasa yang masih menjalani tradisi itu.

“Perayaan pangucapan syukur juga merupakan tradisi kultural keagamaan sebagai wadah memperkuat hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan solidaritas dengan saling baku pesiar antara orang-orang dari satu tempat ke tempat yang lain,” terangnya.

Sementara itu, Budayawan asal Sonder, Fredy Wowor beberapa waktu lalu menegaskan, tradisi pengucapan syukur sebenarnya terkait dengan cara berpikir tou (orang) Minahasa.

“Aktivitas itu bagi tou Minahasa merupakan siklus hidup. Di siklus ini ada fase menanam benih, memelihara sampai panen. Disaat panen, mereka mengucap syukur, sekaligus sebagai fase awal untuk menanam yang baru. Ketika ada interaksi dengan Barat, kalau dalam konteks Sonder, di masa itu penginjil Graafland mulai mentransformasikan tradisi rumages ke tradisi Kristen, 1800-an akhir. Ketika sudah ada gereja, mereka mulai mengarahkan umat membawa persembahan syukur itu ke gereja,” papar akademisi Fakultas Ilmu Budaya Unsrat itu.

Ia juga menjelaskan, tradisi pengucapan syukur sangat berhubungan dengan tarian Maengket.

“Di saat pengucapan syukur, ada usaha pagelaran seni budaya seperti Maengket. Pengucapan syukur memang identik dengan ekspresi bahwa mereka diberkati, sebagai wujud syukur kepada Tuhan, karena itu mereka mewujudkan pemberian yang terbaik bagi Tuhan. Ini sebenarnya mau menjelaskan bagaimana tou Minahasa sejak zaman dulu, sangat menyatu dengan alam dan menyatu dengan Tuhan,” tandasnya. (jud)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Syukur HUT Ke-143 GMIM Sion Noongan, Bupati Kumendong Resmikan Pastori 3

Published

on

HUT Ke-143 GMIM Sion Noongan

MINAHASA,inforakyatnews.com– Penjabat Bupati (Pj) Minahasa Pnt. Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun Ke- 143 Jemaat GMIM Sion Noongan yang dirangkaikan dengan Peresmian Pastori 3, Bertempat di Gereja GMIM Sion Noongan, Kecamatan Langowan Barat, Rabu (19/6/2024).

Kedatangan Bupati Kumendong bersama dengan jajaran pejabat yang hadir disambut oleh Mantan Sekertaris Daerah Kabupaten Minahasa Yan Soriton, Ketua BPMJ GMIM Sion Noongan Pdt. Jein Aray-Mangundap M. Th, didampingi Pendeta Pelayanan Pdt Yully Lumi-Salmon. M.Th, Pdt Kessy Sanger-Kindangen M. Th, Pdt. Jacklien- Tumembow-Mandang S. Th, dan Guru Agama Stien Wungkana-Paat, serta Ketua Panitia HUT Diaken Lucki Langi SE bersama Sekertaris Pnt. Vecky Soriton.AMa.Tm.

Adapun dalam Ibadah Syukur HUT Ke-143 Jemaat GMIM Sion Noongan ini dipimpin oleh Sekertaris Sinode GMIM Pdt. Christian Luwuk, M.Th. yang mengambil bacaan Alkitab perjanjian Lama dalam kitab
Ulangan 6:1-9, dengan Tema Pembacaan Alkitab Kasih Kepada Allah Adalah Perintah yang Terutama.

Pada kesempatan ini, Bupati Kumendong mengucapkan apresiasinya kepada Jemaat GMIM Sion yang telah bersama-sama meresmikan Pastori 3 dan kami mengucapkan selamat kepada Jemaat GMIM Sion Noongan yang boleh merayakan dan bersyukur di hari ulang tahun ke-143.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa, Saya Bupati Minahasa, Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si, bersama keluarga, Saya mengucapkan selamat hari ulang tahun Ke-143 Jemaat GMIM Sion Noongan,” ucap Bupati.

“Saya yakin dan Saya percaya saat ini Sion Noongan telah menghadirkan kader-kader GMIM yang berpengaruh bagi jemaat GMIM yang ada, ” Ujar Kumendong.

Lebih lanjut Kumendong mengajak kepada, “Jemaat untuk bersama-sama menghindari berita-berita Hoax dalam menyambut Pilkada. Dan Mari kita menjaga stabilitas keamanan yang ada di Minahasa, “pungkasnya sembari mengingat kan mari torang giat menanam dan mengolah lahan tidur yang ada agar supaya dapat meningkatkan perekonomian.

Turut hadir pula dalam ibadah ini Mantan Wakil Bupati Minahasa Robby Dondokambey dan istri, Staf Ahli Wenny Talumewo M. Si, Kepala Bapenda Jeffry Tangkulung, SH, Kepala dinas Kelautan Perikanan Ir Lendy Aruperes, Kepala Dinas Sosial dr Maya Maringka, Camat Langowan Barat Sisca Maseo, Kepala Bagian Humpro Setdakab Minahasa, Ricky Laloan, Kabag PBJ, Meldy Lumintang, beberapa anggota DPRD Minahasa Terpilih, dan Hukum Tua Noongan Raya, serta Jemaat GMIM Sion.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Hadiri Ibadah Syukur HUT ke-118 Jemaat GMIM Kalvari Pineleng, Bupati Kumendong Dampingi Wagub Kandouw

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Pnt. Drs. Steven O.K. Kandouw, bersama Pj. Bupati Minahasa, Pnt. Dr. Jemmy S. Kumendong, M.Si, menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-118 Jemaat GMIM Kalvari Pineleng Wilayah Pineleng. Bertempat di Gedung Gereja GMIM Kalvari, Minggu (9/6/24).

Ibadah ini dipimpin oleh Khadim Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama BPMS GMIM, Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th.

Dalam ibadah yang berlangsung khidmat ini, seluruh hadirin diajak untuk merenungkan makna syukur dan terus menjaga semangat kebersamaan serta pelayanan di tengah masyarakat. Pdt. Dr. Adolf Wenas, M.Th, dalam khotbahnya, menekankan pentingnya misi dan kerjasama antar jemaat untuk mencapai tujuan bersama dalam kasih Kristus.

Acara ini tidak hanya menjadi momentum perayaan ulang tahun jemaat, tetapi juga sebagai wujud nyata kebersamaan dan komitmen antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah melalui nilai-nilai keimanan dan pelayanan.

Saat didampingi Bupati Kumendong, dalam penyampaiannya Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Pnt. Drs. Steven O.K. Kandouw, mengucapkan apresiasi dan kebanggaannya atas perjalanan panjang serta kontribusi Jemaat GMIM Kalvari Pineleng dalam mendukung pembangunan spiritual dan sosial di wilayah Sulawesi Utara.

Diketahui dalam Ibadah syukur ini juga dihadiri oleh jajaran Eselon II Pemprov Sulut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Camat Pineleng, Sekcam Pineleng, dan Hukum Tua Pineleng Raya. Selain itu, turut hadir Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Pineleng, Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), para pendeta dan pelayan khusus (Pelsus), serta seluruh jemaat GMIM Kalvari Pineleng. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending