Tomohon
Kota Tomohon Didaulat “Kota Paling Kooperatif” di Forum Energi Berkelanjutan APEC


SULUT, inforakyatnews.com – Kota Tomohon Mendapatkan Penghargaan Skala Internasional sebagai Kota Paling Kooperatif dalam Forum Energi Berkelanjutan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) Berlangsung di Tianjin, Tiongkok 5 – 8 November 2024
Tianjin, Tiongkok – 8 November 2024 – Hajatan dimana Pemerintah, perencana kota, pakar, pembuat kebijakan, spesialis, dan peneliti dari seluruh kawasan Pasifik berkumpul di Tianjin pada awal November untuk Forum Energi Berkelanjutan APEC 2024. Forum tahun ini, bertema “Pentingnya Kerja Sama Energi Regional,” berlangsung dari tanggal 5-8 November, yang mempertemukan lebih dari 300 profesional untuk membahas strategi dan tantangan inovatif yang dihadapi kota-kota di era perubahan iklim, transisi energi, dan kemajuan teknologi. Forum ini merayakan pencapaian APSEC selama satu dekade dengan beberapa pengumuman penting selama upacara pembukaannya pada tanggal 6 November.
Diselenggarakan oleh APSEC (Pusat Energi Berkelanjutan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik, Universitas Tianjin, Tiongkok), forum ini menampilkan presentasi utama, diskusi panel, dan lokakarya langsung yang dipimpin oleh para pakar industri dan pemimpin pemikiran. Tokoh-tokoh penting yang hadir termasuk Zhang Jianhua, Administrator Administrasi Energi Nasional Tiongkok; Zhao Yali, Wakil Presiden Komite Nasional Tiongkok untuk Kerja Sama Ekonomi Pasifik; Ariadne BenAissa, Pemimpin Kelompok Kerja Energi APEC; dan Yang Xianjin, Sekretaris Partai Universitas Tianjin.

“Kami sangat gembira menyambut jajaran pakar luar biasa yang berkomitmen untuk memajukan kolaborasi energi regional,” kata Ibu Zhu Li, Presiden APSEC.
Forum ini berfungsi sebagai platform penting untuk mempromosikan pengembangan energi berkelanjutan di seluruh ekonomi APEC melalui berbagi pengetahuan, pertukaran teknis, dan kerja sama pragmatis.
Topik dalam agenda tahun ini meliputi akses energi, transisi energi, dan kota berkelanjutan. Diskusi ini diharapkan dapat memengaruhi Pertemuan Pemimpin APEC mendatang secara signifikan, di mana topik-topik ini akan diprioritaskan dalam dokumen hasil, yang mencerminkan komitmen APEC yang berkelanjutan terhadap keamanan dan transformasi energi di kawasan Asia-Pasifik,
Forum ini dirancang untuk memfasilitasi jaringan di antara para profesional, memungkinkan peserta untuk terlibat dalam diskusi yang bermakna dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Selain itu, sub-forum difokuskan pada agenda khusus untuk meningkatkan kesadaran akan praktik energi berkelanjutan.
Delegasi Sulawesi Utara terdiri dari tujuh delegasi: Ibu Dra. Henriette Jacoba Roeroe M.Si, mantan anggota Dewan Penasehat APEC Sustainable Energy Center, tenaga ahli sukarelawan untuk Kementerian ESDM Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi dan saat ini sebagai Asisten dan Staf Khusus Pemerintah Walikota Kota Tomohon, Bapak Hizkia H. D. Tasik, SE, MA, PhD, anggota Dewan Penasehat APSEC, dosen dan Direktur Sustainable Development Goals Center, Universitas Sam Ratulangi, Bapak Glanny Mangindaan, ST, MT, Ph.D., sebelumnya Kepala Pusat Energi Terbarukan, dan saat ini sebagai Dosen dan Koordinator Program Studi Teknik Elektro di Universitas Sam Ratulangi, Ibu Susan Mambu, S.P, M.Si, Ph.D., Beliau adalah Dosen, peneliti dan Sekretaris Departemen Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sam Ratulangi, Bapak Brury Bangun, ST, MUrbanEnvPlan, Perencana Kota di Badan Penelitian Perencanaan dan Pengembangan Pemerintah Kota Manado; Ibu Pingkan Roeroe M.Si seorang tenaga ahli sukarelawan untuk Konservasi Ekosistem dan Spesies Akuatik, dan Ibu dr. Lily Gala seorang dokter medis, dokter umum dan peneliti untuk perawatan medis dan hasil pasien peserta.

Selama Lokakarya Jaringan Kerja Sama APEC Kota Berkelanjutan – Lokakarya APEC ke-8 tentang Kota Berkelanjutan, yang mengusung tema “Keamanan Energi Perkotaan dalam Konteks Netralitas Karbon,” partisipasi Sulawesi Utara cukup signifikan. Lokakarya ini diselenggarakan bersama dengan Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, diawali dengan penyampaian kata sambutan oleh Ibu Henriette Jacoba Roeroe, kata pengantar dari moderator Bapak Brury Bangun, dan menampilkan Bapak Hizkia D.Tasik yang memaparkan tentang “Persiapan Sulawesi Utara untuk Menjadi Netral Karbon Menggunakan Dialog Multipihak di Provinsi Sulawesi Utara,” Para ahli dari seluruh dunia, termasuk Bapak Welzl dari Wina, Austria; Bapak Doyle dari Peru; Bapak Fei Liu dari China Construction Bank; Ibu Wang dari RMI, AS; Bapak Xia dari Zonghengce, Tiongkok; dan Profesor Defilla dari Universitas Tianjin, turut berkontribusi terhadap keberhasilan lokakarya tersebut, yang mendapat pujian dari APSEC.
Pada kesempatan ini, penghargaan diserahkan kepada 2 (dua) kota yaitu Manado dan Tomohon sebagai “Kota yang paling kooperatif” yang mewakili 11 Kota dan Kabupaten lainnya yang bekerja sama dalam proyek Jaringan Koperasi Kota Berkelanjutan (CNSC) di Provinsi Sulawesi Utara. Kehadiran delegasi Sulawesi Utara menandai komitmen dan dukungan terhadap program APSEC yang sedang berlangsung di wilayah tersebut. Selain itu, hal ini menyatakan bahwa posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu prioritas utama APSEC di Indonesia. Penghargaan yang sama juga diberikan kepada Ibu Henriette Jacoba Roeroe sebagai Kontributor Ahli yang luar biasa.
Pusat Energi Berkelanjutan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APSEC) didirikan selama Pertemuan Menteri Energi APEC ke-11 di Wisma Tamu Negara Diaoyutai pada tanggal 2 September 2014. Hal ini menandai langkah maju yang signifikan dalam partisipasi Tiongkok dalam kerja sama energi internasional di bawah mekanisme APEC. Sebagai organisasi internasional pertama yang dipimpin oleh Administrasi Energi Nasional (NEA), APSEC dimasukkan dalam Agenda Beijing, dokumen hasil Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-22 di Danau Yanqi. (***)
Parlementaria
DPRD Tomohon Terima Aspirasi Warga Kayawu Soal KKMP di Lapangan Wantol, Hasilkan 4 Kesepakatan

Tomohon, inforakyatnews.com – Komisi III DPRD Kota Tomohon menggelar diskusi damai dengan 20 perwakilan Forum Peduli Masyarakat Kayawu (FPMK) terkait penolakan rencana pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Wantol. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD, Senin (27/4/2026).

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari aksi masyarakat Kelurahan Kayawu yang keberatan jika lahan Lapangan Wantol digunakan untuk pembangunan koperasi. Warga menilai lapangan tersebut merupakan aset bersama yang telah puluhan tahun dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, keagamaan, dan sosial budaya.
Ketua Komisi III DPRD Tomohon memimpin langsung dialog, sementara perwakilan FPMK dipimpin oleh John G. Tampaty. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan kekeluargaan.
John G. Tampaty menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan koperasi. Mereka justru mendukung upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Namun, mereka keberatan jika pembangunan dilakukan di Lapangan Wantol.
“Kami tidak menolak keberadaan koperasi, karena kami sangat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi warga melalui lembaga yang sah dan bermanfaat. Namun, kami sangat keberatan jika gedung tersebut dibangun di lokasi Lapangan Wantol. Jika itu dilaksanakan, seluruh kegiatan penting yang telah berjalan akan terhenti dan merugikan kepentingan warga,” ujar John.
Ia juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga telah menyiapkan usulan lokasi alternatif yang dinilai lebih sesuai dan tidak mengganggu kegiatan publik.

Ketua Komisi III DPRD Tomohon menyatakan apresiasi terhadap sikap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap keluhan dan usulan sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi sikap masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tertib. Penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara, dan kami berkewajiban mendengarkan serta menindaklanjuti. Kami akan mempelajari dengan cermat seluruh informasi dan alasan yang disampaikan, serta mempertimbangkan usulan lokasi alternatif,” tegas Ketua Komisi III.
Ia juga berjanji akan melakukan pengecekan dan kajian lebih lanjut, termasuk memeriksa dokumen dan proses pengambilan keputusan sebelumnya.
Pertemuan itu pun menghasilkan empat kesepakatan, antara lain :
- Komisi III DPRD melakukan kajian dan verifikasi terkait rencana pembangunan KKMP di Lapangan Wantol.
- Usulan lokasi alternatif dari FPMK akan dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut.
- Komunikasi dan pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas perkembangan permasalahan.
- Proses pengambilan keputusan terkait aset publik akan dipastikan transparan dan partisipatif.
Kedua pihak sepakat menjalin komunikasi berkelanjutan. Komisi III berjanji menyampaikan hasil kajian dan tanggapan resmi kepada masyarakat dalam waktu dekat. (RikkS)
Tomohon
Gubernur Jambi Instruksikan Tim Satgas Bencana Siaga dan Petakan Lokasi Banjir


InforakyatNews.com, Jambi – Gubernur Jambi Al Haris mengimbau tim satuan tugas (satgas) bencana alam untuk siaga dan memetakan lokasi banjir dan longsor memasuki musim hujan di wilayah itu.
“Saya akan terus mengingatkan satgas seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim gabungan lainnya untuk siaga dan segera memetakan daerah rawan banjir dan longsor,” jelas Al Haris.
Mengingat sudah masuk musim penghujan, katanya, maka diminta semua pihak yang tergabung dalam satgas maupun masyarakat khusus yang berada di pinggiran aliran sungai untuk waspada banjir dan longsor.
Hujan dengan intensitas cukup lama terus turun dalam sepekan terakhir ini di Jambi, oleh karena itu, katanya penting siaga dalam menghadapi banjir dan tanah longsor.
“Kita tak ingin,jangan sampai bencana banjir itu menyebabkan banyak jatuh korban jiwa, maka penting untuk meningkatkan kewaspadaan sejak dini sebelum banjir terjadi,” katanya.
Kepada tim Satgas serta para relawan dari masyarakat agar segera mempersiapkan diri dalam mengantisipasi sejak dini banjir, dan mempersiapkan peralatan dalam hadapi bencana banjir.
“Ada baiknya menyiapkan diri dan antisipasi dini terhadap bencana termasuk peralatan, makanan dan bantuan lainnya yang bersifat mendesak dan penting,” kata Al Haris.
Sejauh ini, hujan lebat terus melanda sejumlah kota dan kabupaten di Provinsi Jambi dan sudah ada beberapa daerah mulai tergenang banjir. Meski kondisi banjir belum begitu parah namun sebaiknya semua pihak waspada.
Gubernur juga mengimbau seluruh masyarakat di Provinsi Jambi selalu waspada akan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
“Karena sudah memasuki musim hujan, pertama saya imbau masyarakat harus waspada dan jika nanti mulai ada banjir, diharapkan semuanya terus berhati-hati,” kata Al Haris.( Effendi ).
Tomohon
Januari 2025, Kota Tomohon Bakal Digelar Kejuaraan Gulat Tangan se-Sulut


TOMOHON, inforakyatnews.com – Tahun 2025 Kota Tomohon bakal gelar Kejuaraan bergengsi bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Kejuaraan yang dimaksud adalah kejuaran Gulat Tangan atau Panco dan disponsori langsung oleh Persatuan Olahlaga Gulat Tangan Indonesia Internasional Armwrestling Asosiasi (POGTI-IAA) Kota Tomohon.
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) POGTI-IAA Kota Tomohon Judie J Turambi menyebut, Kejuaraan yang akan di gelar ini adalah yang pertama di Sulawesi Utara.
“Ini adalah Kejuaraan Gulat Tangan resmi dan pertama di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang akan digelar pada Januari 2025 bertepatan dengan perayaan HUT Kota Tomohon ke-22,” ungkap Ketua DPC POGTI-IAA Kota Tomohon Judie J. Turambi saat memimpin rapat perdana DPC POGTI Tomohon di Rm. “MaMa” Kakaskasen. (6/12) 2024.
Turambi juga mengatakan selain ajang pembukaan di awal tahun, Kejuaraan ini juga dimaksudkan untuk mencari atlit atlit Gulat Tangan di Sulut khususnya Kota Tomohon.
“Kita ketahui bersama bahwa Kota Tomohon memiliki segudang atlit maupun orang kuat, contohnya ketua POGTI-IAA Pusat James Harisen Anes, beliau adalah orang Tomohon asli dan sudah keliling dunia mengikuti kejuaraan Gulat Tangan. Kami yakini dengan diadakannya kejuaraan Gulat Tangan Se-Sulut ini akan merangsang dan bangkitkan minat dari masyarakat untuk menjadi atlit dan bergabung dengan wadah Gulat Tangan yakni POGTI-IAA,” Tutur Judie Turambi.

Turambi meyakini, kejuaraan Gulat Tangan se-Sulut tersebut bisa menjadi batu loncatan bagi masyarakat yang ingin menjadi atlit lantaran olah raga Gulat Tangan tidak memerlukan biaya alat yang besar untuk bisa menjadi atlit, hanya saja dengan bermodalkan kondisi fisik yang bugar dan terus berlatih.
“Saya meyakini bibit-bibit atlit dari Kota Tomohon akan bermunculan dengan digelarnya kejuaraan ini,” tutup Judie Turambi.







