Daerah
Air Terjun, Gua Bawah Tanah Dan Kolam Alam, Suguhan Indah Desa Loha

inforakyatnews.com – Jika anda adalah pencinta alam ataupun anda hanya sekedar ingin melepas kepenatan dari padatnya kesibukan akibat tuntutan pekerjaan anda maka Desa Loha, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat adalah salah satu tempat yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi.
Di desa ini akan disuguhkan berbagai macam keindahan alam yang dijamin dapat menyegarkan kembali pikiran bahkan bisa membuat pengunjung betah dan tidak akan bosan untuk menikmatinya.
Berwisata ke Desa Loha, akan dapat menambah pengalaman petualangan yang sulit untuk dilupakan bagi para pengunjung, sebab beberapa objek wisata alam nan eksotik, seperti Air Terjun, Gua Alam atau terowongan bawah tanah dan juga Kolam Alam, menyuguhkan keindahan serta memiliki kisah sejarah yang unik dan sangat menarik untuk disimak.
Desa Loha merupakan salah satu desa di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT). Desa ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Letaknya berada tepat di jalur utama Labuan Bajo – Pacar – Golo Welu.
Berjarak kurang lebih 54 kilo meter (km) ke arah utara dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Desa Loha dapat ditempuh melalui perjalanan darat dengan waktu tempuh mencapai 2 jam menggunakan kendaraan roda empat.
Jika menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor maka jarak tempuh bisa kurang dari dua jam atau lebih cepat jika di bandingkan dengan menggunakan roda empat.
Rasa penasaran dan tidak sabar akan semakin kuat dirasakan untuk segera menuju tiga objek wisata alam di Desa Loha tersebut ketika sudah tiba di Loha. Keluar dari jalur utama Labuan Bajo – Pacar – Golo Welu, masuk ke arah selatan, tempat di mana objek wisata alam itu berada.
Dari jalur utama, ditempuh sejauh satu kilo meter (1 Km) dengan waktu tempuh 15 hingga 20 menit tetapi itu baru sampai di tempat parkiran kendaraan.
Sunsa Namo
Sunsa Namo menjadi spot pembuka yang disuguhkan. Dari area parkir ke Sunsa Namo, ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit.
Sebelum sampai ke Sunsa Namo terdapat tempat cek poin yang sedikit memberikan petunjuk tentang alur dan estimasi waktu dan jarak tempuh dari objek satu ke objek lainnya.
Untuk sampai ke Sunsa Namo, harus melewati jalan yang cukup menantang karena kondisi jalan yang cukup terjal.
Kadang membuat kaki gemetar lantaran harus turun melalui anak tangga yang dibuat seadanya dari kayu oleh masyarakat.
Namun jangan kuatir, perjuangan tidak sia-sia, Sunsa Namo akan membayarnya dengan keindahan dan keunikan yang sangat memikat hati.
Percikan air yang jatuh dari ketinggian kurang lebih 20 meter dari bibir tebing batu, memperlihatkan keindahan luar biasa, ditambah percikan air yang terlihat menyerupai kabut saat angin menghempasnya.

Air terjun Sunsa Namo, Foto : inforakyatnews/paulus
Tidak hanya memanjakan mata, pengunjung juga bisa merasakan sensasi sentuhan air terjun Sunsa Namo dengan berdiri di atas bebatuan besar yang berada di bawahnya, namun tetap hati-hati, sebab batu yang basah menyebabkan licin, bisa membuat kita terkilir.
Selain air terjunnya, hamparan tebing batu dengan permukaan di atasnya yang sedikit agak condong ke luar, membuat area di bawahnya terlihat layaknya sebuah gua dengan bentangan panjang diperkirakan mencapai 10 meter, sehingga sangat bagus untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan air yang jatuh.
Tepat di bawah tempat air jatuh, terdapat sebuah kolam sehingga air yang jatuh dapat tertampung sebelum akhirnya mengalir melalui sungai.
Sejarah Sunsa Namo
Menurut cerita sejarah yang dimiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Loha, Sunsa Namo adalah tempat manusia jaman dahulu berburu binatang liar maupun hewan air.
Disebutkan, aktivitas perburuan binatang liar secara tradisional pada jaman dulu itu menggunakan anjing pemburu sebagai salah satu media bantu untuk berburu.
Berburu dengan cara ini disebut masyarakat Manggarai dengan sebutan ‘Bang’.
Sementara jika berburu dengan menangkap hewan air seperti ikan, belut, udang dan sejenisnya disebut ‘wonok’. Disebutkan bahwa Sunsa Namo kala itu menjadi salah satu tempat wonok.
Kegiatan bang dan wonok adalah cara manusia di jamannya untuk mempertahankan hidup.
Nua Waka
Bergeser sekitar 100 meter dari Sunsa Namo, terdapat sebuah gua alam atau terowongan bawah tanah yang oleh masyarakat setempat menyebutnya Nua Waka.
Nua Waka adalah lubang bawah tanah yang menurut catatan Pokdarwis Desa Loha, tingginya 4 m, lebarnya 3 m dan panjangnya sejauh 1000m2.
Di permukaan Nua Waka tampak seperti sebuah lubang yang dibuat dalam sebuah batu raksasa. Hal itu terlihat dimana langit-langit dinding dan bagian bawahnya semua adalah batu yang tidak terpisah antara bagian yang satu dan bagian lainnya.
Pada sebagian permukaan Nua Waka tampak sebuah batu besar menutupi separuh pintu masuk, sementara pada sebagian lainnya teraliri air yang mengalir dari terowongan Nua Waka sehingga sedikit menyulitkan orang untuk masuk ke dalam.

Terowongan bawah tana Nuwa Waka, foto : inforakyatnews/paulus
Namun ketika berhasil masuk, pengunjung akan merasakan suasana menyenangkan namun juga membuat jantung berdebar sebab sejauh kurang lebih 7-10 m dari permukaan gua, tampak gelap sehingga bunyi semburan air yang mengalir serasa menakutkan tetapi Nua Waka adalah gua alam yang unik dan sangat indah.
Sejarah Nua Waka
Di balik keindahan dan keunikannya, Nua Waka memiliki sejarah yang sangat penting.
Dari sejarah singkat yang dimiliki Pokdarwis Desa Loha menyebut Nua Waka merupakan benteng pertkahanan para tokoh perang pada zaman dahulu. Masa di mana perang perebutan batas wilayah kala itu masih banyak terjadi di wilayah Nusantara semasa sistem pemerintahan kerajaan.
Disebutkan bahwa Nua Waka dipakai sebagai benteng untuk mempertahankan batas wilayah. Nua Waka juga dalam bahasa lokal (Manggarai), dikenal dengan sebutan ‘lami rahit’.
Tiwu Roh
Dari Nua Waka menuju kolam alam. Tak jauh dari tempat itu terdapat sebuah Kolam Alam. Oleh masyarakat setempat menyebutnya Tiwu Roh.

Kolam alam Tiwu Roh, foto : inforakyatnews/paulus
Tiwu Roh merupakan salah satu objek wisata Desa Loha yang memberikan nuansa berbeda.
Di sini pengunjung bisa merasakan sensasi kesegaran air tawar yang bersih dengan berenang sambil sesekali melompat dari antara bebatuan di sekitar yang ketinggiannya hanya mencapai dua hingga tiga meter.
Sejarah Tiwu Roh
Di balik keindahan itu, Tiwu Roh juga ternyata memiliki sejarah tersendiri.
Konon ceritanya, Tiwu Roh memiliki kekuatan gaib dan dijaga oleh penunggu atau mahkluk astral tak kasat mata.
Dari namanya memang seakan membenarkan hal tersebut, sebab dalam bahasa setempat (bahasa Manggarai,-red), Tiwu adalah kolam (alam) dengan ukuran kedalaman tertentu, sedangkan Roh adalah kekuatan gaib.
Oleh orang orang jaman dahulu, Tiwu Roh dipercayakan sebagai tempat yang memiliki kekuatan tersendiri terutama untuk melanggengkan perjodohan atau percintaan, sehingga di zaman itu pasangan kekasih memanfaatkan Tiwu Roh untuk meminta agar hubungan mereka dijaga dan tetap langgeng.
Di zaman itu, Tiwu Roh digunakan para pemuda-pemudi untuk berkeramas rambut, dalam bahasa Manggarai disebut ‘Rono’.
Namun keramas di zaman itu bukan menggunakan shampo tapi menggunakan potongan isi kelapa yang sudah tua dan dikeringkan lalu dibakar kemudian dikunyah dan disimpan di tempat yang biasanya menggunakan tempurung kelapa. Kelapa kunyahan itu dikeramas di rambut.
Namun rono itu juga secara interprestasi masyarakat setempat sebagai bertemunya pasangan kekasih (konteks positif).
Meski begitu, Tiwu Roh yang dipercayakan sebagai tempat permohonan melanggengkan perjodohan, tidak hanya oleh masyarakat jaman dahulu. Masyarakat Desa Loha zaman sekarang juga ternyata masih mempercayai itu meskipun tidak melakukan permohonan seperti yang dilakukan pada masa yang lalu.
Sunsa Namo, Nua Waka dan Tiwu Roh adalah tiga objek wisata di Desa Loha yang sangat disayangkan kalau tidak dikunjungi.
Selain tiga objek tersebut desa ini juga memiliki objek wisata lainnya di antaranya Tiwu Ndeleng dan Roang Niki.
Selain objek wisata, Desa Loha juga merupakan kawasan budi daya tanaman vanili berkualitas.
Kehidupan sosial masyarakat Desa Loha sangat baik. Prinsip menjunjung tinggi budaya adalah faktor utama terciptanya kerukunan antar masyarakat.
Kondisi ini sangat mendukung potensi sumber daya alam untuk diperhatikan pemerintah.
Desa Loha telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu desa wisata. Pemerintah Desa Loha telah melakukan berbagai langkah untuk pengelolaan wisata di desa tersebut dengan membentuk Pokdarwis. (*)
Penulis: Paulus Nabang
Berita Utama
Solid Bergerak Dalam Tajuk Pemerintahan, Paripurna Dprd hari ini CS-SR Tampak Berdampingan Dalam Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD,

inforakyatnews.com – Tomohon, – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon dilaksanakan guna mendengarkan penjelasan Wali Kota mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Dalam kesempatan ini, Sendy Rumajar turut mendampingi Wali Kota sepanjang seluruh rangkaian pembahasan. hari ini Ruang Rapat Utama gedung Dprd Tomohon, rabu/24/06/2026.
Agenda utama rapat meliputi:
1. Penyampaian dan penjelasan Wali Kota terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD T.A 2025;

2. Pembacaan dan penyampaian Pemandangan Umum dari seluruh Fraksi di DPRD Kota Tomohon;

3. Penyampaian tanggapan sekaligus jawaban resmi Wali Kota atas seluruh poin yang dikemukakan dalam Pemandangan Umum Fraksi‑fraksi tersebut.

Selama proses berlangsung, Sendy Rumajar mendampingi Wali Kota dalam memberikan klarifikasi, melengkapi data pelaksanaan program kerja, serta menjabarkan rincian penggunaan anggaran yang telah disalurkan ke berbagai sektor pembangunan, pelayanan masyarakat, dan kegiatan pendukung lainnya di wilayah Kota Tomohon sepanjang tahun anggaran 2025.
Kegiatan berjalan tertib dan konstruktif, mencerminkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Tomohon dan DPRD dalam menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pengelolaan keuangan daerah demi kepentingan seluruh warga.
Seiring sejalan, CSSR tetap konsisten menempuh tajuk pemerintahan sampai akhir masa jabatan. Komitmen membangun serta mempererat hubungan yang baik dan konstruktif terus dipegang teguh — baik antarunsur pemerintahan, bersama DPRD, maupun dengan seluruh lapisan masyarakat — demi kelancaran pembangunan dan pelayanan yang berkelanjutan di Kota Tomohon.
Daerah
Aksi Sosial Bersih Lingkungan Kpab Volcano Tomohon Menuai Simpati, Perjalanan 25 Tahun Berorganisasi Menambah Marwah Citra Positif Kalangan Pencinta Alam


inforakyatnews.com – TOMOHON, Aksi Bersih Lingkungan adalah bentuk aksi sosial lingkungan yang terlaksana Oleh Kelompok Pencinta Alam Bebas “Volcano” berhasil Menuai Simpati di Kalangan Masyarakat, Selasa 23.06.2026,


Pengalaman puluhan tahun yang dikenal luas di kalangan Pencinta Alam, menjadikan KPAB Volcano Tomohon sebagai salah satu kelompok pencinta alam yang memiliki rekam jejak panjang dan terpercaya. Konsistensinya menjaga alam dan lingkungan sejak tahun 2000-an masih mengakar kuat, berbagai terobosan-terobosan aksi terus dilakukan agar manfaat yang dirasakan masyarakat makin nyata dan berkelanjutan.

Gerakan kali ini menyasar Kelurahan Kakaskasen 2, tempat keluhan warga mengenai banjir yang kerap melanda berbagai wilayah pemukiman dinilai belum mendapatkan perhatian yang cukup. Menanggapi hal tersebut, KPAB Volcano Tomohon langsung turun tangan menggelar aksi bersih lingkungan demi mengurangi risiko bencana yang terus berulang.
Salah satu warga setempat, Om Utu, mengungkapkan keluh kesahnya: “Odoh memang so stengah mati, sasadiki banjer, got so ta prop deng material paser tanah deng sampah, lengkali mo lewat aer so di jalan samua, deng oto so stengah mati mo lewat.” terangnya.
KPAB VOLCANO TOMOHON, melalui rencana yang matang dan dukungan anggotanya berhasil membuat
Kegiatan berjalan meriah berkat kehadiran peserta undangan dari berbagai komunitas dan perguruan tinggi, yaitu: MPAB Arannaka Unsrit, KPAB Tunas Muda, MPA Society FEKON Unima, MPA Paedagogic FIP Unima, MPA Aesthetic FBS Unima, MPA Zingiber Stikes Gumato.

Inti kegiatan yang dilakukan adalah pengangkutan material penumpuk di saluran air dan selokan, meliputi pasir, tanah, genangan air kotor, sampah anorganik, serta rumput liar yang menutupi aliran. Penumpukan ini diketahui menjadi penyebab utama aliran air tersumbat saat hujan turun lebat, persis seperti yang dirasakan warga.
Dalam kesempatan itu, KPAB Volcano juga menyampaikan imbauan kepada pihak pemerintah kelurahan setempat agar lebih intensif dan teratur melakukan pemeliharaan saluran air serta penanggulangan risiko bencana banjir yang kerap melanda lokasi tersebut.
Penanganan yang rutin dan terpadu sejak tahap pencegahan dinilai akan sangat membantu melindungi warga dari kerugian saat musim hujan tiba.
Selain mengangkut sumbatan, peserta bersama-sama memilah sampah yang bisa didaur ulang dan membuang sisanya sesuai prosedur aman bagi lingkungan. Kegiatan ini sekaligus mengajak warga sekitar turut menjaga kebersihan selokan di depan rumah masing-masing.
KPAB Volcano menegaskan gerakan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala — bukan sekadar bersih-bersih sesaat, melainkan membangun budaya peduli lingkungan dan kesiapan menghadapi bencana, dengan dukungan luas dari berbagai elemen pemuda dan pelajar, Masyarakat dan Pemerintah. (Arn.01)
Berita Utama
DPRD Kota Tomohon Susun Agenda Kerja Bulan Juni Melalui Rapat Badan Musyawarah

inforakyatnews.com – Tomohon, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menggelar rapat Badan Musyawarah (BANMUS) pada hari Selasa, 2 Juni 2026.

Rapat ini diselenggarakan khusus untuk menyusun dan menetapkan rencana kerja serta agenda kegiatan yang akan dilaksanakan selama bulan Juni.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang, S.Sos., dan dihadiri oleh para Wakil Ketua serta seluruh anggota BANMUS.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai hal prioritas yang menjadi fokus pelaksanaan tugas dan fungsi dewan dalam rangka pengawasan, penyusunan kebijakan, dan penyaluran aspirasi masyarakat.
Hasil keputusan yang disepakati dalam rapat ini selanjutnya akan menjadi acuan utama dan pedoman bagi seluruh unsur DPRD Kota Tomohon dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sepanjang bulan berjalan.






