Connect with us

Daerah

Dialog Bersama Warga Kakas dan Kakas Barat, Bupati Kumendong Teken Prasasti Pagar Lapangan Kinakas

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Penjabat Bupati Minahasa, Dr Jemmy Stany Kumendong MSi melakukan kunjungan kerja (kunker) sekaligus melakukan tatap muka bersama forkopimcam dan perangkat kecamatan serta desa dan masyarakat yang ada di Kecamatan Kakas dan Kakas Barat. Rabu (15/11/2023),

Kegiatan kunjungan kerja berlangsung di Balai Desa Kelurahan Sendangan, Kecamatan Kakas dan dihadiri Asisten 1 Pemerintahan Setdakab Minahasa, Drs Riviva Maringka MSi, jajaran pemkab, forum komunikasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), Camat Kakas Vecky Rombot SPt, Camat Kakas Barat, Jean Sumendap SP, seluruh hukum tua serta perangkat desa yang ada dan tokoh masyarakat Kakas, Hangky A. Gerungan (HAG). Rombongan disambut meriah oleh Drum Band dan tarian Kabasaran dari para siswa sekolah dasar.

Sebelumnya dalam rangkaian kunker ini, Bupati Kumendong menandatangani prasasti Pagar Lapangan Kinakas sebagai perhatian dan kebersamaan bagi pemanfaatan masyarakat sekitar.

Bupati Kumendong menyatakan kunjungan kerja ini mengapresiasi karya yang inspiratif, inovatif, dan aspiratif dalam menjawab kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. “Saya melihat dan merasakan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dengan segenap stakeholder dalam rangka mengeksplorasi, mendorong, dan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada di Kecamatan Kakas dan Kakas Barat,” urai Bupati Kumendong sembari berharap semua komponen masyarakat akan semakin di tantang agar mampu dan berani menciptakan terobosan-terobosan baru dengan sinergitas. Tentu hal ini sebagai upaya memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kakas.

Selain itu Bupati Kumendong juga meminta masyarakat pemerintah Desa dan masyarakat menunjang berbagai program pemerintah yang melibatkan pihak penyedia. Misalnya terkait lahan tower dan lainnya. Bupati Kumendong juga mensupport perangkat pemerintahan dan guru-guru untuk tidak meninggalkan kearifan lokal, penggunaan bahasa daerah, bahasa Kakas. Hal ini dipraktikkan langsung oleh salah satu Hukum Tua yang berdialog menggunakan Bahasa Kakas. “Saya sendiri saat berkomunikasi di luar masih sering menggunakan Bahasa Kakas sebagai wajah Tou Minahasa,” ujar mantan Karo Pemerintahan Pemprov Sulut ini.

Lebih lanjut Bupati Kumendong yang juga merupakan mantan Kadis PMD Sulut, mengingatkan Hukum Tua memperhatikan penyelesaian batas desa. Kami ingin memastikan pelayanan publik secara prima, efektif, efisien dan ekonomis bagi masyarakat. Ada partisipasi aktif dari masyarakat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu akses pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan kualitas hidup semua masyarakat.

“Mari kita terus bergandengan tangan, beriringan langkah dan terus bersinergi demi masa depan Kabupaten Minahasa yang maju dan sejahtera, Seluruh masyarakat Minahasa juga harus proaktif menjaga Kamtibmas di wilayah masing-masing,” kuncinya. Diakhir kunker, Bupati Kumendong berkenan menyerahkan bantuan sosial kepada sejumlah Lansia yang hadir.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Budaya

Hari Raya Ketupat di Kelurahan Jawa-Tondano, Bupati Kumendong Dan Istri Bersilaturahmi Dengan Tokoh Agama Muslim

Published

on

Bupati Minahasa Jemmy S. Kumendong Dan Istri Bersilaturahmi Dengan Tokoh Agama Muslim di Kampung Jaton.

MINAHASA, inforakyatnews.com
– Momen Hari Raya Ketupat di Minahasa khususnya warga di Kelurahan kampung Jawa Tondano, menjadi tradisi seusai hari lebaran atau hari idul fitri, dimana disaat hari raya ketupat ini menjadi hari bersilaturahmi baik warga muslim begitupula warga non-muslim untuk saling bersalaman.

Tak terkecuali dengan menjalin keakraban antar umat beragama, Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani kumendong, M.Si bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Djenneke Kumendong- Onibala, M.Si, MSA mengunjungi salah satu tokoh agama umat muslim di kediamannya, Rabu, (17/4/2024)

Kunjungan Penjabat Bupati Minahasa disambut baik tokoh agama umat muslim di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara dalam rangka Silaturahmi di hari lebaran ketupat.

Hari Raya Lebaran Ketupat tersebut adalah sebuah tradisi peringatan hari raya Idul Fitri di Indonesia. Lebaran Ketupat atau Hari Raya Ketupat biasanya dilakasakan pada hari kedelapan setelah hari raya Idul Fitri, yang artinya pada 8 Syawal ditandai dengan memakan Ketupat.

Bupati Minahasa, Jemmy Kumendong dalam kesempatannya menyampaikan selamat merayakan hari raya ketupat bagi saudara-saudara kita umat muslim yang ada di tanah minahasa.

“Semoga dimomen hari raya lebaran ketupat ini membawah berkah bagi kita semua, atas nama pemerintah kabupaten minahasa, bersama keluarga Kumendong – Onibala mengucapkan selamat merayakan hari raya lebaran ketupat tahun 2024, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Kumendong.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Bupati Kumendong Dan Sekda Watania Ikuti Rapat Evaluasi Tugas Pemerintahan dan Pembangunan kemasyarakatan Tahun 2024

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com – Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, Mengikuti Rapat Evaluasi Tugas Pemerintahan dan Pembangunan kemasyarakatan Tahun 2024 Bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Provinsi Sulut. Rabu (17/4/24).

Dalam Rapat Evaluasi tersebut, Penjabat Bupati Minahasa, Jemmy Kumendong didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, M.Si.

“Evaluasi tadi rutin dilaksanakan setiap 3 bulan bagi para Pejabat Kepala Daerah, baik oleh Pemerintah provinsi maupun oleh Kemendagri, ada 110 indikator yang di nilai, dan tadi Saya sudah memaparkan hasil pencapaian selama Saya menjabat sebagai Bupati Minahasa, “Ucap Kumendong, Kepada Media ini, Ketika dihubungi via WA.

Lebih lanjut dikatakannya, “tentunya Saya berharap bahwa kinerja Saya selama ini akan di nilai baik oleh Tim Penilai, setelah ini tanggal 22 April akan dilaksanakan evaluasi oleh tim Kemendagri dan Saya siap untuk memaparkannya, ” Terang Bupati.

Pada kesempatan ini, Bupati Kumendong menjelaskan capaian Tugas Pemerintahan dan Pembangunan Kemasyarakatan Tahun 2024 dihadapan tim Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah.

Turut hadir mendampingi Bupati Minahasa, diantaranya Asisten Pemerintahan dan Kesra, Reviva Maringka, Plt. Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum Dan Politik, Johny Tendean, Kepala Inspektur Minahasa, Moudy Lontaan, Kepala Bappelitbangda, Philip Siwi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Minahasa Joice Pua, serta Plt. Kabag Prokopim Ricki Laloan. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Oknum Berkedok LSM Resahkan Warga, LMI: Jangan Sampai Para Kumtua Jadi Korban Pemerasan

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Keberadaan diduga oknum yang mengaku-mengaku pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) meresahkan warga.

Bahkan, kehadiran oknum-oknum yang mengatasnamakan LSM, membuat para hukum tua (Kumtua) di Minahasa diduga jadi korban pemerasan.

Terkait dengan itu, Organisasi Masyarakat (Ormas) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Laskar Manguni Indonesia (LMI) angkat bicara.

Ketua DPD-LMI Kabupaten Minahasa, Noldy Lila, mengatakan bahwa keberadaan oknum-oknum yang mengaku-ngaku LSM patut diwaspadai.

“Jangan sampai para kumtua di Minahasa jadi korban pemerasan. Dan itu perlu kita waspadai bersama,” kata Lila kepada media, Rabu (17/4/24).

Tonaas Noldy Lila menegaskan bahwa LMI Minahasa tidak akan memberi ruang kepada oknum-oknum mengaku LSM yang merugikan masyarakat.

“Kita suda menerima beberapa laporan bahwa oknum-oknum ini menakut-nakuti beberapa kumtua, yang pada ujungnya meminta uang. Dan itu tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Wakil Ketua 1 DPD-LMI Minahasa, Shyarir Masloman, menambahkan bahwa pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum menindak tegas jika ada laporan tersebut.

“Aparat kepolisian harus mengambil langka tegas jika kedapatan ada oknum-oknum mengaku LSM, yang merugikan warga, khususnya para kumtua,” imbaunya.

Menurut Masloman, keberadaan oknum-oknum LSM ini, sangat mengganggu aktivitas masyarakat, lebih khusus jalannya pemerintahan di desa.

“Bayangkan semua desa di Minahasa selalu dihantui oleh keberadaan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini. Mau jadi apa jalannya pemerintahan di desa?,” tanya dia.

Masloman juga mengingatkan kepada para Kumtua, agar jangan takut menghadapi keberadaan oknum-oknum tersebut.

“Jika ada indikasi pemerasan, langsung rekam dan laporkan kepada pihak kepolisian, sehingga bisa ditindak sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (*/HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending