Sports
Seven teams that might be interested in trading for Stanton
Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio.
Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.
Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.
Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.
“Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”
Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.
At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.
Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.
Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Berita Utama
Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri


Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri
Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.
“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.
Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.
Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.
“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.
Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.
Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.
Berita Utama
Karang Taruna Tomohon Sukses Gelar Turnamen Tenis Meja Walikota Cup 2026, Ini Daftar Pemenangnya
Tomohon, inforakyatnews.com/ – Karang Taruna Kota Tomohon sukses menggelar turnamen tenis meja Walikota Tomohon Cup 2026 yang berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 6-7 Maret 2026, di Aula Kantor Lurah Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan.
Event olahraga yang dibuka langsung oleh Walikota Tomohon, Caroll J.A Senduk, didampingi Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Edwin Roring ini diikuti berbagai kategori peserta, mulai dari beregu antar kelurahan hingga kategori eksekutif dan ASN se-Sulawesi Utara.
Pemerintah Kota Tomohon memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event yang diprakarsai oleh Karang Taruna Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Ketua Karang Taruna, Oktavianus Mende SH., M.Kn. Seluruh panitia bekerja keras untuk memastikan pertandingan berjalan tertib dan sportif selama dua hari pelaksanaan.
Turnamen ini digelar sebagai wadah untuk menjaring bakat atlet tenis meja sekaligus mempererat kebersamaan antar komunitas olahraga di Kota Tomohon.
Sebanyak empat kategori dipertandingkan dalam Walikota Cup 2026, yaitu beregu divisi 3+ se-Sulawesi Utara, ganda ASN, tunggal eksekutif, dan beregu antar kelurahan se-Kota Tomohon.
Pada kategori beregu divisi 3+, tim Harmony Mabes C berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul Manguni Table Tennis Club di posisi kedua, serta juara bersama diraih Harmony Bulu Jawa dan Harmony Mabes A. Untuk kategori ganda ASN, pasangan Daniel Kambey dan Stevan Kalangi meraih juara pertama, mengungguli pasangan Janes Kuntak dan Maxi Waworundeng di tempat kedua.
Pada kategori tunggal eksekutif, Jemmy Kumendong berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan Victor Mengko di partai puncak, sementara posisi juara bersama ditempati Djon Sony Liuw dan Dr. Yongi Rawung.
Sementara itu, untuk kategori beregu antar kelurahan se-Kota Tomohon, Kelurahan Paslaten Satu keluar sebagai juara, disusul Kelurahan Woloan Satu di peringkat kedua, serta juara bersama diraih Kelurahan Lansot dan Kelurahan Wailan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Tomohon, seluruh atlet, official, sponsor, dan masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini,” ujar Ketua Karang Taruna Kota Tomohon, Oktavianus Mende.
Dia menambahkan, Walikota Tomohon Cup 2026 bukan hanya melahirkan para juara, tetapi juga menunjukkan bahwa Kota Tomohon mampu menjadi tuan rumah event olahraga yang profesional, tertib, dan berkualitas di Sulawesi Utara.
“Sampai jumpa pada Kompetisi berikutnya yang tentu akan lebih besar, lebih meriah, dan lebih kompetitif,” ujar Mende.
Walikota Tomohon Cup 2026 menjadi ajang pembinaan olahraga tenis meja di daerah yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Keberhasilan penyelenggaraan event ini diharapkan dapat memotivasi lahirnya turnamen serupa di masa mendatang untuk terus mengembangkan potensi atlet lokal. (jud)
Headline
Borong 2 Medali di Kejurnas Karateka Polri Cup, Callysta Tangkere Turut Harumkan Sulut


Bogor, inforakyatnews.com – Masih cilik sudah memiliki jiwa petarung. Itulah Callysta Tangkere, gadis cilik berusia 9 tahun asal Minahasa Selatan turut mengharumkan nama Sulawesi Utara setelah berhasil memborong 2 medali dalam ajang Kejuaraan Nasional Karateka Piala Kapolri tahun 2024.
Dua medali yang berhasil direbutnya itu, masing-masing 1 medali emas dan 1 medali perak.
Turnamen Kejuaraan Nasional Karateka Piala Kapolri 2024, yang digelar di GOR Tangkas Pakansari Bogor Jawa Barat, berlangsung sejak 26-28 Juli 2024.
Diketahui, Callysta Tangkere diutus oleh Tim Karate Shotokai Sulawesi Utara Dibawa Pimpinan Sensei Herman Londah, yang menjadi kontingen dari Polda Sulut.
Oma dari Callysta Tangkere, Meking Lombogia yang turut mengawal Callysta di turnamen tersebut mengatakan, awalnya Callysta diutus bersama 3 atlit dari Tim Shotokai Kabupaten Minahasa Selatan. Dan selanjutnya diutus oleh Polda Sulut untuk Kejuaraan National Open Karate Championship, Polri Cup di Bogor.
Sementara itu Ibu Callysta Tangkere, Cindy Lady Poli mengatakan, sebelumnya Callysta telah beberapa kali mengikuti turnamen di daerah dan beberapa kali meraih juara pada tahun ini.
Sebelum diutus di turnamen nasional Polri, Cindy mengatakan putrinya yang hobi kareta itu meraih juara 1 pada kejuaraan Polda Sulut kategori usia dini yang dilaksanakan di Tondano pada 28-30 Juni 2024 lalu.

Oleh karena itu, Cindy mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian putrinya itu.
“Torang sendiri nyanda sangka Callysta bisa sampai pada titik ini. Sebagai orang tua, tentu rasa bangga skali, apalagi yang dicapai ini sudah di tingkat Nasional 1,” ucap Cindy sembari berharap Callysta terus menjadi membanggakan bagi keluarga maupun daerah. (red*)





