Connect with us

Headline

Launching Cashless, Cara Mudah Bertransaksi di Pasar Beriman Wilken

Published

on

InfoRakyatNews.com, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon melaunching Cashless atau pembayaran non tunai di Pasar Beriman Wilken Kota Tomohon, Kamis (01/07/2021)
Walikota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk, SH saat melaunching Cashless mengatakan hal ini melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Pulau nomor 3 tahun 2021, tentang percepatan dan perluasan digitalisasi daerah yang bertujuan mendorong implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) dan surat edaran menteri tentang implementasi transaksi non tunai Pemerintah Kabupaten/Kota.
Hal itu juga terkait dengan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sangat berkembang dengan cepat apalagi di era industri 4.0 ini.
Launching Cashless ini ditandai dengan bar scanning, Walikota Caroll Senduk saat melaunching Cashless tersebut juga turut terima kasih dan mengapresiasi kepada Bank Indonesia, Bank BNI dan PD Pasar Tomohon yang telah berkenan melakukan terobosan penting dalam pemulihan ekonomi melalui elektronifikasi transaksi keuangan di pasar beriman Kota Tomohon.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini akan memberikan spirit bagi tumbuhnya motivasi masyarakat untuk memanfaatkan lembaga keuangan perbankan melalui transaksi cashless,” ujar Walikota
Menurutnya, launching cashless ini memiliki makna yang sangat penting dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Tomohon dengan diberlakukannya transaksi non tunai bagi dunia usaha sehingga memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran dan pemerintah yang dapat meningkatkan akuntabilitas dan transaksi pengelolaan keuangan daerah.
“Dengan hadirnya cashless qris ini merupakan perwujudan ekosistem digital dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19, dan dengan penggunaan qris yang luas akan membantu mendukung perluasan jaringan usaha pedagang,” ucap Senduk
Lanjutnya, transaksi non tunai tanpa kartu sangat meminimalisir sentuhan atau kontak langsung dengan media lain dalam melakukan berbagai transaksi, sehingga dapat meminimalisir penyebaran virus covid-19.
Ia mengatakan, masyarakat cukup menggunakan satu QR code untuk seluruh transaksi sehingga menjadi lebih efisien, mudah dan lebih aman.
Adapun keuntungan dan tujuan penggunaan cashless Qris bagi pedagang, menurutnya yaitu:
1. pedagang tidak perlu membawa banyak uang tunai
2. pedagang tidak menyediakan uang kembalian
3. terhindar dari kehilangan uang, pencurian atau copet
4. tidak harus ke bank dan mengantri
5. transaksi dilakukan jelas jumlah dan tujuannya
6. menghindari terjadinya kesalahan dan/atau penyimpangan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
“Saya sangat berharap masyarakat dan pelaku usaha di Kota Tomohon dapat memanfaatkan penggunaan cashless qris secara intensif agar memberikan pelayanan sistem pembayaran yang lebih fleksibel dan banyak manfaat kepada masyarakat yang pada akhirnya akan mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan pergerakan arus barang dan jasa di Kota Tomohon,” ujar Caroll Seduk
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Penyerahan Wi-Fi gratis dari Bank Indonesia kepada Asosiasi Pedagang Pasar, Penyerahan Program sosial Bank Indonesia, Penyerahan masker dari Walikota kepada Kadis Kesehatan dalam rangka gerakan wajib pakai masker.
Tampak hadir Deputi Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Bapak Haratua Pangabean, Pemimpin Wilayah BNI SULUTTENGGOMALUT Bapak Koko Prawira Butar – Butar, Pemimpin BNI Tomohon Bapak Darel Kereh, Wakil Pemimpin BNI Tomohon Ibu Susilawati Buchari, Pemimpin Kelompok Solusi Digital BNI Kantor Wilayah Manado Bapak Densi Sidangoli, Plt Dirut Utama PD Pasar Tomohon Dra Lily Solang MM, jajaran pemerintah Kota Tomohon dan hadirin undangan. (***)
Penulis : Aldo Kumaat
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Breaking News

Wartawan Senior Sulut Dorong Perubahan di PWI, Sintya Bojoh Dinilai Sosok yang Tepat

Published

on

MANADO, inforakyatnews – Sejumlah wartawan senior di Sulawesi Utara mulai menyuarakan harapan untuk adanya perubahan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara menjelang pemilihan ketua.

Figur perempuan, Sintya NC Bojoh, yang masuk dalam kandidat dinilai membawa aura perubahan dan mampu mengakomodasi hak-hak anggota.

Raramenusa Makagiansar, wartawan senior yang akrab disapa Ram, menilai bahwa organisasi wartawan tertua di Indonesia ini perlu mengembalikan marwahnya. Menurutnya, banyak hal yang harus diperbaiki, sehingga dibutuhkan kepemimpinan baru yang membawa perubahan.

“Kita menaruh harapan besar pada figur-figur yang membawa aura perubahan. Banyak teman yang mengeluhkan kepemimpinan saat ini. Dan, masih ada lagi pimpinan yang saat ini mencalonkan diri. Jelas tidak ada perubahan jika nantinya masih mereka-mereka yang memimpin PWI,” ujar Ram.

Senada dengan Ram, wartawan senior lainnya, Herly Umbas, menilai Sintya Bojoh sebagai figur yang dapat mengakomodasi kepentingan anggota, tidak hanya yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), tetapi juga wartawan yang pernah terdaftar di PWI dan jurnalis pendatang baru.

“Sebagai ibu, Sintya pasti memperlakukan para wartawan, bukan saja yang masuk DPT dalam pemilihan nanti, tetapi juga wartawan-wartawan yang sempat terdaftar di PWI dan jurnalis-jurnalis pendatang baru,” kata Herly, yang sebelumnya dikenal sebagai wartawan Harian Manado Post dan kini aktif di media online.

Baik Raramenusa Makagiansar maupun Herly Umbas, keduanya tercatat pernah menjadi anggota PWI Sulawesi Utara dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) biasa. Dukungan mereka terhadap Sintya Bojoh menjadi angin segar bagi kandidat yang mengusung semangat perubahan di tengah dinamika organisasi wartawan tertua di daerah ini.

Pemilihan ketua PWI Sulut diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang lebih memperhatikan kesejahteraan anggota dan menjaga marwah organisasi. (red)

Continue Reading

Budaya

Dipimpin Penatua M. Rumondor, PKB GMIM Sion Picuan Lama Meriahkan Tahun Baru 2025 Dengan Nuansa Budaya

Published

on

MINAHASA SELATAN, inforakyatnews.com — Menyongsong tahun baru 2025, Pria Kaum Bapa GMIM Sion Picuan Lama kecamatan Motoling Timur mengelar kegiatan bernuansa budaya dengan berpakaian adat khas Minahasa, pakaian untuk Tari Kabasaran yang merupakan tari perang dari minahasa.

Ketua Penatua PKB GMIM Sion Picuan Lama, Pnt. Melky Rumondor mengatakan kegiatan ini sudah menjadi tradisi di desa Picuan lama dimana kegiatan ini untuk meramaikan suasana tahun baru di desa Picuan lama.

Penatua PKB GMIM Sion Picuan Lama Melky Rumondor.

“Tentunya syukur kami warga desa Picuan lama atas berkat Tuhan di tahun yang telah kita lewati dan syukur kami sebagai juga bapak-bapak Pria Kaum Bapa GMIM Sion Picuan lama maka sesuai tradisi dan budaya yang ada maka kami merayakan tahun baru ini digelar dengan nuansa budaya dengan memakai pakaian tari Kabasaran, agar nantinya suasana tahun baru ini bisa meriah, yang pastinya kami mengelar kegiatan ini didukung oleh pihak gereja yang kita ketahui desa picuan merupakan salah satu desa di kabupaten Minahasa Selatan yang desanya memiliki 100 persen warga GMIM, “ungkap Rumondor.

Ditambahkannya dengan memakai pakaian adat untuk tari Kabasaran ini, menandakan bahwa kami warga desa picuan lama tetap melestarikan budaya yang ada, agar generasi muda juga bisa mengenal budaya asli yang ada di desa kita yang tetap melestarikan budaya leluhur.

“Kami berharap generasi muda tetap melestarikan apa yang sedang kami gunakan saat ini, saat kami mengelar kegiatan ini, jadi kami tentunya seiring sejalan dengan pihak gereja tampa juga melupakan tradisi dan budaya yang ada di desa tentunya dilakukan dalam hal-hal yang positif baik untuk pelayanan di gereja dan tradisi yang ada di desa, “pungkas Pnt. Melky Rumondor yang juga merupakan Tokoh Masyarakat didesa Picuan Lama kecamatan Motoling Timur. (HerS)

Continue Reading

Daerah

Sekda Watania Buka Rapat Koordinasi Penetapan Rancangan Perda RTRW 2024-2043

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, membuka sekaligus memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Tahun 2024-2043.

Kegiatan rakor tersebut digelar di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Tondano. Senin (30/12/24).

Dalam arahannya, Sekda Lynda Watania menegaskan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun dan menetapkan RTRW yang menjadi landasan pembangunan jangka panjang di Kabupaten Minahasa.

“Rencana Tata Ruang Wilayah ini harus dapat mengakomodasi kebutuhan pembangunan berkelanjutan, memperhatikan aspek lingkungan, dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ujar Sekda.

Ditambahkannya, Penyusunan RTRW ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk menciptakan tata ruang yang terintegrasi, mendukung investasi, serta melindungi kawasan strategis dan sumber daya alam daerah, ” Tambah Watania.

Rapat ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Staf Khusus Bupati Minahasa, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Rancangan Perda RTRW 2024-2043 diharapkan menjadi acuan strategis dalam pengelolaan ruang wilayah di Kabupaten Minahasa juga menjadi ajang untuk menyelaraskan masukan dari berbagai pihak guna memastikan dokumen RTRW yang disusun sesuai dengan visi pembangunan Kabupaten Minahasa.(HerS)

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Advertisement

Trending