Connect with us

Minahasa Selatan

Liando Saran ke KPK RI Beri Penghargaan kepada Bupati Wongkar

Published

on

Manado, inforakyatnews – Kegiatan bimtek KPK RI dalam pencegahan korupsi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, diapresiasi Dosen Fisip Unsrat Ferry Daud Liando.

Pasalnya, kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat eselon II lingkungan Pemkab Minsel ini, ternyata adalah inisiatif dari Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar.

Hal itu diungkap Liando saat memberikan materi pada kegiatan yang digelar di Hotel Mercury Manado, Kamis 15 Juni 2023, itu.

“Saya dapat informasi dari KPK, bahwa kegiatan bimtek pencegahan korupsi ini adalah inisiatif langsung dari Pak Bupati dengan mengundang KPK untuk bekerja sama. Ini semua modal besar dalam pencegahan korupsi. Di Indonesia, belum banyak kepala daerah seperti ini dan Minsel adalah yang pertama di Indonesia” kata Liando

Akademisi Fisip Unsrat itu bilang, semangat Bupati Minahasa Selatan Frangky Wongkar perlu diapresiasi dalam mencegah korupsi bagi aparat pejabat.

Kata Liando, apabila semangat Bupati seperti ini maka prilaku korupsi akan lebih mudah dicegah. Sebab, menurutnya jika komitmen atasan sudah baik seperti ini maka kemungkinan aparatnya akan mengikuti.

“Pengalaman di berbagai daerah, banyak pejabat di instansi pemerintah daerah ketahuan korupsi dan dipenjara karena diperintah kepala daerah atau atas sepengetahuan kepala daerah. Nah, kalau bupati punya prinsip moral dan etika yang baik seperti pak Bupati Wongkar maka prinsip itu berpotensi akan menular pada bawahannya,” lanjutnya.

Liando kemudian menyarankan agar KPK juga memberikan apresiasi dengan memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Wongkar agar menjadi best practice di daerah lain.

Uniknya juga, peserta diklat pencegahan korupsi KPK RI dan Pemkab Minsel diikuti oleh seluruh pejabat eselon II bersama pasangan suami dan isteri.

Bagi Liando, acara ini penting dihadiri pasangan suami atau isteri karena korupsi kerap terjadi karena juga adanya dorongan dari keluarga.

Diakhir materi Liando berbagi sejumlah tips agar korupsi bisa di cegah dari keluarga. Yaitu, antara lain;
1. Jangan malu bertanya besaran gaji dan tunjangan yang dimiliki pasangan setiap bulan.
2. Mengontrol pemasukan setiap saat
3. Ketahui modus-modus apa saja yang bisa menjerat pasangan pada prilaku korupsi
4. Keluraga jangan memanfatkan jabatan pasangan untuk kedudukan status sosial yang tinggi
5. Tidak memanfaatkan jabatan pasangan untuk memperkaya diri
6. Hindari komunitas yang mengaharah pada saling pamer harta kekayaan
7. Ingat nama baik anak dan cucu yang akan menerima dampak buruk akibat prilaku korup orang tuanya
8. Selalu bersyukur atas jabatan yang dimiliki
9. Doa keluarga setiap hari untuk membangun komitmen dengan Tuhan.

Diketahui, pembicara lain dalam kegiatan bimtek ini adalah pejabat dari KPK RI Firlana Ismayadin serta dari dua motivator daerah Dr Preysi Siby dan Pdt Fanni Lumintang.

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar. (*/Aldo)

Print Friendly, PDF & Email

Kultur

Ekspresi Iman Hari Pengucapan Syukur, Ruang Gereja GMIM Koinonia Ranomea Penuh Hasil Tani

Published

on

Dekorasi ruang gereja Jemaat GMIM Koinonia Ranomea dalam rangka hari pengucapan syukur.

Amurang, inforakyatnews.com – Dua pohon musa sinensis (pisang raja) berdiri di depan pintu gerbang gedung gereja, lengkap dengan tandan buahnya.

Di dalam ruang gereja, berdiri juga 4 pohon lainnya. Dua pohon berdiri di sisi kanan dan kiri. Dua pohon lainnya terpampang berdiri di area mimbar, seolah mendampingi dan membuat teduh Sang Penyampai Injil Kristus (Pendeta, -red).

Di depan mimbar, 3 daun livistona chinensis (woka) terbuka lebar. Berdiri tiga sisi. Di sisi tengah, berbagai macam hasil bumi diletakan. Kelapa, pepaya, ubi, jagung, hingga cengkih dan lainnya, menjadi simbol kolekta, sebagai syukur atas berkat dan rahmat Allah di tanah jemaat. Dua woka di sisi kiri dan kanan, menempel di belakang kotak kayu, tempat jemaat membawah sedekah.

Pemandangan ruang gereja itu menambah esensi hari pengucapan syukur yang saat ini dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan, Minggu 14 Juli 2024.

Diketahui, dekorasi ruang gereja dalam rangka hari pengucapan syukur ini merupakan hasil kreativitas pemuda dan remaja jemaat GMIM Koinonia Ranomea itu sendiri.

Ketua Komisi Pemuda GMIM Koinonia Ranomea, Penatua Parte Polii kepada media ini mengatakan, dekorasi tersebut dalam rangka memaknai hari pengucapan syukur.

Parte bilang, maksud dari wujud itu ialah menampilkan bahwa gereja yang mengucap syukur atas setiap pemeliharaan Tuhan dan setiap berkat Tuhan yang diberi kepada kita melalui setiap pekerjaaan jemaat yang ada.

“Hasil pekerjaan itu torang bawa di gereja untuk dipersembahkan kepada Tuhan, dan untuk dekorasi itu torang ambe dari hasil-hasil yang Tuhan kase dari torang pe usaha,” ujar Penatua Pemuda GMIM Koinonia Ranomea yang juga sebagai Ketua Pemuda Wilayah Amurang III itu.

Seperti diketahui, hari pengucapan syukur merupakan tradisi orang-orang Minahasa yang diwarisi turun-temurun dari masa lampau.

Tradisi itu merupakan wujud ekspresi iman kepada Sang Khalik, Sang pemilik sumber kehidupan atas berkat dan anugerahnya. Tradisi ini kemudian bertransformasi mengikuti konteks zaman.

Dr Ivan Kaunang SS MHum menjelaskan, hari pengucapan syukur diadopsi dari tradisi Rumages yang kemudian mengalami trasformasi di kemudian hari, terutama ketika kekristenan masuk ke tanah Minahasa.

“Pengucapan syukur itu bertrasformasi dari tradisi tua Minahasa, dan menjadi lebih kental ketika Kristen masuk. Dari perspektif kebudayaan, tradisi itu memang mengikuti perkembangan zaman. Beda generasi, beda juga wujud ekspresinya,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sam Ratulangi yang juga adalah Ketua Kearsipan Sinode GMIM itu.

Kaunang menilai, dalam proses bertrasformasi ini, ada sesuatu yang hilang dari perayaan pengucapan syukur itu.

“Budaya leluri atau tutur itu terputus sehingga makna sesungguhnya dari pengucapan syukur banyak yang tidak dipahami oleh generasi kemudian. Persoalan lain, karena terjadi interaksi, pemerintah mulai ambil alih perayaan ini. Dahulu itu dilaksanakan sesuai musim panen tapi sekarang, itu tinggal diatur pemerintah dengan gereja,” ujar Kaunang.

Di sisi lain, Dosen Sosiologi Agama di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado Dr. Denni Pinontoan MTh, beberapa waktu lalu menjelaskan, Pengucapan Syukur adalah tradisi kultural keagamaan Minahasa. Ia mengatakan, itu adalah cara orang-orang Minahasa secara kultural menyatakan syukurnya kepada Yang Ilahi.

“Kalau dahulu terutama berkaitan dengan panen padi atau hasil pertanian lainnya. Sekarang tentu sudah meluas yaitu sebagai syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan dalam banyak hal,” ujar Denni Pinontoan.

Kemudian, lanjutnya, sebagai tradisi kultural keagamaan maka yang merayakannya siapa saja orang di tanah Minahasa. Dengan demikian, perayaannya tidak harus eksklusif satu gereja saja tapi semua orang di Tanah Minahasa yang masih menjalani tradisi itu.

“Perayaan pangucapan syukur juga merupakan tradisi kultural keagamaan sebagai wadah memperkuat hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan solidaritas dengan saling baku pesiar antara orang-orang dari satu tempat ke tempat yang lain,” terangnya.

Sementara itu, Budayawan asal Sonder, Fredy Wowor beberapa waktu lalu menegaskan, tradisi pengucapan syukur sebenarnya terkait dengan cara berpikir tou (orang) Minahasa.

“Aktivitas itu bagi tou Minahasa merupakan siklus hidup. Di siklus ini ada fase menanam benih, memelihara sampai panen. Disaat panen, mereka mengucap syukur, sekaligus sebagai fase awal untuk menanam yang baru. Ketika ada interaksi dengan Barat, kalau dalam konteks Sonder, di masa itu penginjil Graafland mulai mentransformasikan tradisi rumages ke tradisi Kristen, 1800-an akhir. Ketika sudah ada gereja, mereka mulai mengarahkan umat membawa persembahan syukur itu ke gereja,” papar akademisi Fakultas Ilmu Budaya Unsrat itu.

Ia juga menjelaskan, tradisi pengucapan syukur sangat berhubungan dengan tarian Maengket.

“Di saat pengucapan syukur, ada usaha pagelaran seni budaya seperti Maengket. Pengucapan syukur memang identik dengan ekspresi bahwa mereka diberkati, sebagai wujud syukur kepada Tuhan, karena itu mereka mewujudkan pemberian yang terbaik bagi Tuhan. Ini sebenarnya mau menjelaskan bagaimana tou Minahasa sejak zaman dulu, sangat menyatu dengan alam dan menyatu dengan Tuhan,” tandasnya. (jud)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Minahasa Selatan

Pantarlih KPU Minsel Sambangi Kediaman Bupati Lakukan Coklit Pilkada

Published

on

AMURANG, INFORAKYATNEWS – Jelang pemilihan kepada daerah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel melalui petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih), menyambangi kediaman Bupati Minsel Frangky Wongkar di Kelurahan Kawangkoan Bawah Kecamatan Amurang Barat, Senin (01/07) sore tadi. Dalam kesempatan ini Ketua KPU Kabupaten Minahasa Selatan Tomy Moga didampingi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Amurang Barat ikut serta dalam rangka pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih pada Pilkada 2024.

Ketua KPU Minsel Tomy Moga, menyampaikan sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2024 tentang penyusunan Daftar Pemilih serentak untuk Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, petugas Pantarlih terus melakukan coklit di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. “Kita telah lakukan Coklit terkait data pemilih dari Bupati Minsel. Petugas pantarlih telah mendata sesuai ketentuan yang ada,” ungkap Moga.

Dalam kesempatan itu, bupati lanjutnya, menyampaikan harapannya agar semua tahapan penyelenggaraan pemilihan berjalan lancar dan sukses.

Di sisi lain Moga juga menegaskan agar Pantarlih di seluruh Kabupaten Minsel yang tersebar di 177 desa dan kelurahan secara cermat dan teliti melakukan proses coklit.

“Karena data pemilih ini merupakan indikator terhadap Pemilu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan validitas data dan akurasinya, harus mutakhir, komprehensif dan tentu harus diperhatikan prinsip ini oleh petugas Pantarlih di lapangan,” tuturnya.

Menurut Moga akurasi data akan berdampak nantinya pada tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Minsel pada saat hari pemungutan suara Pilkada Serentak pada 27 November 2024 mendatang. “Ya, kita harus sama-sama berperan aktif guna menghasilkan data pemilih yang relevan untuk kebutuhan Pilkada Serentak tahun 2024,” harapnya.(jes)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Minahasa Selatan

177 PKD di Minsel Dilantik, Bawaslu Sebut Wajib Jaga Integritas dan Profesionalitas

Published

on

INFORAKYATNEWS, Minsel – Bawaslu Minsel melantik sebanyak 177 anggota PKD Pilkada 2024 yang akan bertugas dalam menjalani pengawasan tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2024. “Pelantikan 177 orang anggota PKD Pilkada 2024 ini kami laksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Bawaslu RI Nomor: 215/HK/01.01/K1/05/2024,” ujar Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem.

Dikatakannya, sebanyak 177 anggota PKD yang dilantik tersebut akan bertugas di 17 kecamatan daerah itu. “Mereka seluruhnya adalah berasal dari 177 desa/kelurahan yang terdapat di Kabupaten Minsel, katanya.

Keintjem berharap, PKD Pilkada 2024 yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga integritas dan profesionalitas dalam bertugas. “PKD Pilkada 2024 adalah ujung tombak kami di lapangan sehingga kami mengharapkan mereka dapat mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran Pilkada 2024,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 177 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) Pilkada 2024 yang baru saja dilantik langsung bekerja guna mengawasi jalannya tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2024. “Tidak ada lagi kata santai karena para rekan-rekan PKD langsung bekerja (action),” tegas Keintjem.

Menurut dia, dalam waktu PKD Pilkada 2024 akan mulai bekerja mengawasi tahapan pemutakhiran data pemilih Pilkada 2024. “Maka kami minta agar rekan-rekan PKD berkoordinasi dengan pihak desa setempat dan terutama kepada Panitia Penyelenggara Suara (PPS),” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, anggota PKD juga diharapkan untuk segera mempelajari dan memahami Peraturan Bawaslu sebagai pedoman dan acuan dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan. “Sehingga kami minta anggota PKD untuk segera cepat berkoordinasi dan beradaptasi dalam melaksanakan tugas dan kerja pengawasan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending