Connect with us

Hukrim

Polres Manggarai Tangkap 2 Pencuri Sepeda Motor

Published

on

Penangkapan dua orang pelaku pencurian sepeda motor.

Inforakyatnews.com, Manggarai – Unit Jatanras Satuan Reskrim Polres Manggarai, NTT, dibantu Kapolpos Langke Rembong, menangkap dan mengamankan dua orang pelaku pencurian sepeda motor, Jumat (15/3) kemarin.

Dua pelaku yang diamankan itu masing-masing FN (18), asal Nampong, Desa Umung, Kecamatan Satar Mese dan YSG (18), asal Marabola, Desa Lagurlai, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur.

Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa kepada IRN, Sabtu (16/3) mengatakan, kedua pelaku ditangkap di Tenda, Kecamatan Langke Rembong.

Dijelaskan, kasus pencurian ini terjadi Minggu (3/3/24), sekitar pukul 03.00 wita. Motor Supra Fit, warna hitam milik korban Agustinus Adur (23), seorang mahasiswa asal Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, dicuri kedua pelaku dari samping rumah korban.

“Pada hari minggu (3/3) pukul 06.00 wita, korban melaporkan kejadian tersebut setelah mengetahui sepeda motornya hilang dari tempat parkir,” kata Made.

Usai mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua pelaku di Tenda. Kepada polisi, keduanya mengaku masuk ke samping rumah korban, mengambil sepeda motor, dan merusak kabel kontak dengan gunting. Setelah berhasil, mereka meninggalkan tempat kejadian.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (Adi N)

Print Friendly, PDF & Email

Daerah

Jadi Program Warga Binaan, Kumendong Hadiri Peresmian SAE di Lapas Kelas IIB Tondano

Published

on

Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong Hadiri Peresmian SAE di Lapas Kelas IIB Tondano.

TONDANO, inforakyatnews.com. – Penjabat (Pj.) Bupati Minahasa Jemmy Stani Kemendong, menghadiri Peresmian, Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, yang diresmikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara Ronald Lumbuun, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, Kamis (11/4/2024).

Acara peresmian ini diwarnai dengan kegiatan penebaran benih ikan mujair di bioflog yang bertujuan untuk mendukung program pembinaan kemandirian narapidana. Dengan adanya SAE, narapidana yang memenuhi syarat administratif dan substantif akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat, bakat, dan keahliannya dalam berbagai program pembinaan di lapas.

Selain itu, program pemberian hasil atau premi dari kegiatan yang dihasilkan oleh narapidana melalui SAE juga menjadi salah satu upaya untuk memberikan motivasi bagi Warga Binaan dalam mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Diharapkan melalui Sarana Asimilasi dan Edukasi ini akan menjadi tonggak baru dalam upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial narapidana di Lapas Tondano, serta meningkatkan kontribusi mereka dalam pembangunan masyarakat setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini, jajaran pejabat Pemkab Minahasa dan Kepala Lapas Kelas IIB Tondano Yulius Patah, bersama jajaran yang ada. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Usai Apel Siaga, Lapas Kelas IIB Tondano Bersama APH Gelar Sidak Di Kamar Tahanan

Published

on

Lapas Kelas IIB Tondano Bersama APH Gelar Sidak Di Kamar Tahanan.

MINAHASA, inforakyatnews.com -Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara mengelar Apel Siaga bersama Aparat Penegak Hukum (APH) , yang terdiri dari TNI, Polri, BNNP, SATOPSPATNAL kantor wilayah kemenkumham sulut dan buka puasa bersama Jelang idulfitri 1445 H, Bertempat di Ruang Lapas Kelas IIB Tondano, Jumat (5/4/24)

Dalam Apel siaga yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan, Bimbingan dan Teknologi Informasi, Moh. Ilham Agung Setyawan mengatakan kegiatan ini dalam rangka apel siaga ini yang diinisiasi Lapas Tondano.

“Apel ini dilaksanakan serentak. Dalam rangkaian hari bakti kemasyarakatan ke 60. Adapun
tujuannya untuk menciptakan keamanan, dimana ada tiga kegiatan yang akan dilakukan usai apel ini diantaranya
Deteksi dini, Berantas Narkoba, Sinergitas, “Kata Ilham.

Lebih lanjut disampaikannya, setelah kegiatan ini nantinya akan diambil sampel tes urine kepada tahanan lapas kelas IIB Tondano kepada sebanyak 20 orang.

“Hal ini dilakukan untuk Penanganan keamanan tidak bisa oleh lapas sendiri tapi secara sinergistas. Namun dengan sinergitas yang baik kita bisa menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks, jadi kita harus siap, bersama TNI, Polri, BNNP, dan atas nama kantor wilayah menyampaikan terima kasih atas kehadirannya dan kerjasama yang baik. “Ucapnya.

Diketahui dalam sidak usai apel siaga ini didapati hasil didalam kamar tahanan yang didapat ada sendok Steinleis dan pisau dari korek api, paku dan kabel serat tali, yang jika dilihat barang semua ini terlihat biasa namun berpotensi buruk jika dibiarkan dalam kamar tahanan.

“Ilham menjelaskan juga bahwa sidak ini sering dilakukan 8 sampai 10 kali dalam sebulan. Dan sidak kali ini bersama APH merupakan momen dihari bakti kemasyarakatan ke 60,” tuturnya

Sementara itu Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Paath mengatakan terkait sidak yang dilakukan dan melalui temuan ini, dalam kamar tahanan masih barang-barang kategori ringan.

“Melalui hasil temuan ini meski barang-barang dianggap kecil, namun bisa menyebabkan hal negatif, dan yang bahaya adalah minum keras dan narkoba yakni obat obatan, dan kami juga melarang mengunakan alat elektronik dalam kamar tahanan. Tiap malam juga petugas jaga melakukan rendom pemeriksaan dikamar tahanan, “ujar Paath menambahkan.

Dalam sidak ini, sesuai hasil sampel yang diambil BNN kepada 20 tahanan lapas untuk pemeriksaaan tes urine narkoba dinyatakan nihil dari pengunaan narkoba. Hasil ini sangat baik dikarenakan sistem penjagaan di lapas kelas IIB Tondano sangat baik melalui deteksi dini menghasilkan hal positif dalam kamar tahanan di lapas Tondano. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Narapidana Khusus Narkotika Lapas Tondano, Diberi Rehabilitasi Sosial

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Lembaga Pemasyarakatan Tondano melaksanakan Kegiatan Rehabilitasi Sosial Bagi Narapidana Khusus Narkotika yang bekerja sama dengan BNN Provinsi Sulawesi Utara dan Yayasan Meiva Ervina Warroka.

Kegiatan ini adalah bagian dari upaya pembinaan dan perawatan kesehatan yang bertujuan untuk memulihkan dan reintegrasi narapidana ke dalam masyarakat.

Pelaksanaan Rehabilitasi Sosial Bagi Narapidana Khusus Narkotika pada Lapas Tondano dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Utara, Ronald Lumbuun, melalui Plh. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Utara, John Batara. Di Tondano, Selasa 26 Maret 2024.

Dalam sambutannya, Plh Kakanwil Kemenkumham Sulut, John Batara menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo yang mengajak semua rakyat dan komponen bangsa untuk bersatu dalam melawan penggunaan narkoba dan memberikan dukungan sepenuhnya untuk usaha pembebasan generasi muda dari ancaman tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kalapas Tondano, Yulius Paath bersama Ketua Yayasan Meiva Ervina Warroka menandatangani Perjanjian Kerja Sama Program Rehabilitasi Sosial Bagi Narapidana Khusus Narkotika pada Lapas Tondano yang disaksikan oleh Plh Kakanwil Kemenkumham Sulut, John Batara bersama perwakilan BNN Provinsi Sulawesi Utara, Psikolog Vera Rahayu.

Kepala Lapas Kelas IIB Tondano, Yulius Paath, dengan tegas menegaskan betapa pentingnya proses rehabilitasi sosial bagi narapidana narkotika guna memastikan mereka bisa secara efektif berintegrasi kembali ke dalam masyarakat setelah mereka menyelesaikan masa tahanan mereka. Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya tentang hukuman, tetapi juga tentang memberikan dukungan dan bimbingan agar narapidana dapat memperbaiki diri dan meresapi pentingnya hidup yang bebas dari kecanduan. Dengan pendekatan ini, ia yakin bahwa narapidana dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Rehabilitasi Sosial Narapidana Khusus Narkoba merupakan langkah penting dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Diharapkan melalui kegiatan ini, narapidana akan mendapatkan dukungan dan pembinaan yang cukup untuk merubah perilaku negatif mereka menjadi lebih baik sehingga dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan Aris Munandar, para Pejabat Administrasi Kanwil Kemenkumham Sulut, Pegawai Lapas Tondano dan para WBP peserta rehabilitasi. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan dan diikuti oleh 36 narapidana narkotika Lapas Tondano.(*HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending