Connect with us

Manado

Ferry Liando Sebut Penyelenggaraan Pemilu Harus Berprinsip Pada Nilai Pancasila

Published

on

Manado, inforakyatnews.com – Dosen Kepemiluan Ferry Daud Liando mengatakan, pengalaman pemilu 2019, banyak penyimpangan maupun kejahatan yang dilakukan oleh berbagai pihak guna memenuhi ambisi berkuasa.

Kejahatan itu telah menyimpang dari nilai-nilai pancasila.

Kejahatan pemilu yang dimaksud diantaranya aksi para caleg menyuap pemilih.

“Ada aksi para ASN dan aparat menjadi tim relawan caleg. Penyebaran berita bohong, politisasi SARA, dugaan manipulasi suara yang melibatkan caleg dan petugas,” ucap Ferry Daud Liando ketika menjadi narasumber pada diskusi bersama Badan Pengurus Cabang GMKI Manado yang bertemakan, Gerakan Mahasiswa Mengawal Pesta Demokrasi 2024, di Aula Pemkot Manado, Jumat (2/6/2023).

Oleh karena itu, kata Liando, Pemilu 2024 perlu mengedepankan prinsip-prinsip pancasila.

Pertama Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mewajibkan semua stakeholeder menjadikan Pemilu sama dengan ibadah. Jika Pemilu adalah ibadah maka tidak mungkin ada satupun pihak yang berlaku curang.

Kedua Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mewajibkan pemilu lebih manusiawi.

Tidak saling menghina atau saling memfitnah, tidak saling mencelakai atau menjatuhkan, menghindari penyebaran berita-berita bohong, menghindari politisasi SARA, serta saling menghormati baik dengan kawan maupun dengan lawan.

Ketiga Sila Persatuan Indonesia mengharuskan para pihak tidak boleh menjadi pemecah belah, adu domba serta mengobarkan rasa kebencian dan permusuhan. Pemilu harus jadi sarana integrasi bangsa.

Keempat Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan mengandung makna bahwa pemilu itu adalah sarana kedaulatan rakyat.

“Tidak boleh ada satu pihakpun yang merampas kedaulatan itu dari rakyat. Rakyat harus diberikan kebebasan untuk memilih siapa yang ia percaya,” jelasnya.

“Mengintimidasi rakyat lewat politik uang atau politisasi identitas akan menghilangkan kedaulatan pemilu itu dari rakyat,” sambungnya.

Kelima, Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini mengandung makna bahwa baik parpol, penyelenggara maupun pemilih harus berlaku adil.

“Dalam hal pelayanan pemilih atau peserta pemilu masing-masing penyelenggara harus berlaku adil,” pungkas Ferry Liando.

Pembicara lain adalah Ketua DPD PIKI Sulut Maurits Mantiri yang juga merupakan Walikota Bitung, Ketua GAMKI Sahat Sinurat dan Korwil GMKI Sulut Marcho Rampengan. (Ald)

Manado

Kapolda Sulut Buka Pelatihan Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

 

MANADO, inforakyatnews.com – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Setyo Budiyanto membuka pelatihan teknik interview dan interogasi bagi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang dilaksanakan Icitap, di Hotel Novotel, Manado, Senin (4/12/2023).

Pelatihan ini dihadiri oleh Chief of Operation USDOJ-Icitap, Kejati Sulut, Kepala UPTD PPA Sulut, Pimpinan LSM Swara Parampuang, YKYU, PJU Polda Sulut, para instruktur serta peserta dari Polda Sulut dan Polres jajaran.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Icitap dan Bareskrim Polri serta seluruh pihak yang terlibat atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan pelatihan yang rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 4 Desember hingga 8 Desember 2023,” ujar Kapolda.

Pelatihan ini lanjutnya, memiliki signifikansi yang sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan kualitas penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“UPPA memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi hak-hak perempuan dan anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Oleh karena itu, keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para Penyidik sangat menentukan keberhasilan dalam menangani kasus-kasus tersebut,” lanjutnya.

Kapolda berharap pelatihan ini dapat memberikan bekal tambahan dalam meningkatkan profesionalisme dan keahlian teknis Penyidik UPPA sehingga dapat lebih efektif dan efisien dalam menjalankan tugasnya.

“Saya harap peserta dapat berinteraksi secara aktif, bertukar pengalaman, dan belajar secara intensif dari para instruktur yang berkompeten. Junjung tinggi nilai-nilai integritas, keadilan, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas sebagai Penyidik. kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi mereka yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri,” pungkas Kapolda. (Wan/***)

Continue Reading

Breaking News

Pasca Bentrokan 2 Kelompok di Kota Bitung, Situasi Sudah Kondusif, Kapolda: Jangan Mudah Terprovokasi

Published

on

SULUT, Inforakyatnews.com – Pasca bentrokan 2 kelompok di Kota Bitung yang terjadi pada hari Sabtu, 25 November 2023 pukul 16.30 Wita, situasi kamtibmas kembali kondusif. Namun demikian polisi masih tetap berjaga di beberapa titik di Kota Bitung.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto saat menggelar konferensi pers, yang dihadiri sejumlah wartawan baik, cetak, elektronik dan media online, di Polres Bitung, Minggu (26/11/2023) malam.

“Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kota Bitung dan umumnya masyarakat Sulawesi Utara serta seluruh masyarakat Indonesia, sampai dengan malam ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Bitung aman dan terkendali. Saya sudah melakukan banyak kegiatan dari mulai pagi sampai dengan malam ini, dan banyak melakukan pertemuan dengan para tokoh, masyarakat, dan komunitas, malam ini terlihat bahwa aktivitas masyarakat di beberapa tempat berjalan seperti biasa. Mereka melakukan banyak kegiatan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya. Ini menunjukkan bahwa kegiatan atau aktivitas dan situasi kondisi di wilayah Kota Bitung ini aman dan terkendali,” katanya, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Iis Kristian, Dirreskrimum Kombes Pol Gani F. Siahaan dan Forkopimda Kota Bitung.

Pada peristiwa bentrokan antara Ormas Adat dan Ormas Keagamaan, yang menyebabkan 3 korban yaitu 2 luka-luka dan 1 meninggal dunia ini, polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku.

“Polisi sudah menangkap sebanyak 7 terduga pelaku, yaitu pria inisial RP dan HP yang diduga melakukan penganayaan di TKP Kelurahan Sari Kelapa, dan 5 terduga pelaku di TKP Jalan Sudirman, yaitu pria inisial GK, FL, BI, MP dan RA,” kata Kapolda.

Selain menangkap para terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 5 sajam jenis parang, pedang samurai, badik dan anak panah, serta 2 buah kayu totara.

Kapolda juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama ikut berpartisipasi menjaga keamanan.

“Dukung pelaksanaan tugas baik dari TNI, Polri maupun Pemerintah Kota Bitung, untuk menjaga situasi ini, tidak hanya masyarakat termasuk juga para tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, dibuktikan bahwa kemarin malam sudah dilakukan pertemuan dan sudah ada komitmen ada kesepakatan untuk tidak memperpanjang masalah ini dan kemudian mempercayakan proses penyelesaiannya dilakukan secara prosedur hukum,” pesannya.

Terkait isu-isu yang bertebaran, Kapolda minta agar tidak mudah terprovokasi. “Jangan mudah percaya dengan isu atau informasi yang sumbernya tidak bisa dipercaya, bahkan mungkin sumber-sumber yang berasal dari akun-akun yang anonim, akun-akun yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh, tidak terprovokasi dengan akun-akun atau isu-isu yang berkembang itu kalau ada informasi sekecil apapun yang kira-kira itu berhubungan dengan situasi dan kondisi yang berkembang di wilayah Kota Bitung,” imbau Irjen Pol Setyo.

Ia juga mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindak pidana penganiayaan kekerasan secara bersama-sama terhadap para korban agar segera menyerahkan diri.

“Sebaiknya menyerahkan diri, secepatnya datang ke Polres untuk kemudian menyampaikan dengan baik dan akan ditangani secara baik. Saya jamin haknya untuk kemudian diperlakukan secara baik oleh para Penyidik. Kalau tidak nanti pasti akan dilakukan upaya penangkapan atau kalau misalkan melarikan diri pasti akan dilakukan upaya dan dimasukkan dalam daftar pencarian orang,” tegasnya.

Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada wartawan yang telah berpartisipasi untuk menyampaikan imbauan terutama membuat berita-berita secara positif yang tidak tendensius dan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar.

“Harapannya kalau rekan-rekan jurnalis menyampaikan secara proporsional, mudah-mudahan permasalahan ini bisa segera selesai. Kota Bitung bisa cepat normal kembali, sebagaimana biasa, sesuai falsafah torang samua basudara,” pungkasnya. (***)

Continue Reading

Daerah

Juara Satu Yel-Yel PKK, Ketua TP-PKK Minahasa, Ny Djeneke Kumendong-Onibala, SH, MSA Ikuti Jambore Kader PKK dan Pengukuhan Bunda Literasi

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com- Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Djeneke Kumendong-Onibala SH, MSA, mengikuti kegiatan Jambore sekaligus pengukuhan sebagai Bunda Literasi kabupaten/kota. bertempat di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara, kamis (23/11/23).

Pada kegiatan ini, hadir Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan didampingi Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Devi Kartika Kandou-Tanos.

Dalam kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa berpartisipasi dalam Lomba Yel-Yel PKK antar Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Utara.

Dari hasil lomba tersebut Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa berhasil meraih Juara Harapan I.

“Sekalipun sibuk dalam pekerjaan sebagai ASN Saya bersyukur dan senang bisa berpartisipasi dalam lomba yel-yel antar Kabupaten/Kota yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, “ungkapnya.

Adapun beberapa lomba yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan sudah dinilai oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, “Harapannya Semoga Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa bisa lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang akan datang agar bisa membawa kebanggaan tersendiri untuk Minahasa yang lebih maju, Tutup Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa.(*)

Continue Reading

Trending