Connect with us

Daerah

Air Terjun, Gua Bawah Tanah Dan Kolam Alam, Suguhan Indah Desa Loha

Published

on

inforakyatnews.com – Jika anda adalah pencinta alam ataupun anda hanya sekedar ingin melepas kepenatan dari padatnya kesibukan akibat tuntutan pekerjaan anda maka Desa Loha, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat adalah salah satu tempat yang paling direkomendasikan untuk dikunjungi.

Di desa ini akan disuguhkan berbagai macam keindahan alam yang dijamin dapat menyegarkan kembali pikiran bahkan bisa membuat pengunjung betah dan tidak akan bosan untuk menikmatinya.

Berwisata ke Desa Loha, akan dapat menambah pengalaman petualangan yang sulit untuk dilupakan bagi para pengunjung, sebab beberapa objek wisata alam nan eksotik, seperti Air Terjun, Gua Alam atau terowongan bawah tanah dan juga Kolam Alam, menyuguhkan keindahan serta memiliki kisah sejarah yang unik dan sangat menarik untuk disimak.

Desa Loha merupakan salah satu desa di Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT). Desa ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat. Letaknya berada tepat di jalur utama Labuan Bajo – Pacar – Golo Welu.

Berjarak kurang lebih 54 kilo meter (km) ke arah utara dari Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Desa Loha dapat ditempuh melalui perjalanan darat dengan waktu tempuh mencapai 2 jam menggunakan kendaraan roda empat.

Jika menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda motor maka jarak tempuh bisa kurang dari dua jam atau lebih cepat jika di bandingkan dengan menggunakan roda empat.

Rasa penasaran dan tidak sabar akan semakin kuat dirasakan untuk segera menuju tiga objek wisata alam di Desa Loha tersebut ketika sudah tiba di Loha. Keluar dari jalur utama Labuan Bajo – Pacar – Golo Welu, masuk ke arah selatan, tempat di mana objek wisata alam itu berada.

Dari jalur utama, ditempuh sejauh satu kilo meter (1 Km) dengan waktu tempuh 15 hingga 20 menit tetapi itu baru sampai di tempat parkiran kendaraan.

Sunsa Namo

Sunsa Namo menjadi spot pembuka yang disuguhkan. Dari area parkir ke Sunsa Namo, ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit.

Sebelum sampai ke Sunsa Namo terdapat tempat cek poin yang sedikit memberikan petunjuk tentang alur dan estimasi waktu dan jarak tempuh dari objek satu ke objek lainnya.

Untuk sampai ke Sunsa Namo, harus melewati jalan yang cukup menantang karena kondisi jalan yang cukup terjal.

Kadang membuat kaki gemetar lantaran harus turun melalui anak tangga yang dibuat seadanya dari kayu oleh masyarakat.

Namun jangan kuatir, perjuangan tidak sia-sia, Sunsa Namo akan membayarnya dengan keindahan dan keunikan yang sangat memikat hati.

Percikan air yang jatuh dari ketinggian kurang lebih 20 meter dari bibir tebing batu, memperlihatkan keindahan luar biasa, ditambah percikan air yang terlihat menyerupai kabut saat angin menghempasnya.

Air terjun Sunsa Namo, Foto : inforakyatnews/paulus

Tidak hanya memanjakan mata, pengunjung juga bisa merasakan sensasi sentuhan air terjun Sunsa Namo dengan berdiri di atas bebatuan besar yang berada di bawahnya, namun tetap hati-hati, sebab batu yang basah menyebabkan licin, bisa membuat kita terkilir.

Selain air terjunnya, hamparan tebing batu dengan permukaan di atasnya yang sedikit agak condong ke luar, membuat area di bawahnya terlihat layaknya sebuah gua dengan bentangan panjang diperkirakan mencapai 10 meter, sehingga sangat bagus untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan air yang jatuh.

Tepat di bawah tempat air jatuh, terdapat sebuah kolam sehingga air yang jatuh dapat tertampung sebelum akhirnya mengalir melalui sungai.

Sejarah Sunsa Namo

Menurut cerita sejarah yang dimiliki Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Loha, Sunsa Namo adalah tempat manusia jaman dahulu berburu binatang liar maupun hewan air.

Disebutkan, aktivitas perburuan binatang liar secara tradisional pada jaman dulu itu menggunakan anjing pemburu sebagai salah satu media bantu untuk berburu.

Berburu dengan cara ini disebut masyarakat Manggarai dengan sebutan ‘Bang’.

Sementara jika berburu dengan menangkap hewan air seperti ikan, belut, udang dan sejenisnya disebut ‘wonok’. Disebutkan bahwa Sunsa Namo kala itu menjadi salah satu tempat wonok.

Kegiatan bang dan wonok adalah cara manusia di jamannya untuk mempertahankan hidup.

Nua Waka

Bergeser sekitar 100 meter dari Sunsa Namo, terdapat sebuah gua alam atau terowongan bawah tanah yang oleh masyarakat setempat menyebutnya Nua Waka.

Nua Waka adalah lubang bawah tanah yang menurut catatan Pokdarwis Desa Loha, tingginya 4 m, lebarnya 3 m dan panjangnya sejauh 1000m2.

Di permukaan Nua Waka tampak seperti sebuah lubang yang dibuat dalam sebuah batu raksasa. Hal itu terlihat dimana langit-langit dinding dan bagian bawahnya semua adalah batu yang tidak terpisah antara bagian yang satu dan bagian lainnya.

Pada sebagian permukaan Nua Waka tampak sebuah batu besar menutupi separuh pintu masuk, sementara pada sebagian lainnya teraliri air yang mengalir dari terowongan Nua Waka sehingga sedikit menyulitkan orang untuk masuk ke dalam.

Terowongan bawah tana Nuwa Waka, foto : inforakyatnews/paulus

Namun ketika berhasil masuk, pengunjung akan merasakan suasana menyenangkan namun juga membuat jantung berdebar sebab sejauh kurang lebih 7-10 m dari permukaan gua, tampak gelap sehingga bunyi semburan air yang mengalir serasa menakutkan tetapi Nua Waka adalah gua alam yang unik dan sangat indah.

Sejarah Nua Waka

Di balik keindahan dan keunikannya, Nua Waka memiliki sejarah yang sangat penting.

Dari sejarah singkat yang dimiliki Pokdarwis Desa Loha menyebut Nua Waka merupakan benteng pertkahanan para tokoh perang pada zaman dahulu. Masa di mana perang perebutan batas wilayah kala itu masih banyak terjadi di wilayah Nusantara semasa sistem pemerintahan kerajaan.

Disebutkan bahwa Nua Waka dipakai sebagai benteng untuk mempertahankan batas wilayah. Nua Waka juga dalam bahasa lokal (Manggarai), dikenal dengan sebutan ‘lami rahit’.

Tiwu Roh

Dari Nua Waka menuju kolam alam. Tak jauh dari tempat itu terdapat sebuah Kolam Alam. Oleh masyarakat setempat menyebutnya Tiwu Roh.

Kolam alam Tiwu Roh, foto : inforakyatnews/paulus

Tiwu Roh merupakan salah satu objek wisata Desa Loha yang memberikan nuansa berbeda.

Di sini pengunjung bisa merasakan sensasi kesegaran air tawar yang bersih dengan berenang sambil sesekali melompat dari antara bebatuan di sekitar yang ketinggiannya hanya mencapai dua hingga tiga meter.

Sejarah Tiwu Roh

Di balik keindahan itu, Tiwu Roh juga ternyata memiliki sejarah tersendiri.

Konon ceritanya, Tiwu Roh memiliki kekuatan gaib dan dijaga oleh penunggu atau mahkluk astral tak kasat mata.

Dari namanya memang seakan membenarkan hal tersebut, sebab dalam bahasa setempat (bahasa Manggarai,-red), Tiwu adalah kolam (alam) dengan ukuran kedalaman tertentu, sedangkan Roh adalah kekuatan gaib.

Oleh orang orang jaman dahulu, Tiwu Roh dipercayakan sebagai tempat yang memiliki kekuatan tersendiri terutama untuk melanggengkan perjodohan atau percintaan, sehingga di zaman itu pasangan kekasih memanfaatkan Tiwu Roh untuk meminta agar hubungan mereka dijaga dan tetap langgeng.

Di zaman itu, Tiwu Roh digunakan para pemuda-pemudi untuk berkeramas rambut, dalam bahasa Manggarai disebut ‘Rono’.

Namun keramas di zaman itu bukan menggunakan shampo tapi menggunakan potongan isi kelapa yang sudah tua dan dikeringkan lalu dibakar kemudian dikunyah dan disimpan di tempat yang biasanya menggunakan tempurung kelapa. Kelapa kunyahan itu dikeramas di rambut.

Namun rono itu juga secara interprestasi masyarakat setempat sebagai bertemunya pasangan kekasih (konteks positif).

Meski begitu, Tiwu Roh yang dipercayakan sebagai tempat permohonan melanggengkan perjodohan, tidak hanya oleh masyarakat jaman dahulu. Masyarakat Desa Loha zaman sekarang juga ternyata masih mempercayai itu meskipun tidak melakukan permohonan seperti yang dilakukan pada masa yang lalu.

Sunsa Namo, Nua Waka dan Tiwu Roh adalah tiga objek wisata di Desa Loha yang sangat disayangkan kalau tidak dikunjungi.

Selain tiga objek tersebut desa ini juga memiliki objek wisata lainnya di antaranya Tiwu Ndeleng dan Roang Niki.

Selain objek wisata, Desa Loha juga merupakan kawasan budi daya tanaman vanili berkualitas.

Kehidupan sosial masyarakat Desa Loha sangat baik. Prinsip menjunjung tinggi budaya adalah faktor utama terciptanya kerukunan antar masyarakat.

Kondisi ini sangat mendukung potensi sumber daya alam untuk diperhatikan pemerintah.

Desa Loha telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu desa wisata. Pemerintah Desa Loha telah melakukan berbagai langkah untuk pengelolaan wisata di desa tersebut dengan membentuk Pokdarwis. (*)

 

Penulis: Paulus Nabang

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Momen Idul Adha 1447 H: Pimpinan Dan Seluruh Anggota Dprd Kota Tomohon Serukan Semangat Pengorbanan Dan Persatuan, Kepedulian Bagi Seluruh Masyarakat

Published

on

inforakyatnews.com – TOMOHON, 27 MEI 2026 – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini, Pimpinan beserta seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menyampaikan ucapan selamat dan doa tulus bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon, khususnya umat Islam, serta seluruh warga masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.

Momen suci ini diharapkan menjadi sarana memperkokoh persaudaraan, menebar kasih sayang, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekhasan dan kebanggaan Kota Bunga.

Atas nama seluruh komponen legislatif daerah, Ketua DPRD Kota Tomohon didampingi oleh Wakil Ketua dan para Pimpinan Komisi, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna utama Idul Adha, yakni semangat pengorbanan, ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang tinggi.

Nilai-nilai luhur inilah yang diharapkan dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah, bermasyarakat, maupun dalam pembangunan daerah.

“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Di hari yang mulia ini, kami Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kota Tomohon, mengucapkan selamat beribadah kurban dan merayakan hari raya bagi seluruh keluarga besar masyarakat Tomohon.

Semoga ibadah, pengorbanan, dan ketulusan hati kita senantiasa dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT, serta menjadi berkah bagi tanah air dan daerah tercinta ini,” demikian bunyi pernyataan resmi yang disampaikan.

Dalam pesannya, para wakil rakyat menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar tradisi menyembelih hewan kurban, melainkan simbol nyata dari keberanian berkorban demi kebenaran, ketundukan kepada Sang Pencipta, serta kepedulian nyata untuk berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan, kaum dhuafa, dan warga yang kurang beruntung.

Semangat berbagi inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan sejahtera.

“Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah teladan abadi bagi kita semua. Ajaran ini mengingatkan kita untuk rela berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan harta demi kebaikan bersama, demi persatuan, dan demi kesejahteraan masyarakat.

Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan yang kita hadapi, semangat Idul Adha harus hadir dalam bentuk kerja keras, gotong royong, dan kebersamaan kita membangun Tomohon,” tambah pernyataan tersebut.

Lebih jauh, Pimpinan dan Anggota DPRD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kedamaian. Sebagai kota yang majemuk dan dikenal aman serta damai, Tomohon diharapkan tetap menjadi contoh harmoni hidup berdampingan.

Nilai berbagi dan peduli yang diajarkan pada Idul Adha diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antarumat beragama, memperkuat rasa persatuan, dan menjaga keutuhan masyarakat.

Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD Kota Tomohon berkomitmen untuk menerapkan semangat Idul Adha dalam setiap kebijakan, pengawasan, dan aspirasi yang diperjuangkan. “Kami berjanji untuk terus berkorban waktu dan pikiran, berdedikasi tinggi, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas segalanya, sebagaimana esensi ibadah kurban itu sendiri: hadir memberikan manfaat bagi orang banyak,” tegas para anggota dewan.

Di akhir pesan, seluruh jajaran legislatif mendoakan agar Kota Tomohon senantiasa diberkahi, dijauhkan dari marabahaya, dan semakin maju, indah, serta sejahtera di bawah naungan semangat persaudaraan yang kokoh.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447H/2026 M. Mari jadikan momentum kurban untuk memperkuat keikhlasan, kepedulian sosial, dan menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman Kota Tomohon.
Semoga kedamaian dan berkah Allah SWT selalu menyertai kita semua.”

Continue Reading

Berita Utama

BAPEMPERDA DPRD TOMOHON Gelar Audiensi Dengan BPAN : Kuatkan Payung Hukum Pelestarian Adat Dan Budaya Sebagai Jati Diri Kota Bunga

Published

on

inforakyatnews.com – TOMOHON – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmen kuatnya untuk senantiasa membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik dalam setiap tahapan penyusunan produk hukum daerah yang inklusif, partisipatif, dan berpihak pada nilai-nilai kearifan lokal. Komitmen ini dibuktikan secara nyata melalui pelaksanaan Rapat Audiensi dan Dialog Strategis bersama jajaran pengurus Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Kota Tomohon, yang berlangsung Jumat (22/5/2026) di Ruang Rapat 1 Kantor DPRD Kota Tomohon.

Dalam suasana diskusi yang konstruktif dan kekeluargaan, Bapemperda dan perwakilan BPAN membahas secara mendalam urgensi penyusunan payung hukum daerah yang komprehensif. Regulasi ini diharapkan mampu memberikan perlindungan hukum yang tegas, menjamin kelestarian nilai-nilai luhur, serta mengkodifikasi kearifan lokal dan tradisi adat asli masyarakat Tomohon, agar tidak luntur atau tergerus arus perkembangan zaman dan modernisasi.

Fokus utama pembahasan juga diarahkan pada strategi penguatan kapasitas generasi muda adat agar semakin terlibat aktif, berperan sebagai pelopor, dan berkontribusi nyata dalam sektor pelestarian lingkungan hidup, pelestarian kebudayaan, serta pengembangan pariwisata yang berbasis kearifan lokal dan adat istiadat di “Kota Bunga”.

Pada kesempatan tersebut, BPAN Kota Tomohon secara resmi menyerahkan sejumlah pokok pikiran, rekomendasi, dan masukan strategis hasil kajian masyarakat adat. Dokumen ini disampaikan agar dapat dikaji, dipertimbangkan, dan diprioritaskan masuk ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), khususnya terkait regulasi yang mengatur tentang kebudayaan dan perlindungan hak masyarakat adat.

Pertemuan ini semakin mempertegas identitas dan karakter Kota Tomohon yang tidak hanya bergerak maju dalam pembangunan fisik dan modernisasi, namun tetap berdiri kokoh, berakar kuat, dan bangga mempertahankan akar budaya serta adat istiadat leluhur sebagai modal sosial terbesar dan kekayaan tak ternilai bagi daerah.

Pimpinan dan anggota Bapemperda DPRD Kota Tomohon memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian, kepekaan, dan keaktifan BPAN dalam mengawal isu-isu strategis kebudayaan di daerah. DPRD menegaskan bahwa keterlibatan langsung pemuda adat dan elemen masyarakat sipil sangat krusial dan mutlak diperlukan, agar setiap Peraturan Daerah yang dilahirkan nantinya tidak hanya kuat secara yuridis, tetapi juga memiliki ikatan emosional, kultural, dan sosiologis yang kuat dengan kehidupan masyarakat setempat.

“Perda yang baik adalah perda yang lahir dari aspirasi rakyat. Kehadiran BPAN sangat penting agar nilai-nilai adat dan budaya kita menjadi jiwa dari setiap aturan yang kita buat, sehingga regulasi yang ada benar-benar melindungi identitas kita sebagai masyarakat Tomohon,” tegas perwakilan Pimpinan Bapemperda.

Menutup pertemuan, kedua belah pihak menyepakati langkah konkret untuk terus menjalin komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang intensif. Sinergi ini akan terus digalakkan guna mengawal penyusunan draf regulasi pelestarian adat dan budaya ini hingga berhasil melewati seluruh tahapan pembahasan, finalisasi, hingga pengundangan resmi menjadi peraturan daerah yang sah dan mengikat.

Continue Reading

Berita Utama

Dprd Kota Tomohon Bahas Ranperda Perizinan Dan Kemudahan Berusaha: Kuatkan Instrumen Hukum, Tarik Investasi, Dan Lindungi Pelaku Usaha

Published

on

Inforakyatnews.com – TOMOHON, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melalui Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Berusaha, Pemberian Insentif, dan Kemudahan Berusaha di Daerah, menggelar rapat pembahasan intensif terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) strategis. Pertemuan yang berlangsung Jumat (22/5) di Ruang Rapat Kantor DPRD Kota Tomohon ini bertujuan menyempurnakan substansi regulasi demi menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing tinggi di “Kota Bunga”.

Pembahasan ini diarahkan untuk merumuskan payung hukum yang komprehensif, jelas, dan mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, mulai dari calon investor, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kepentingan daerah dalam memaksimalkan potensi ekonomi. Guna memastikan ketepatan materi dan kesesuaian dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, Pansus menghadirkan jajaran instansi teknis yang berwenang, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Koperasi dan UMKM, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon.

Ketua dan anggota Pansus menegaskan, Ranperda ini disusun sebagai jawaban nyata atas tantangan ekonomi daerah yang terus berkembang, sekaligus upaya serius meningkatkan daya saing Tomohon di mata dunia usaha. Regulasi ini tidak hanya berisi soal tata cara perizinan, tetapi juga mengatur skema pemberian insentif, kemudahan prosedur, hingga perlindungan bagi keberlangsungan usaha yang beroperasi di wilayah Kota Tomohon.

“Kami merancang aturan ini dengan dua fokus utama: menarik investasi dari luar demi membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi, serta memproteksi dan memperkuat usaha-usaha lokal agar mampu tumbuh dan berkembang sejajar dengan pemain besar. Keseimbangan inilah yang kami cari dan kami pastikan tertuang jelas dalam pasal-pasal nantinya,” ujar perwakilan Pansus dalam rapat.

Lebih lanjut, DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses pembahasan dan penyempurnaan draf secara tepat waktu. Hal ini penting agar segera tersedia instrumen hukum yang kuat, pasti, dan berkekuatan mengikat sebagai landasan pelayanan publik dan penanaman modal.

Melalui regulasi baru ini, diharapkan seluruh hubungan kemitraan, transaksi investasi, dan layanan perizinan di Kota Tomohon ke depan berjalan jauh lebih transparan, akuntabel, efisien, dan bebas dari hambatan birokrasi yang berbelit. Dampak akhirnya ditargetkan langsung dirasakan oleh masyarakat luas, berupa peningkatan pendapatan daerah, perluasan kesempatan berusaha, serta kesejahteraan ekonomi seluruh warga Kota Tomohon.

Hasil pembahasan tahap ini akan menjadi bahan penyempurnaan akhir sebelum Ranperda dibawa ke tingkat pembahasan berikutnya menuju persetujuan bersama dan pengundangan menjadi Peraturan Daerah.

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Berita Utama5 hari ago

Momen Idul Adha 1447 H: Pimpinan Dan Seluruh Anggota Dprd Kota Tomohon Serukan Semangat Pengorbanan Dan Persatuan, Kepedulian Bagi Seluruh Masyarakat

inforakyatnews.com – TOMOHON, 27 MEI 2026 – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026...

Berita Utama6 hari ago

BAPEMPERDA DPRD TOMOHON Gelar Audiensi Dengan BPAN : Kuatkan Payung Hukum Pelestarian Adat Dan Budaya Sebagai Jati Diri Kota Bunga

inforakyatnews.com – TOMOHON – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmen kuatnya untuk senantiasa membuka ruang seluas-luasnya...

Berita Utama6 hari ago

Dprd Kota Tomohon Bahas Ranperda Perizinan Dan Kemudahan Berusaha: Kuatkan Instrumen Hukum, Tarik Investasi, Dan Lindungi Pelaku Usaha

Inforakyatnews.com – TOMOHON, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melalui Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Berusaha, Pemberian Insentif, dan...

Berita Utama1 minggu ago

CAFE FAMESTRIA: Jadi Titik Pusat Persiapan KBK kakaskasen menuju Pertemuan Raya KBK se keuskupan Manado – Guaan 2026

inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Semangat persaudaraan dan kesiapan matang Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Yosep, Paroki St....

Berita Utama1 minggu ago

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa...

Advertisement

Trending