Connect with us

Breaking News

Komitmen Pemkot Tomohon, Bergilir Ratusan Masyarakat Lansia Terima Manfaat

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Pemerintah Kota Tomohon melalui visi dan misi dari Walikota Caroll Senduk untuk kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat lanjut usia (Lansia) terus berlanjut.

Hal itu dapat dilihat dengan disalurkannya bantuan sosial atau insentif untuk lansia untuk bulan Januari dan Februari sebesar Rp 500.000 per bulan.

Penyerahan insentif tersebut diserahkan langsung Walikota Tomohon Caroll J A Senduk SH bersama Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan juga sebagai Ketua TP PKK Kota Tomohon ibu drg Jeand’arc Senduk Karundeng. Senin (12/2/2024).

Walikota Menyerahkan Bansos Lansia di Kelurahan Kamasi satu, Kolongan satu, Kumelembuai, Rurukan dan Rurukan satu. Sedangkan untuk Kelurahan Talete dua, Talete satu, Paslaten satu, Paslaten dua, Woloan satu, Woloan satu utara, Kamasi dan Kolongan, diserahkan Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan.

Usai menyerahkan Walikota Caroll Senduk berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat dan digunkan sebaik mungkin.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, semoga bermanfaat dan dapat meringankan akan kebutuhan para lansia.” tutu Caroll Senduk.

Kesempatan tersebut Walikota mengajak masyarakat untuk turut mensukseskan agenda pemerintah pusat yakni pemilihan umum 14 Februari nanti.

“Mari sukseskan pehelatan Pemilihan Umum tahun 2024, serta ikut menopang akan berbagai program Pemerintah Kota Tomohon untuk kemajuan bersama.” ujar Walikota.

Bersamaan, Ketua TP PKK Kota Tomohon berharap para lansia ikut berperan dalam upaya memajukan Kota Tomohon didalamnya ikut mendoakan pemerintahan yang ada.

“Mengajak pula para lansia untuk terus menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. Lingkungan kita bersih, pasti kita sehat.” ajak Ketua TP PKK Kota Tomohon Jeand’arc Senduk Karundeng.

Berikut jumlah penerima. Kelurahan Kamasi satu 30 penerima, Woloan satu 80 penerima, Kolongan satu 40 penerima, Talete dua 48 penerima, Talete satu 80 penerima, Paslaten satu 68 penerima, Paslaten dua 120 penerima, Kumelembuai 70 penerima, Rurukan satu 78 penerima, Rurukan 100 penerima, Woloan satu utara 53 penerima, Kamasi 68 penerima, dan Kelurahan Kolongan 90 penerima.

Ikut mendampingi saat penyerahan unsur jajaran Dinas Sosial, Kecamatan dan Kelurahan. (wan/***)

Print Friendly, PDF & Email

Breaking News

Ketika Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas Representasikan Kristen-Kultural di PKPG 2024

Published

on

Tenda Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas di Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) 2024, berhasil raih juara 1.

Minahasa Utara, inforakyatnews.com – Tenda karya Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bethesda Tumaratas meraih juara 1 seri A dalam lomba tenda kreasi Perkemahan Karya Pemuda Gereja (PKPG) se-Sinode GMIM tahun 2024.

Pelaksanaan PKPG 2024 yang berlangsung selama 5 hari, yakni 1-5 Juli 2024, dilaksanakan di Wilayah Dimalak. Tepatnya di Desa Laikit, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Penatua Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas, Thea Wonte mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.

“Tentunya bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan anugerah-Nya. Pencapaian ini berkat dari Tuhan serta pemberian diri dari teman teman pemuda beserta BPMJ (Badan Pekerja Majelis Jemaat), Pendeta, Guru Agama, Pelsus dan Jemaat GMIM Bethesda Tumaratas,” ungkap Pena Thea, sapaan akrab Thea Wonte.

Ia berharap, kedepannya kegiatan lomba tenda seperti ini dalam kegiatan PKPG dapat terus dilaksanakan untuk membangun minat dan bakat para Pemuda GMIM.

“Harapannya kegiatan lomba tenda seperti ini dapat terus mengalami peningkatan untuk menjadi sarana teman-teman pemuda GMIM. Meningkatkan dan mengembangkan minat serta bakat yang ada, terlebih khusus di kegiatan lomba tenda,” kata Ketua Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas itu.

Untuk konsep burung Manguni dari tenda itu, Wonte mengatakan diangkat dari logo GMIM. Dia bilang, konsepnya disusun bersama teman-teman pemuda.

Wujud tenda Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas saat malam hari.

Sementara itu, Tio Kaat, salah satu penggagas konsep tenda itu mengatakan, selama ini gereja belum melakukan sosialisasi secara mendalam mengenai; Mengapa manguni menjadi logo GMIM?

Menurutnya, dengan konsep tenda ini, Pemuda Pemuda Gmim Bethesda Tumaratas sudah melakukan sosialisasi secara narasi dan visualisasi melalui karya seni arsitektur hibrid tradisional-moderen.

“Seandainya, Yesus Kristus lahir dalam kultur Minahasa, so pasti manguni jadi manifestasi Roh Kudus. Karena kemahahadiran Tuhan tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu,” ujar Pemuda lulusan Pascasarjana Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, jurusan Sosiologi-Agama itu.

Ia menjelaskan, pertemuan antara kekristenan dan budaya Minahasa adalah satu kepastian historis.

GMIM yang berdiri pada tahun 1934 merupakan gereja ber-identitas Kristen-Minahasa melalui penggunaan logo Manguni.

Penggunaan simbol Manguni dalam logo GMIM merepresentasikan iman orang Minahasa yang secara total telah menerima kekristenan sebagai Injil yang menyelamatkan.

“Jadi, baik kekristenan dan budaya Minahasa sama-sama mengalami penyatuan secara harmonis,” terang penulis muda itu.

Selanjutnya, penulis buku“Manguni Simbol Pembebasan : Folklore Dalam Konstruksi Sosial Emansipasi Intelektual-Spiritual di Minahasa” itu lebih lanjut menegaskan bahwa, Manguni bukan burung hantu!

Ia mengatakan, Manguni adalah simbol pengetahuan sakral orang Minahasa. Manguni dijadikan simbol identitas Minahasa karena dipercayai menjadi medium antara bumi dan langit. Ia adalah simbol dewan Minahasa (Minahasa Raad). Hampir-hampir tidak ada hewan yang memiliki kebijaksanaan seperti Manguni dalam memahami perubahan iklim.

Menurutnya, penyebutan burung hantu terhadap Manguni adalah proyek imperialisme bahasa dari Eropa untuk menjadikan identitas Minahasa tunduk pada stigma alifuru.

“Manguni dijadikan logo GMIM karena Minahasa telah total menerima kekristenan. Setiap simbol di dalam logo GMIM sarat akan pengetahuan Minahasa-Kristen,” tutupnya.

Tampak dari atas, tenda Pemuda GMIM Bethesda Tumaratas membentuk logo organisasi Pemuda GMIM.

Selain itu, Rafelino Kelung sebagai arsitektur dari tenda tersebut menjelaskan, penerapan konsep Metafora ini diwujudkan dengan memetaforakan objek yang bersumber dari logo Pemuda GMIM(2D) dan Logo GMIM(3D).

Tampak depan. Desain tenda membentuk burung manguni yang merupakan simbol dari GMIM.

“Untuk Objek utama pada Fasad bangunan adalah bentuk burung manguni, sebagai identitas lokal Minahasa,” tulis pemuda sarjana arsitektur itu di media sosialnya. (*/red)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

ADVERTORIAL

Minahasa Masuk 3 Terbaik Se-Sulawesi dan Nominasi 17 Kabupaten/Kota Se-Indonesia, Bupati Minahasa Diundang Hadir Langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Negara

Published

on

Bupati Minahasa Dr Jimmy Stani Kumendong M.Si Diundang Hadir Langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Negara.

MINAHASA – Penjabat Bupati Minahasa, DR Jemmy Stani Kumendong MSi, hari ini diundang oleh Presiden RI Joko Widodo melalui Kementerian Dalam Negeri dibawah pimpinan Mendagri Tito Karnavian untuk hadir langsung di Istana Negara dalam Rapat Koordinasi Nasional Inflasi. Jumat (14/6/24).

Presiden RI Joko Widodo.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa dinilai sukses menjaga stabilitas dan menjalankan roda pemerintahan di daerah dengan menekan inflasi yang terus menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat.

Diketahui bahwa Pemkab Minahasa masuk dalam 17 kabupaten/kota se-Indonesia yang masuk nominasi penerima penghargaan.

Atas hasil tersebut Penjabat Bupati Minahasa bersama seluruh Gubernur terundang hadir langsung di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.

Ini merupakan tindak lanjut dari telegram Menteri Dalam Negeri, Nomor Surat 500.2.3/4062/Bangda tertanggal 11 Juni 2024 yang ditandatangani oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Selaku Ketua Pokja Daerah Ir. Restuardy Daud, M.Sc.

Hal ini jelas membuktikan sebuah prestasi yang membanggakan bagi Pemkab Minahasa beserta seluruh masyarakat. Bupati Kumendong mengungkapkan hal ini patut disyukuri atas kerja keras semua pihak baik dari jajaran Forkopimda dan jajaran Pemkab Minahasa, diantaranya Sekda Lynda Watania, para Asisten dan Kepala Dinas/Badan hingga staf.

“Patut disyukuri dan tentunya apresiasi bagi Forkopimda, jajaran Pemkab dan seluruh masyarakat Minahasa, sehingga apa yang menjadi ikhtiar bersama mampu kita laksanakan dengan komitmen yang kuat dan penuh tanggungjawab, ” Ungkap Bupati Kumendong.

Minahasa dinyatakan masuk dalam 3 terbaik Region se- Sulawesi dan nominasi 17 kabupaten/kota se Indonesia. Sehingga hari ini bisa terundang langsung menghadiri Rakornas di Istana yang dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi dan Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah Menteri serta para Gubernur se Indonesia,” Ujar Bupati Kumendong.

Pada kesempatan ini Bupati Kumendong turut didampingi oleh Kabag Prokopim, Ricky Laloan, SH dan Staf khusus Bidang Komunikasi Publik, Rolf Lumintang, S Sos.

Rakornas inflasi ini dipimpin langsung oleh presiden Joko Widodo di istana Negara didampingi oleh Menko Perekonomian selaku ketua TPIP, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Mendagri, para Gubernur, Bupati/Walikota yang masuk nominasi dan pejabat terkait.

Rakornas ini mengambil Tema Pengamanan Produksi dan Peningkatan Efisiensi Rantai Pasok untuk Mendukung Stabilitas Harga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong kepala daerah dan TPID dalam mensinergikan kebijakan stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional dengan kebijakan pemulihan ekonomi di daerah serta menghasilkan kebijakan pengendalian inflasi daerah yang akan menjadi bahan masukan untuk kebijakan pengendalian secara nasional.(ADVETORIAL)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Breaking News

Kapolri Listyo Diberi Gelar Adat-Pusaka oleh Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan

Published

on

MAKASSAR, inforakyatnews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dianugerahi gelar Raja atau Karaeng dan Pusaka Supakala dari Dewan Adat dan Kerajaan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Penghargaan diberikan berbarengan dengan kegiatan pembukaan Rakernis Baharkam Polri, di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulsel, Rabu (5/6/2024).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penghargaan pertama yang diberikan kepada Kapolri yakni gelar I Mannaungi Daeng Parani dari dewan adat Kerajaan Gowa. Gelar ini mempunyai arti pemimpin yang senantiasa mengayomi dan melindungi masyarakat serta pemberani dalam melaksanakan tugas.

“Gelar untuk Kapolri ini sebagai tanda pengakuan menjadi keluarga besar Kerajaan Gowa dan Masyarakat Adat Gowa. Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Sungguminasa pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Raja Gowa ke-38,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/6/2024).

Penghargaan kedua datang dari Dewan Adat Saoraja Kabupaten Bone. Berdasarkan surat keputusan nomor 1.024/l.a Bone menganugerahkan gelar nama Bugis yaitu La Pateddungi Daeng Pasampo kepada Kapolri, yang artinya seorang pemimpin yang arif dan melindungi Bangsa dan Negara.

“Hal ini tertuang dalam sertifikat ditetapkan di Watampone pada tanggal 5 Juni 2024 oleh Ketua Adat Saoraja Kabupaten Bone,” ujarnya.

Selain itu, Kapolri juga diberikan pin emas, sertifikat dan pusaka Luwu yang berjenis sapukala dengan nama La Sumange’ Getteng yang artinya semangat yang tegas, konsisten, tidak ragu dan bimbang dalam menegakkan keadilan dan kebenaran.

Pemberian pusaka ini diiringi doa untuk Kapolri semoga dipanjangkan umurnya dan diberikan kelimpahan berkah kesehatan dan kesejahteraan agar bisa menjadi suri tauladan bangsa.

“Hal ini tertuang dalam sertifikat yang ditetapkan di Palopo 5 Juni 2024 oleh Datu Luwu ke-40 Yang Mulia H La Maradang Mackulau, S.H., M.kn Opu To bau,” katanya.

Trunoyudo menuturkan, pemberian gelar dan pusaka kepada Kapolri adalah wujud kecintaan masyarakat terhadap institusi Polri. Hal ini juga menjadi penyemangat institusi Polri agar tetap bekerja melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

Prosesi penyerahan gelar ditandai dengan pembacaan narasi oleh MC, pembacaan SK penganugerahan gelar kebangsawanan, serta pemberian gelar kebangsawanan dan simbolik kerajaan kepada Kapolri. Acara ini ditutup dengan foto bersama dan penyerahan penghargaan dari Kapolri kepada kepala daerah, diikuti dengan foto bersama penerima penghargaan.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat utama Mabes Polri, Kapolda dari berbagai daerah, Forkopimda Provinsi Sulsel, rektor universitas se-Sulsel, serta tokoh adat dan masyarakat yang turut menyaksikan momen bersejarah ini. (wan/**)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending