Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Daerah · 10 Mar 2022 21:26 WITA ·

Bupati Manggarai Terima Kunjungan Bupati Manokwari Selatan, Dua Hal ini yang Dibahas


 Bupati Manokwari Selatan dan Bupati Manggarai | Foto: Prokopim Manggarai Perbesar

Bupati Manokwari Selatan dan Bupati Manggarai | Foto: Prokopim Manggarai

Manggarai, InforakyatNews.com -Bupati Manggarai, NTT, Herybertus G. L. Nabit, menerima kunjungan Bupati Manokwari Selatan Markus Waran, Rabu (09/03/22) di Kantor Bupati Manggarai.

Pertemuan kedua kepala daerah ini membahas banyak hal dan menyepakati akan melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.

Untuk mendukung pembanguan sumber daya manusia (SDM) di Manokwari Selatan, Bupati Hery akan menyiapkan tenaga guru PAUD, SD dan SMP. Untuk kesehatan, Pemkab Manggarai akan menyiapkan perawat maupun bidan.

“Ada dua kepentingan, Kabupaten Manokwari Selatan untuk kualitas manusia anak-anak yang sekolah di sana menjadi lebih baik, sedangan untuk Kabupaten Manggarai adalah menekan angka pengangguran.Soal teknisnya akan dibahas lagi,” kata Bupati.

“Sehingga kita berharap, anak-anak kita yang sudah lulus maupun yang akan lulus, akan terserap di Manggarai dan Papua, khususnya di Kabupaten Manokwari Selatan. Karena di Manggarai tidak semua tenaga kerja khususnya guru maupun tenaga kesehatan bisa terserap. Karena itu kita mencari jalan untuk bisa bekerja di tempat lain. Kita bersyukur Bapak Bupati Manokwari Selatan membuka hati dan pintu untuk kedatangan adik-adik kita. Kita bersyukur karena setiap niat baik selalu ditunjukan jalannya, dan Tuhan banyak kirim orang-orang baik untuk kita,” tambah Bupati.

Untuk tahun 2022 ini, Pemkab Manokwari Selatan membutuhkan 150 tenaga pengajar atau guru dan 250 tenaga kesehatan. Jumlah yang sangat besar, sehingga bisa mengakomodir tenaga guru dan kesehatan dari Kabupaten Manggarai.

“Tentu sebelum menandatangani nota kesepakatan nantinya akan mempertimbangkan banyak aspek demi kenyamanan tenaga pengajar dan tenaga kesehatan yang dikirim ke Manokwari Selatan,”ujar Bupati

Bupati Hery berharap dengan kerja sama ini akan menjadi langkah pertama sebelum menjalin kerja sama dalam sektor lain.
“Yang penting ini berjalan dulu. Ini merupakan anugerah, tinggal kita melaksankan tahapan-tahapan selanjutnya,” katanya

Bupati juga mengatakan akan berkomunikasi dengan Unika Santu Paulus Ruteng untuk menentukan apa yang dilakukan ke depannya dan syarat untuk rekruitmen. Sedangkan untuk yang sudah lulus akan direkrut langsung oleh Pemkab Manggarai ketika sudah menandatangani MoU dengan Pemkab Manokwari Selatan.

“Dalam penadatanagan MoU nanti untuk menyepakati tanggung jawab masing-masing pihak seperti apa, hak dan kewajiban masing-masing pihak seperti apa, juga hak dan kewajiban penerima manfaat program. Semuanya demi kebaikan bersama” ujarnya.

Sementara Bupati Manokawari Selatan, Markus Waran menyambut baik tawaran Bupati Hery. Apalagi kondisi saat ini di Provinsi Papua Barat khususnya Manokwari Selatan sedang krisis guru.

 

“Ini yang mendorong pemerintah Manokwari Selatan untuk jalan-jalan ke Manggarai. Sepertinya Tuhan sudah atur. Saya meyakini bahwa Perguruan tinggi di Manggarai ini menghasilkan lulusan yang berkualitas,”kata Bupati Markus.

Terkait teknis perekrutan, Bupati Markus menyerahkan sepenuhnya ke Bupati Manggarai. Bupati Markus juga menjamin bahwa tenaga kerja dari Manggarai baik guru maupun tenaga kesehatan yang akan ke Manokwari bukan dalam status tenaga kontrak, tetapi langsung menjadi Pegawai Negeri Sipil. Untuk keamanan, Bupati Markus juga menjaminnya.

Menurut Bupati Markus, dia memilih kerja sama dengan Manggarai karena ada historisnya. Sebab, banyak tenaga pengajar di Papua khususnya Manokwari berasal dari manggarai. Hasil didikan mereka telah banyak melahirkan orang-orang berkualitas di tanah Papua khususnya Manokwari. Namun tenaga-tenaga pengajar tersebut sebagain besar sudah pensiun.

“Karena banyak yang pensiun, makanya kami datang lagi ke manggarai.Saya harap yang dikirim nanti lebih banyak orang-orang muda supaya lebih semangat. Sekolah, fasilitas kesehatan kami sudah bangun. Tapi kami kekurangan guru dan tenaga medis.Rumah sakit umum dan dokter sudah ada tetapi perawat dan bidan tidak ada,”katanya.

Penulis: Adi Nembok.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Entrasol Ajak Warga Ruteng Jalan Sehat dan Senam Aerobik

12 November 2022 - 16:43 WITA

Mashuri Tutup LT-III Regu Penggalang Kwarcab Gerakan Pramuka Merangin

11 November 2022 - 12:39 WITA

Merangin Peringati Hari Pahlawan 2022

11 November 2022 - 12:33 WITA

Longsor, Wabup Langsung Turun Sampai Jalan Kembali Normal

11 November 2022 - 12:29 WITA

Nilwan Yahya Optimis, Merangin Raih Camat Teladan

11 November 2022 - 12:25 WITA

Di Manggarai, Anak Bunuh Ibu Kandung

25 Oktober 2022 - 16:35 WITA

Trending di Manggarai