Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Daerah · 17 Jan 2021 12:30 WITA ·

Akibat Cuaca Buruk Dan Gelombang, Air Laut Naik Hingga Ke Pemukiman Warga


 Akibat Cuaca Buruk Dan Gelombang, Air Laut Naik Hingga Ke Pemukiman Warga Perbesar

Rumah warga yang terdampak *foto / **

InfoRakyatNews.com, Amurang – Cuaca ekstream yang melanda Sulawesi Utara sejak Jumat 15/01 kemarin masih saja berlanjut sampai saat ini, minggu (17/01/2021).

Amurang misalnya, Hujan ringan dan angin kencang dari arah barat laut membuat gelombang tinggi terus menghempas, mengakibatkan air laut masuk ke dalam pemukiman warga. 

Dari kejadian ini puluhan warga yang tinggal dipesisir pantai akhirnya memilih mengungsi. Hal ini karena gelombang dan air pasang yang terus mengantar air laut hingga ke pemukiman warga. 

Gerry salah satu warga Ranomea yang tinggal disekitaran pesisir mengatakan bahwa sejak tadi sore, gelombang makin lama makin besar. 

“Tadi sore gelombang hanya sampai di ruas jalan (jalan boulivard Amurang,-red), lalu tadi sekitaran jam 7 malam, air sudah sampai lorong-lorong, hingga masuk rumah-rumah.” Ucap Gerry.

Kejadian ini membuatnya merasa khawatir karena derasnya air laut yang melewati rumahnya.

“Istri dan anak, sudah saya sarankan untuk nginap ke rumah orang tua saja, memang air belum masuk ke rumah, karena pondasi rumah tinggi, cuma takutnya jangan itu aer mo naik lagi.” Ungkap Gerry.

Lurah Kelurahan Ranomea, Bobby Momongan, menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di pesisir untuk tetap waspada dengan cuaca ekstream yang masi melanda daerah Amurang.

“Berhubung cuaca lagi ektream Kepada Masyarakat yang tinggal didaerah pesisir pantai, juga yang tinggal di daerah pegunungan, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai, agar tetap waspada. Kalau bisa, untuk sementara mengungsi saja dulu ke tempat yang aman.” Kata Lurah Ranomea ini.

Sementara, akibat dari cuaca ekstream yang melanda Sulut, hingga kini informasi yang tercatat, sudah terdapat 6 korban jiwa akibat tanah longsor. Enam korban tersebut yakni Fany Poluan (53), Arni Lorens (40), Chelsea (7) yang merupakan satu keluarga di Perkamil. Anggota Polsek Tikala, Aiptu Kifni Kawulur (48) warga Paal 4, Meyni Pondaag (62) pemilik Kos di Malalayang dan penghuninya San Hasan. (Ding)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Mashuri Tutup LT-III Regu Penggalang Kwarcab Gerakan Pramuka Merangin

11 November 2022 - 12:39 WITA

Merangin Peringati Hari Pahlawan 2022

11 November 2022 - 12:33 WITA

Longsor, Wabup Langsung Turun Sampai Jalan Kembali Normal

11 November 2022 - 12:29 WITA

Nilwan Yahya Optimis, Merangin Raih Camat Teladan

11 November 2022 - 12:25 WITA

FER Ingatkan Pentingnya Cegah Stunting

27 Oktober 2022 - 15:59 WITA

Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut

23 Oktober 2022 - 10:52 WITA

Trending di Daerah