Connect with us

Komunitas dan Organisasi

Masa Jabatan dan Pelantikan Kepala Daerah Perlu Penyeragaman, Kenapa?

Published

on

Jakarta, Inforakyatnews – Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) mendorong keselarasan Pilkada Serentak tahun 2024 dengan perencanaan pembangunan tahun 2024-2029.

Hal itu ditegaskan MIPI pada webinar mingguan bertema “Mengawal Keselarasan Pilkada Serentak dengan Manajemen Perencanaan Pembangunan Tahun 2024-2029”, Sabtu (26/8/2023).

Dosen FISIP Universitas Sam Ratulangi Ferry Daud Liando selaku narasumber menyebut, sinergisitas program perencanaan pembangunan nasional cenderung tidak efektif akibat perbedaan periodisasi gubernur dan bupati/wali kota. Sebagai solusinya perlu penyeragaman periodisasi masa jabatan dan pelantikan semua kepala daerah terpilih pada Pilkada Serentak 2024.

“Pesan yang paling penting kita di sini adalah, salah satu tujuan pencoblosan serentak karena diharapkan adanya pelantikan serentak. Kenapa pelantikan serentak, karena kita membutuhkan periodisasi kepala daerah itu harus secara bersama-sama,” katanya.

Menurut Ferry, alasan mengapa pilkada itu harus serentak, yaitu dalam rangka keseragaman periodisasi kepala daerah dan efisiensi pembiayaan. Sedangkan alasan mengapa diperlukan keseragaman periodisasi, yaitu agar terjadi keterpaduan rencana kerja pemerintah pusat dan daerah, serta sinergisitas perencanaan pembangunan di daerah.

Sementara itu Peneliti Senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) R. Siti Zuhro menyampaikan, manajemen pembangunan tahun 2024-2029 daerah tetap bisa berjalan efektif ketika ada kepastian pada sistem. Baik itu sistem kepartaian, sistem pemilu, sistem pilkada, dan sistem pemerintahan bisa berpadu, berkorelasi positif terhadap pemerintahan, serta terbangunnya institusi-insitusi yang eksis dan substansial.

Perencanaan harus memiliki road map dan terukur, juga diseleraskan antara pusat dan daerah. Termasuk soal pelantikan yang harus selaras dengan desain makro, serta memastikan dampak positif yang ditimbulkan lebih besar daripada dampak negatif.

“Bagaimana Pilkada itu mampu menghasilkan pemimpin yang bersih, bertanggung jawab, yang mampu melaksanakan pembangunan dan melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik itu. Nah ini yang kita pikirkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemerintah Indonesia mengalami dinamika pelaksanaan Pilkada yang cukup signifikan. Jika dinamika ini tak bisa diantisipasi secara terukur, baik sejak tahapan maupun setelahnya maka akan terjadi masalah. Sebab tujuan Pilkada yaitu mewujudkan pemerintahan yang efektif dan memajukan rakyat.

“Indonesia membutuhkan hasil Pilkada Serentak 2024 yang berkualitas, yang korelasinya positif terhadap pemerintahan daerah, sehingga Pemda mampu membangun secara sinergis dan inovatif. Pilkada serentak 2024 diperlukan untuk memastikan pemimpin yang mampu membangun daerah dan mesejahterakan rakyat daerah,” ungkapnya.

Narasumber lainnya, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menambahkan, masyarakat harus menentukan siapa yang akan dipilih dengan melihat dari track record yang dilakukan oleh calon kepala daerah. Jika masyarakat salah pilih, maka akan berakibat fatal terhadap apa yang menjadi keinginan harapan masyarakat. Selain itu, akan terpaksa menunggu lima tahun lagi untuk menentukan orang yang diharapkan. Menurutnya satu suara sangat menentukan.

“Oleh karena itu ini penting bagi semua anak bangsa di mana pun berada. Tentu kita berharap perlu adanya pendidikan politik, perlu ada pencerahan, perlu adanya kepedulian,” ujarnya.

Dia menekankan pula, birokrasi juga beperan penting untuk tidak memperumit, tetapi harusnya melakukan edukasi dalam menciptakan pemilih yang cerdas. Hal itu ditunjukkan dengan penyelenggara Pemilu yang bekerja secara profesional, tidak terintervensi oleh berbagai pihak. Adapun keserentakan waktu dalam pentahapan dan pelantikan juga penting, agar manajemen perencanaan pembangunan 2024-2029 saling bersinergi.

Selain tiga narasumber di atas, webinar ini juga dihadiri oleh eks Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI Muhammad, Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Trubus Rahardiansah, dan Direktur Eksekutif Algoritma Aditya Perdana.

(Aldo)

Print Friendly, PDF & Email

Daerah

Deklarasi Pakasa’an Tou Langowan

Published

on

Deklarasi Pakasa’an Tou Langowan.

Langowan, inforakyatnews.com – Selayang pandang tentang perkembangan Langowan dari masa ke masa telah melahirkan orang-orang kuat, berpendidikan dan memiliki hati yang murni. Inilah penyebutan tentang Tona’as. Ketangkasannya dalam menghadapi segala bentuk permasalahan selalu diselesaikan dengan hati tenang.

Musyawarah adalah jalan paling ideal untuk menyelesaikan masalah. Pada zaman leluhur, musyawarah adat seringkali diadakan sebagai media untuk menanggulangi segala kedaruratan.

Kata Mina’esa yang akhirnya menjadi Minahasa berarti “tanah yang dipersatukan”. Adalah sebutan lain dari “Musyawarah Para Ukung” (Vergadering der Doopshoofden) atau “Dewan Wali Pakasaan” (Raad der Doopshoofden). Pembentukan dewan ini merupakan “lembaga” tertinggi dalam masyarakat Minahasa yang bertahan hingga akhir abad ke-19.

Dewan Wali Pakasaan dalam fungsinya dapat menangani berbagai permasalahan yang muncul, utamanya seperti konflik dalam masyarakat. Selain itu, lembaga ini berfungsi sebagai sarana untuk menampung aspirasi masyarakat sipil.

Pakasaan Tou Langowan dibentuk untuk mempersatukan, mereklaim kembali identitas keminahasaan yang tertidur karena modernisasi.

“Pada hari Sabtu, 13 April 2024 kami sebagai Tou Langowan kembali mempersatukan nilai persaudaraan yang diajarkan oleh orang-orang tua kami,” ucap Ketua Pakasa’an Tou Langowan, Yefta Kereh.

Musyawara Pakasa’an Tou Langowan.

“Pembentukan Pakasa’an Tou Langowan, bukan untuk mobilisasi politik dalam pemenangan pada figur manapun,” tambah Wandy Oroh.

Substansi dari pembentukan Pakasa’an Tou Langowan adalah untuk menciptakan tatanan kultur yang penuh dengan cinta kasih sebagaimana jantung perkembangan Injil kekristenan salah satunya di Langowan.

Rapat yang diselenggarakan di desa Tumaratas, diadakan dengan tradisi keminahasaan sebagaimana para orang tua terdahulu mengajarkan kebiasaan ru’ukup maupun mapalus. Kemudian menghasilkan rasa solidaritas persaudaraan untuk membangun Langowan lebih maju serta berdaya saing unggul dari bidang pendidikan maupun pertumbuhan ekonominya.
(Tio Kaat)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Dihadiri Bupati Kumendong, Gubernur Olly Kucurkan Sumbangan di Ibadah Syukur GMIM Betlehem Lewet Langowan

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com -Gubernur Provinsi Sulut Provinsi Sulut Prof DR (Hc) Olly Dondokambey memberikan sumbangan 305 juta untuk pembangunan GMIM Betlehem Lewet Langowan sebagai bentuk kepeduliannya akan infrastruktur rumah ibadah.

Sumbangan ini diberikan Gubernur Olly ketika menghadiri Pentahbisan dan peresmian Pastori GMIM Betlehem Lewet yang dirangkai dengan ibadah syukur HUT ke-48 Jemaat GMIM Betlehem Lewet, Wilayah Langowan I, Minggu (11/02/2024).

Ibadah syukur peresmian pastori yang dihadiri juga Penjabat Bupati Dr Jemmy S.Kumendong M. Si, ditandai juga dengan penandatangan prasasti oleh Gubernur Olly, dalam ibadah ini dipimpin Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina.

Pada kesempatan ini dalam sambutannya, Gubernur bersyukur atas tuntunan dan perkenaan Tuhan, boleh bersama-sama dalam Ibadah syukur HUT ke-48 GMIM Betlehem Lewet.

“Saya berharap nantinya pastori ini semoga bisa bermanfaat bagi Pendeta yang menggunakan sehingga jemaat gereja terlayani dengan adanya pastori terbaru ini,” ucap Gubernur.

Lebih lanjut dikatakannya sesuai rencana kedepan pembelian lahan, maka uang yang sudah tersedia nantinya akan diserahkan.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan kedepan karena untuk kebutuhan perencanaan pembangunan gereja yang baru,” ujarnya. Sembari berpesan saling topang menopang dalam semua kegiatan,” tandasnya.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini, Camat Se-langowan Raya, dan Jemaat Gereja setempat.(*)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Di GPDI Imanuel Tondano, Bupati Kumendong Buka Rapat FKUB Kabupaten Minahasa

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com – Penjabat Bupati Minahasa Pnt. Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si, Menghadiri Sekaligus Membuka Rapat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa, Bertempat di GPdI Imanuel Tondano. Senin (12/2/24).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kumendong terlihat memberikan penyampaian, dimana dalam penyampaiannya bupati selalu berpesan agar pentingnya kerukunan dan toleransi antar umat beragama sebagai pondasi keberagaman yang harmonis di Kabupaten Minahasa.

“Jadi Kerukunan umat beragama adalah aset berharga bagi kemajuan dan keberlanjutan masyarakat kita. Mari kita jaga dan pupuk nilai-nilai kebersamaan dalam perbedaan, “kata bupati didepan para peserta rapat, sembari berpesan juga untuk menjaga bersama kedamaian demi suksesnya Pemilu 2024.

Turut hadir pula dalam kegiatan ini, Staf Khusus Bupati Bidang Keagamaan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Minahasa, Reviva Maringka, Kaban Kesbangpol, Kaban Kesbangpol Ir. Yanni H Moniung, Plt Kabag Prokopim, Ricky Laloan, serta Kabag Kesra Giovanny Rorora.(*)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending