Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Daerah · 2 Mar 2022 20:25 WITA ·

Tidak Kantongi Dokumen, 70 Calon Pekerja Dipulangkan


 Calon pekerja yang dipulangkan. Foto : Ito Perbesar

Calon pekerja yang dipulangkan. Foto : Ito

Manggarai, InforakyatNews.com – 70 orang calon pekerja dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, NTT, yang hendak berangkat ke Kalimantan Utara via Labuan Bajo terpaksa dipulangkan ke tempat asal, karena tidak mengantongi surat izin alias calon pekerja ilegal.

Untuk calon pekerja dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat diurus pemerintah setempat, sedangkan pemulangan calon pekerja dari Manggarai dan Manggarai Timur diurus JPIC Keuskupan Ruteng yang dipimpin Rm.Marten Jenarut,Pr. Calon pekerja dari dua kabupaten ini juga telah tiba di Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai pada Selasa malam (1/3/22).

Mereka diterima di halaman Puspas Keuskupan Ruteng oleh Rm.Marten didampingi Rm.Beben Gaguk, staf dari instansi terkait dari Manggarai dan Manggarai Timur. Hadir juga saat itu Sekda Manggarai Fansy Jahang.

Rm.Marten mengatakan, keberangkatan calon pekerja tersebut digagalkan polisi dan sejumlah elemen di Labuan Bajo, Kamis (24/2/22). Para pekerja hendak berangkat menggunakan KMP Tilong Kabila dan KMP Wilis via pelabuhan Multy Purpose Menjerite.

Berdasarkan data yang ada, kata Rm.Marten, calon pekerja tersebut direkrut tanpa prosedur oleh para perekrut. Mereka juga dijanjikan gaji Rp 3 juta/bulan saat bekerja di perusahaan sawit di Kalimantan Utara.

“Mereka hanya dimintai fotocopy KTP, kartu vaksin, kartu keluarga. Biaya transportasi akan dipotong setelah nanti bekerja,” jelas Rm.Marten yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Karena tidak memilki dokumen, calon pekerja tidak bisa diberangkatkan ke tempat tujuan dan para perekrut akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

‘Bekerja di mana saja boleh asal legal seperti memiliki kartu kuning, perekrut memiliki surat izin merekrut, dan lain-lain,”ujar Rm.Marten.

Saat ini, lanjut Rm. Marten JPIC dan unsur pemerintah masing-masing fokus memulangkan calon pekerja ke kampung halaman masing-masing dan sebelum pulang mereka di rapid terlebih dahulu.

Sekda Manggarai Fansy Jahang dalam kesempatan yang sama mengakui bahwa masalah pekerja ilegal selalu menjadi perhatian pemerintah dan gereja.

“Kalian dipulangkan karena belum memenuhi ketentuan untuk bekerja di pulau atau daerah lain. Sebetulnya kerja di mana saja boleh asal penuhi syarat yang diatur resmi,” katanya.

Penulis : Adi Nembok

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Entrasol Ajak Warga Ruteng Jalan Sehat dan Senam Aerobik

12 November 2022 - 16:43 WITA

Mashuri Tutup LT-III Regu Penggalang Kwarcab Gerakan Pramuka Merangin

11 November 2022 - 12:39 WITA

Merangin Peringati Hari Pahlawan 2022

11 November 2022 - 12:33 WITA

Longsor, Wabup Langsung Turun Sampai Jalan Kembali Normal

11 November 2022 - 12:29 WITA

Nilwan Yahya Optimis, Merangin Raih Camat Teladan

11 November 2022 - 12:25 WITA

Di Manggarai, Anak Bunuh Ibu Kandung

25 Oktober 2022 - 16:35 WITA

Trending di Manggarai