Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Daerah · 31 Mar 2022 13:59 WITA ·

Anggota DPRD Manggarai Soroti Buruknya Manajemen Pengelolaan Pasar Inpres Ruteng


 Lahan parkir yang dimanfaatkan pedagang untuk menggelar dagangannya Perbesar

Lahan parkir yang dimanfaatkan pedagang untuk menggelar dagangannya

Manggarai, InforakyatNews.com– Tiga anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyoroti masalah buruknya manajemen pengelolaan pasar inpres ruteng.

Sorotan anggota dewan dari tiga fraksi yang berbeda tersebut diutarakan saat penyampain hal-hal aktual dalam sidang paripurna dewan, Rabu (30/3/22). Bupati Manggarai Herybertus Nabit, Sekda Fansy Jahang dan sejumlah pimpinan OPD hadir dalam sidang tersebut.

Sidang Paripurna DPRD Manggarai

Tiga anggota dewan yang menyoroti manajemen pengelolaan pasar inpres ruteng tersebut yakni Sil Baeng dari Fraksi Hati Nurani Rakyat, Agnes Menot dari Fraksi Demokrat dan Simprosa Rianasari Gandut dari Fraksi Golkar.

Sil Baeng dalam penyampaian pendapatnya mengatakan dari dahulu hingga kini, kondisi pasar inpres ruteng tidak berubah. Kendaraan-kendaraan parkir tidak pada tempatnya. Pedagang ikan memanfaatkan trotoar untuk menggelar daganngannya. Kondisi ini sangat mengganggu pengunjung pasar maupun pengguna jalan.

“Saya minta pemerintah untuk serius menangani masalah ini, sehingga bisa menciptakan kenyamanan untuk pengunjung pasar maupun pengguna jalan,” kata mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Manggarai ini.

Sementara Agnes Menot mengatakan perbaikan manajemen pengeleloaan pasar inpres ruteng sudah sering disampaikan dalam sidang-sidang sebelumnya, namun belum juga mendapat perhatian serius pemerintah.

“Tahun lalu saya sudah menyampaikan masalah ini. Jawaban pemerintah saat itu akan diselesaikan dalam waktu dua bulan. Tapi nyatanya hingga kini kondisi pasar inpres masih tetap sama,” kata anggota dewan tiga periode ini.

Sementara Simprosa R.Gandut menyoroti ulah sejumlah pedagang yang memanfaatkan lahan parkir untuk menggelar dagangannya. Begitu pula trotoar yang dimanfaatkan pedagang ikan untuk menjual dagangannya ditambah banyaknya aktifitas bongkar muat barang pedagang yang memakan badan jalan.

“Kesannya sangat kumuh. Aktifitas-aktifitas pedagang tidak pada tempatnya itu sangat mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan kemacetan. Karena itu saya minta pemerintah untuk serius menangani berbagai persoalan di pasar inpres,” kata politisi yang biasa disapa Osy ini.

Situasi Pasar Inpres Ruteng

Menanggapi itu, Bupati Hery Nabit menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap para pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya.

“Saya sepakat dengan ibu/bapa dewan soal pasar inpres ruteng. Kita akan ambil tindakan dalam waktu satu minggu ke depan,” kata Bupati.

Soal pengelolaan pasar bupati menyebut kalau itu menjadi tanggung jawab kelompok-kelompok pengelola pasar yang berkoordinasi dengan Dinas Pendapatan. Tahun depan, pemerintah akan mengalihkan tanggung jawab pengelolaan pasar dari Dinas Pendapatan ke Dinas Perdagangan. (Adi N)

Artikel ini telah dibaca 72 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Polisi Grebek Judi Sabung Ayam, 2 Pelaku Ditangkap

28 November 2022 - 19:57 WITA

Entrasol Ajak Warga Ruteng Jalan Sehat dan Senam Aerobik

12 November 2022 - 16:43 WITA

Mashuri Tutup LT-III Regu Penggalang Kwarcab Gerakan Pramuka Merangin

11 November 2022 - 12:39 WITA

Merangin Peringati Hari Pahlawan 2022

11 November 2022 - 12:33 WITA

Longsor, Wabup Langsung Turun Sampai Jalan Kembali Normal

11 November 2022 - 12:29 WITA

Nilwan Yahya Optimis, Merangin Raih Camat Teladan

11 November 2022 - 12:25 WITA

Trending di Daerah