Connect with us

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

DPRD Kota Tomohon Susun Agenda Kerja Bulan Juni Melalui Rapat Badan Musyawarah

Published

on

inforakyatnews.comTomohon, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menggelar rapat Badan Musyawarah (BANMUS) pada hari Selasa, 2 Juni 2026.

Rapat ini diselenggarakan khusus untuk menyusun dan menetapkan rencana kerja serta agenda kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Juni.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang, S.Sos., dan dihadiri oleh para Wakil Ketua serta seluruh anggota BANMUS.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal prioritas yang menjadi fokus pelaksanaan tugas dan fungsi dewan dalam rangka pengawasan, penyusunan kebijakan, dan penyaluran aspirasi masyarakat.

Hasil keputusan yang disepakati dalam rapat ini selanjutnya akan menjadi acuan utama dan pedoman bagi seluruh unsur DPRD Kota Tomohon dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sepanjang bulan berjalan.

Continue Reading

Berita Utama

Pimpinan Dan Anggota DPRD Tomohon : Selamat Hari Lahir Pancasila, Cerminan Nilai Luhur Dalam Tindakan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Published

on

inforakyatnews.com – TOMOHON – Pimpinan dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni. Pada peringatan tahun 2026 ini, kita kembali mengenang dan meneguhkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi dasar dan pandangan hidup bangsa Indonesia.

Di tengah derasnya arus kemajuan zaman dan berbagai dinamika yang terjadi, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tomohon mengajak seluruh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh komponen bangsa untuk senantiasa mengokohkan semangat gotong royong dan persatuan. Semangat ini menjadi modal utama untuk terus menjaga keharmonisan, kerukunan, dan persatuan di Kota Bunga, Tomohon—kota yang kita cintai bersama.

“Bagi kami, Pancasila bukan sekadar fondasi sejarah atau sekadar simbol kenegaraan semata. Lebih dari itu, Pancasila adalah jiwa dan ruh yang menuntun setiap langkah kita dalam menjalankan amanah dan membangun daerah,” ujar perwakilan Pimpinan DPRD Kota Tomohon.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, lanjutnya, harus terus dihidupkan dan dijadikan landasan dalam mewujudkan Kota Tomohon yang maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh warganya.

Oleh karena itu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tomohon mengajak semua pihak untuk menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai inspirasi nyata yang tercermin dalam setiap tindakan, kebijakan, hingga pengabdian kita sehari-hari. Hal ini dilakukan demi kesejahteraan masyarakat, kemajuan bangsa, serta untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga semangat Pancasila senantiasa menyala di hati setiap warga Tomohon dan menjadi kekuatan yang menyatukan kita dalam membangun daerah yang semakin baik, berbudaya, dan bermartabat.

Continue Reading

Berita Utama

Terapkan Prinsip Tata Kelola Keuangan Yang Transparan Tertib dan Akuntabel, SEGAR Wakili Tomohon Terima Penghargaan WTP Tahun Anggaran 2025

Published

on

inforakyatnews.com, Manado – Jumat, 29 Mei 2026, Wakil Walikota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom, mewakili Walikota Tomohon dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan tersebut, BPK RI memberikan penilaian berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi yang ke-13 secara berturut-turut berhasil diraih sejak beberapa tahun terakhir.

Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Opini WTP ini menjadi landasan kuat untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon.

Pemerintah Kota Tomohon menegaskan akan terus memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah agar tetap dapat mendukung percepatan pembangunan daerah ke depannya.

Continue Reading

Trending