Connect with us

Daerah

1.442 Personel disiagakan Polda Jambi, Antisipasi Aksi Unjuk Rasa 11 April 2022

Published

on

Jambi, InforakyatNews – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menyiagakan sebanyak 1.442 personel untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa yang akan dilakukan serentak oleh mahasiswa seluruh Indonesia termasuk di Jambi pada 11 April 2022.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 1.442 personel kepolisian ditambah dengan 207 prajurit TNI dan pihak terkait lainnya.

“Polri akan mengawal dan mengamankan aksi unjuk rasa ini secara persuasif dan humanis dengan harapan agar berjalan lancar serta tidak mengganggu ketertiban umum atau terjadinya gangguan kamtibmas,” kata Mulia.

Mantan Kapolres Batanghari itu menambahkan, aksi unjuk rasa adalah dinamika demokrasi, silakan dilaksanakan dengan tertib, damai, santun dan tidak anarkis atau melanggar hukum dalam penyampaian aspirasinya.

mulia juga meminta pihak sama-sama menjaga agar situasi tetap aman dan kondusif serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang beraktifitas.

“Apabila nanti terjadi gangguan kamtibmas dan pelanggaran hukum, tentunya Polri akan bertindak tegas sesuai undang-undang dan hukum yang berlaku,” kata Mulia.(Eff).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Dprd Kota Tomohon Bahas Ranperda Perizinan Dan Kemudahan Berusaha: Kuatkan Instrumen Hukum, Tarik Investasi, Dan Lindungi Pelaku Usaha

Published

on

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 22 MEI 2026 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melalui Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Berusaha, Pemberian Insentif, dan Kemudahan Berusaha di Daerah, menggelar rapat pembahasan intensif terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) strategis. Pertemuan yang berlangsung Jumat (22/5) di Ruang Rapat Kantor DPRD Kota Tomohon ini bertujuan menyempurnakan substansi regulasi demi menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berdaya saing tinggi di “Kota Bunga”.

Pembahasan ini diarahkan untuk merumuskan payung hukum yang komprehensif, jelas, dan mengakomodasi kepentingan berbagai pihak, mulai dari calon investor, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kepentingan daerah dalam memaksimalkan potensi ekonomi. Guna memastikan ketepatan materi dan kesesuaian dengan aturan perundang-undangan yang berlaku, Pansus menghadirkan jajaran instansi teknis yang berwenang, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Koperasi dan UMKM, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Tomohon.

Ketua dan anggota Pansus menegaskan, Ranperda ini disusun sebagai jawaban nyata atas tantangan ekonomi daerah yang terus berkembang, sekaligus upaya serius meningkatkan daya saing Tomohon di mata dunia usaha. Regulasi ini tidak hanya berisi soal tata cara perizinan, tetapi juga mengatur skema pemberian insentif, kemudahan prosedur, hingga perlindungan bagi keberlangsungan usaha yang beroperasi di wilayah Kota Tomohon.

“Kami merancang aturan ini dengan dua fokus utama: menarik investasi dari luar demi membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi, serta memproteksi dan memperkuat usaha-usaha lokal agar mampu tumbuh dan berkembang sejajar dengan pemain besar. Keseimbangan inilah yang kami cari dan kami pastikan tertuang jelas dalam pasal-pasal nantinya,” ujar perwakilan Pansus dalam rapat.

Lebih lanjut, DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses pembahasan dan penyempurnaan draf secara tepat waktu. Hal ini penting agar segera tersedia instrumen hukum yang kuat, pasti, dan berkekuatan mengikat sebagai landasan pelayanan publik dan penanaman modal.

Melalui regulasi baru ini, diharapkan seluruh hubungan kemitraan, transaksi investasi, dan layanan perizinan di Kota Tomohon ke depan berjalan jauh lebih transparan, akuntabel, efisien, dan bebas dari hambatan birokrasi yang berbelit. Dampak akhirnya ditargetkan langsung dirasakan oleh masyarakat luas, berupa peningkatan pendapatan daerah, perluasan kesempatan berusaha, serta kesejahteraan ekonomi seluruh warga Kota Tomohon.

Hasil pembahasan tahap ini akan menjadi bahan penyempurnaan akhir sebelum Ranperda dibawa ke tingkat pembahasan berikutnya menuju persetujuan bersama dan pengundangan menjadi Peraturan Daerah.

Continue Reading

Berita Utama

CAFE FAMESTRIA: Jadi Titik Pusat Persiapan KBK kakaskasen menuju Pertemuan Raya KBK se keuskupan Manado – Guaan 2026

Published

on

inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Semangat persaudaraan dan kesiapan matang Kaum Bapak Katolik (KBK) St. Yosep, Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, kian tampak nyata. Kini, Cafe Famestria – tempat usaha milik bersama keluarga besar KBK Kakaskasen – resmi berperan sebagai Center Point atau Titik Pusat Kegiatan, persiapan logistik, dan wadah pemantapan kekompakan seluruh anggota, khususnya dalam rangka menyambut dan mengikuti Pertemuan Berkala KBK Keuskupan Manado yang akan digelar bulan Juli mendatang di Paroki Guaan, Minahasa Selatan.

Bukan sekadar tempat usaha biasa, Cafe Famestria kini bertransformasi menjadi rumah kedua bagi para bapak-bapak di Kakaskasen. Di sinilah denyut nadi organisasi berdetak kian kuat; di sini pula segala persiapan, diskusi, latihan, dan konsolidasi dilakukan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Keberadaan tempat ini menjadi bukti nyata kemandirian, kerja sama, dan jiwa wirausaha para anggota, yang hasilnya langsung dikembalikan untuk kemajuan bersama pelayanan gerejawi.

Menjelang acara akbar di Guaan nanti, Cafe Famestria menjadi markas utama penyusunan strategi dan kesiapan logistik. Segala kebutuhan, mulai dari perlengkapan rombongan, konsumsi, hingga administrasi keberangkatan, dipersiapkan, diatur, dan dikumpulkan di lokasi ini. Hal ini memudahkan koordinasi, memastikan segala sesuatu berjalan rapi, dan menjamin tidak ada satu pun hal yang terlewat, sehingga rombongan KBK Kakaskasen dapat berangkat dengan lengkap, aman, dan nyaman.

Lebih dari itu, tempat ini kini berdenyut dengan berbagai aktivitas positif dan latihan rutin yang digelar setiap saat. Ruang luas dan suasana nyaman di Cafe Famestria dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat latihan berbagai penampilan dan materi yang akan dibawa maupun ditampilkan dalam pertemuan nanti, maupun untuk pembinaan iman dan persaudaraan sehari-hari.

Berbagai kegiatan latihan sudah berjalan rutin dan antusias, antara lain:
✅ Latihan Line Dance: Menyuguhkan semangat ceria, kekompakan gerak, dan kesehatan jasmani yang dilakukan bersama-sama.
✅ Pemantapan KOOR Seri A: Latihan nyanyian , agar suara dan lantunan doa umat Kakaskasen dapat berkumandang indah dan menguatkan di tengah ribuan umat yang berkumpul nanti.
✅ Latihan Tari Pasutri: Pertunjukan seni yang sarat makna, menggambarkan keindahan, keharmonisan, dan sakramen pernikahan serta persatuan dalam keluarga, yang menjadi salah satu materi unggulan dari Kakaskasen.
✅ Serta berbagai latihan seni, doa, dan persiapan materi lainnya yang terus digalakkan.

Ketua KBK St. Yosep Paroki Kakaskasen “Steven “epos” Lasut”, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberadaan Cafe Famestria yang sangat besar manfaatnya ini.
“Cafe Famestria adalah bukti kerja keras dan kepedulian kita semua. Tempat ini bukan sekadar tempat minum atau makan, tapi jantung dari gerakan kita. Di sini kita bertemu, bersenda gurau, saling menguatkan, dan mempersiapkan segalanya demi nama baik paroki kita. Menjelang keberangkatan ke Guaan nanti, tempat ini menjadi sangat penting: pusat pengumpulan logistik, pusat latihan, dan pusat penyatuan hati. Semakin sering kita berkumpul dan berlatih di sini, semakin kuat soliditas kita, semakin siap kita bergerak,” ungkapnya penuh semangat.

Para anggota pun sangat antusias menyambut peran strategis Cafe Famestria. Bagi mereka, berkumpul dan berlatih di tempat usaha milik sendiri memberikan rasa bangga, rasa memiliki, dan semangat yang berbeda. Suasana kebersamaan yang terjalin semakin mengokohkan persaudaraan, sekaligus memastikan bahwa KBK Kakaskasen akan tampil kompak, siap, dan membawa nama baik Paroki St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen di ajang pertemuan raya tingkat Keuskupan nanti.

Dengan Optimis melantangkan kesiapan Timnya yang semakin matang, logistik yang terjamin, dan kekompakan yang semakin kokoh di bawah satu payung di Cafe Famestria, KBK Kakaskasen kini siap melangkah tegap, membawa semangat iman dan persaudaraan menuju Guaan, untuk menjadi bagian dari pertemuan besar kaum bapak Katolik se-Sulawesi Utara. “Tutup Panglima KBK st. Yosep Kakaskasen tersebut.

Continue Reading

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Advertisement

Trending