Connect with us

Peristiwa

Hari Ke-2 Ops Samrat Polres Tomohon Jaring 68 Pelanggaran, Ini Himbawan Kapolres

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Memasuki hari kedua Operasi Keselamatan Samrat 2024, Sat Lantas Polres Kota Tomohon Berhasil menjaring 68 pelanggaran.

Kapolres Kota Tomohon AKBP Lerry Tutu, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas Polres Kota Tomohon Iptu Amanda A.B. Purba, S.Tr.K., LL.M. menyebut dalam pelaksanaan operasi Keselamatan Samrat Tahun 2024 jajaran Polres Tomohon mengedepankan untuk memberikan himbauan kepada masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor.

“Di samping memberikan himbauan kepada para pengendara kendaraan bermotor, kami juga memberikan tindakan berupa tilang, bagi pelanggar yang pelanggarannya sudah tidak bisa di tolerir antaranya kendaraan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi yang ada / knalpot brong,” ungkap Kasat Lantas
Iptu Amanda. (5/3) 2024.

Kasat Lantas pun merinci dalam pelaksanaan operasi target operasi prioritasnya antara lain kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi (knalpot brong), Menggunakan ponsel saat berkendara, Pengendara kendaraan di bawah umur, Pengendara kendaraan R2 membonceng lebih dari 1 orang, Tidak menggunakan helm SNI dan tidak menggunakan safety belt, Berkendara dalam pengaruh minuman beralkohol, Melawan arus, Melebihi batas kecepatan, Over dimension dan overload, Kendaraan yang menggunakan lampu isyarat (strobo) dan isyarat bunyi (sirene), Kendaraan yang menggunakan plat nomor khusus/rahasia.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya para pengendara kendaraan bermotor, agar saat berkendara agar mematuhi aturan berlalulintas yang ada, lengkapi kelengkapan administrasi baik pribadi maupun kendaraan yang digunakan,” ujar Amanda.

Polres Tomohon juga menghimbau agar masyarakat tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Jaga keselamatan baik pribadi, maupun pengguna jalan lainnya, karena selalu harus di ingat, bahwa keluarga anda selalu menunggu anda pulang dengan selamat dan bisa berkumpul bersama dengan keluarga yang ada,” tukasnya.

Berikut rincian jumlah dan hasil Operasi Samrat Polres Tomohon.

Total terjaring 68 pelanggaran dengan rincian tindakan yang diberikan :

  • 8 pelanggaran mendapat tindakan dalam bentuk tilang
  • 60 pelanggaran diberikan edukasi atau himbauan. (wan)
Print Friendly, PDF & Email

Budaya

Tradisi Makan Di daun, Bupati Minahasa Hadiri Ibadah Mingguan Mertua Sekda Watania

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com-Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si. bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Djeneke Kumendong Onibala, SH. MSA, mengikuti Ibadah Kumawus (Mingguan) Atas Meninggalnya Alm. Drs. Nicollas Wilar Mertua dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania,MM,M.Si Dalam Keluarga Wilar-Watania, bertempat dirumah kediaman Sekda Watania di Tomohon. Minggu (7/4/2024)

Bupati Kumendong mengatakan Kumawus (Mingguan) merupakan sebuah tradisi yang sudah lama dibangun sebagai bagian dari rasa syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan bagi keluarga yang baru ditinggalkan oleh orang yang sangat di kasihi dan di cintai.

”Bentuk rasa syukur dan terima kasih kita atas kasih dan bimbingan Tuhan selang seminggu ditinggalkan oleh yang kita kasihi,” ucap Bupati.

Keluarga yang berduka sudah sangat memahami bahwa peristiwa seperti ini menjadi bukti bahwa cinta kasih Tuhan tetap menjadi bagian dalam perjalanan kehidupan mereka sekalipun orang yang dikasihi telah pergi selamanya menghadap Tuhan sang pencipta.

” Maka dari itu, saya yakin dan percaya keluarga akan tabah dan kuat menghadapi peristiwa duka ini. Terlebih keluarga adalah pelayanan Tuhan yang memahami betul arti dari sebuah kematian bagi orang yang percaya kepada Tuhan,” ungkapnya.

Ada yang menarik dalam acara kumawus tersebut, dimana para tamu undangan, makan bersama diatas daun yang menjadi ciri khas Mingguan di Kota Tomohon.

Turut Hadir, Jajaran Pejaba Pemerintah Kabupaten Minahasa,dan lainnya. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Program CABI di Wilayah Percontohan Sulut, Kumendong: Selain Kalbar, Minahasa Satusatu Tempat Kegiatan FAO Dari PBB

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Pj.Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong M.Si menghadiri Peluncuran Program Community ASF Biosecurity Intervention (CABI), bagi peternak Babi skala mikro kecil di wilayah percontohan Provinsi Sulawesi Utara yang diselenggarakan Kementerian Pertanian R.I, bertempat di Gedung Olahraga, Desa Pinabetengan, kecamatan Tompaso Barat, Selasa (19/3/2024).

Dalam Sambutannya, Pejabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Kumendong M.Si, mengatakan, “Perlu disikapi pelaksanaan kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk membuat para peternak mampu beternak dengan baik.

“Kepada para peserta peternak babi mari ikuti kegiatan ini dengan baik, agar supaya mendapatkan pengetahuan bagaimana berternak babi yang baik, pasca virus ASF untuk mendapatkan hasil produksi ternak babi berkwalitas, ” Kata Kumendong.

Adapun tujuan pelaksanaan program CABI yaitu melatih peternak babi skala mikro kecil agar memiliki pengetahuan dalam menerapkan Biosecurity dan saya harap ini menjadi solusi bagi peternak untuk memutus matarantai pengendalian ASF serta dapat memberikan informasi kepada para peternak lainnya.

“Dengan adanya program CABI dari Kementerian Pertanian R.I, dan FAO, kita akan lebih modern lagi dengan mengelolah ternak babi di kabupaten minahasa, karena Minahasa merupakan salah centra peternakan babi, sehingga Minahasa juga menjadi salah satu tempat digelarnya kegiatan ini, selain Kalbar, yang bekerjasama dengan FAO dari PBB, ” Pungkasnya.

Sementara Kepala Balai Besar Maros Drh. H. Agustia, M.P menyampaikan, Target kami dengan adanya program CABI ini bisa merubah cara berternak babi.

“Jadi bagi para petani dan peternak babi dalam rangka kita bisa mengantisipasi penyakit ASF, target kami para peternak babi di Kabupaten Minahasa dapat kembali berkembang dengan hasil yang maksimal tanpa ASF, “Ucap Dia.

Adapun Perwakilan FAO untuk Indonesia Dan Timor Leste, Rajendra Aryal mengatakan kami gembira atas kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, sehingga kegiatan ini bisa dilaksanakan,

” Diketahui saat ini belum ada vaksin terkait dengan virus ASF ini. Jadi bagaimana kita menjaga Bio security, terhadap perawatan babi, maka pengalaman dengan peternak babi diluar negeri juga penting menjaga Bio security, dan kami berharap kabupaten Minahasa bisa menjadi daerah percontohan bagi daerah lain dan luar negeri, terkait cara merawat dan beternak babi. “Terangnya.

Usai itu, Bupati Kumendong menerima secara simbolis berupa bantuan obat-obatan peternakan, dan selanjutnya Bupati melakukan tanda tangan bersama untuk sertifikat peluncuran program CABI di Wilayah Percontohan Desa Pinebetegan, kecamatan Tompaso Barat, kabupaten Minahasa.

Turut hadir, Direktur kesehatan hewan diwakili ketua kelompok substansi perlindungan hewan, Drh. Ira Firgorita, Kepala Balai Besar Veteriner Maros Drh. H. Agustia, M.P, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan timur Leste Rajendra Aryal, Kepala Dinas Pertanian Minahasa Dr. Ir. Margaretha Ratulangi, MAP, Camat Tompaso Barat, Stevri V. Pandey, ST, MAP, Hukum Tua Pinabetengan Elsye Tandaju, Para Peserta Peternak serta tamu undangan lainnya.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Budaya

Studi Banding Pemkab Minsel di Minahasa, Disambut Sekda Watania Dan Jajaran

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com -Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania MM, M.Si, menerima kunjungan studi banding dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Minsel Glady Kawatu SH M.Si. Bertempat di Ruang Sidang Kantor Bupati,Tondano. Kamis (14/3/2024).

Rombongan Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan diikuti pula jajaran pejabat yang ada diantaranya, Asisten I, Asisten II, Staf Ahli, dan Para Kepala SKPD serta Kepala bagian.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Glady Kawatu mengatakan, selain studi banding, kunjungan ini juga sebagai bentuk silaturahmi bahwa kita adalah sesama Tou Minahasa, yang oleh karena pemekaran harus terpisah di tahun 2003 silam.

“Jadi utamanya tentu karena bagian dari kerja yakni studi banding. Selanjutnya tentu silaturahmi dengan daerah asal kami, karena dari Minahasa lah Minsel bermula,” kata Kawatu.

Sebelum memaparkan sekilas tentang Kabupaten Minahasa Selatan, yang dipimpin Bupati Franky Donny Wongkar SH dan Wakil Bupati Pdt Yanny Petra Rembang, terlebih dahulu Dia memperkenalkan jajaran yang ikut dalam studi banding ini.

Dalam pemaparannya meliputi program pemerintahan, pertanian, ekonomi, pariwisata, budaya dan pendidikan, Sekda Kawatu pula menjelaskan tujuan utama pihaknya adalah studi banding atau tukar informasi tentang pengelolaan keuangan dan kepegawaian, dengan satu tujuan untuk persamaan persepsi.

Diakuinya, sebagai birokrat murni, tentu harus menjunjung tinggi tugas dan kerja. Namun demikian kata dia, disisi lain, birokrat kerap diperhadapkan dengan kepentingan-kepentingan politik yang kadang kala mengabaikan ketentuan dan aturan.

“Tantangan kita sebagai birokrat murni, harus berkomitmen menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan dan aturan, tentu dengan segala konsekuensi,” tuturnya.

“Sanksi kita lebih berat, ketika menghadapi persoalan hukum harus dihadapi sendiri, dan konsekuensinya adalah kehilangan jabatan atau karir yang telah dirintis bertahun tahun,” Demikian Kawatu menambahkan.

Sementara itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Minahasa, Drs Riviva Maringka MSi, kemudian juga memperkenalkan jajaran Pemkab Minahasa yang hadir, yang selanjutnya dilanjutkan dengan pemaparan tentang Kabupaten Minahasa di bawah pimpinan Bupati Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, oleh Sekda Lynda Watania, yang selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi.

Di kesempatan ini, Sekda Watania berterima kasih karena sudah memilih Kabupaten Minahasa sebagai salah satu daerah untuk dijadikan tempat studi banding.

“Saya juga mengucapkan terima kasih karena sudah bersilaturahmi dan berbagi ilmu tentang pemerintahan dengan Pemkab Minahasa,” ucap Watania.

Sekda Watania pun menegaskan terkait di pemerintahan bahwa semua terletak pada koordinasi dan konsolidasi. Bagaimana mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan seluruh tugas-tugas dengan pimpinan.

“Sekretariat daerah adalah perpanjangan tangan dari pimpinan, dalam hal ini Bupati dan Wakli Bupati. Maka dari itu, mengkoordinasikan segala tugas kerja dan kebijakan adalah hal mutlak yang harus dilakukan dengan pimpinan,” pungkasnya.

Turut hadir dan mendampingi Sekda Minahasa diantaranya Asisten I, Asisten III, Para Staf ahli, Pejabat Eselon II, Kabag Perkeu, Kabag Umum, Kabag Ortal, Kabag Prokopim.
(HerS).

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending