Connect with us

Olahraga

Dukung Kemajuan Sepak Bola Kota Tomohon, Walikota Caroll Gelar Kejuaraan Antar Kelurahaan

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Pertandingan sepak bola antar Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara (Tomut) yang bertajuk “WALIKOTA CUP 2024, dihadiri dan resmi dibuka oleh Walikota Tomohon Caroll Senduk SH, bertempat di Lapangan Ir Dim Sondakh Kelurahan Tinoor Satu Kecamatan Tomohon Utara (Tomut), Sabtu (13/7/2024) sore tadi.

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Pdt Marco Wagey MTh.

Perlu diketahui, pertandingan sepak bola antara Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara (Tomut) tersebut disponsori langsung oleh Walikota Tomohon Caroll Senduk.

Walikota Caroll Senduk dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Lurah Tinoor Satu Rendra Rempas yang menginisiasi kegiatan pertandingan sepak bola antar Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara (Tomut).

“Hal ini tentu baik bagi kemajuan sepak bola yang ada di Kota Tomohon. Sebagai pemerintah kami memberikan apresiasi kepada seluruh panitia. Ke Depan nantinya ada kegiatan yang sama yakni pertandingan sepak bola antar kelurahan yang ada di Kota Tomohon. Ini harapan demi kemajuan sepak bola yang ada di Kota Tomohon,” kata Walikota Caroll Senduk saat bawakan sambutan pada pembukaan Walikota Cup 2024.

Lanjut, dirinya merasa bangga bisa hadir di lapangan Ir Dim Sondakh yang luar biasa ini. “Sekali lagi saya mau sampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan penonton yang mensupport kegiatan pertandingan sepak bola ini. Kami bangga melihat masyarakat begitu antusias dalam kebersamaan dengan pemerintah boleh menyelenggarakan lomba sepak bola antar Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara (Tomut),” tandas Walikota Caroll Senduk itu.

Sebelumnya, Lurah Tinoor Satu, Rendra Rempas menyampaikan banyak terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada bapak Walikota Tomohon Caroll Senduk yang sudah membuka secara resmi pertandingan antar Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Kelurahan Tinoor Satu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pak Walikota Caroll Senduk yang berkesempatan hadir dan membuka secara resmi pertandingan sepak bola saat ini,” ungkap Rendra Rempas saat sampaikan sambutan.

Diketahui, ada 10 Kelurahan se Kecamatan Tomohon Utara (Tomut) yang ikut dalam pertandingan sepak bola untuk memperebutkan piala Walikota Cup tahun 2024 saat ini.

Untuk hari ini, pertandingan pertama antara Kelurahan Tinoor Satu (1) melawan Kelurahan Kakaskasen Satu (1). Dan untuk pertandingan besok, Minggu 14 Juli, untuk pertandingan hari kedua antara Kelurahan Wailan versus Kelurahan Kinilow, kemudian Kelurahan Kayawu versus Kelurahan Kakaskasen Dua (2).

Turut hadir, Asisten III Setdakot Tomohon Masna Pioh, Kadis P3AD Tomohon Olga Karinda, Kabag Prokopim Setdakot Tomohon Christo Kalumata, Camat Tomohon Utara (Tomut) Ricky Supit dan sejumlah lurah yang ada di Kecamatan Tomohon Utara. (***)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Nasional

Veronica Makalew Juara Satu Catur Cepat di Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di China

Published

on

Veronica Makalew raih juara satu catur cepat di ajang Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China.

Inforakyatnews.com, China – Sempat viral videonya yang mengalahkan bapak-bapak saat bertanding catur cepat beberapa waktu lalu, Veronica Makalew, pecatur cilik asal Sulawesi Utara ini membuktikan bakatnya itu di ajang Internasional.

Tak tanggung-tanggung, Veronica meraih juara satu di nomor Catur Cepat (Rapid Chess) kategori G10 dalam ajang Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai, China.

Gadis bernama lengkap Veronica Jefani Sheril Kichi Makalew, kelahiran Tomohon, 11 Juni 2015 itu, berhasil mencetak emas setelah mengalahkan pecatur dari Mongolia di ronde ke 7.

Veronica Makalew tergabung dalam Tim Catur Junior Indonesia yang terdiri dari 12 pemain yang merupakan Juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur Junior 2024. Veronica sendiri merupakan utusan juara dari Kejurnas Jawa Timur.

Dilansir dari laman instagram Percasi.ina, Kejuaraan Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di Zhuhai China tersebut diikuti 465 pemain yang berasal dari 14 negara.

“Pengiriman mereka ke “Eastern Asia Youth Chess Championship 2025″ merupakan janji Ketua Umum PB PERCASI (Pengurus Besar Persatuan Catur se-Indonesia), GM Utut Adianto, dalam rangka pembinaan prestasi dan menyiapkan regenerasi pecatur Indonesia,” tulis laman resmi Percasi.ina.

Continue Reading

Headline

Tim Karateka Polda Sulut Raih 12 Medali di Piala Kapolri 2024

Published

on

Tim Karate Polda Sulut borong 12 medali di piala Kapolri 2024.

Bogor, inforakyatnews.com – Tim Karateka Polda Sulut berhasil memborong 12 medali di kanca nasional dalam ajang Piala Kapolri 2024 yang berlangsung pada 26 hingga 28 Juli 2024.

Ajang bertajuk National Open Karate Championship itu digelar di di GOR Tangkas Pakansari Bogor Jawa Barat.

Tim Karate Polda Sulut mengutus setidaknya 13 Atlit karate yang terdiri dari 5 Atlit kategori polisi yang terbagi 4 polisi laki-laki dan 1 Polisi perempuan, dan 8 atlit lainnya dari umum.

Tim karate Polda Sulut dalam ajang Piala Kapolri 2024.

Tim Karate Polda Sulut asuhan Sensei Herman Londah dari Shotokai di bawah pimpinan Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan, S.I.K., S.H., M.H itu berhasil meraih ranking 37 dari 67 peserta yang diikuti oleh seluruh instansi Kepolisian Daerah se Indonesia, serta klub Karate se-Indonesia baik perguruan maupun bukan perguruan.

Sensei Herman Lodah mengatakan sangat bersyukur bisa terlibat dalam turnamen Polri Cup dan berhasil memborong 12 medali.

Sensei Herman menjelaskan, 12 medali itu, terdiri dari 5 medali emas, 4 perak, dan 3 perunggu.

Ia menyebutkan meski Tim Polda Sulut hanya meraih peringkat ke 37 namun dirinya sangat bersyukur karena berhasil memborong cukup banyak medali.

“Ini kan baru tahun ini kita mengikuti turnamen dari Polri, baru tahun ini dilaksanakan jadi bisa dikatakan persiapan kita belum maksimal,”

“Mungkin kalau diberi kesempatan untuk persiapan lebih lama, saya optimis pasti akan meraih hasil yang lebih maksimal lagi,” ujar Sensei Herman kepada media ini Senin (29/07/2024).

Tim Karate Polda Sulut

Ia berharap ke depan Tim Polda Sulut boleh meraih capaian yang lebih tinggi lagi dan lebih banyak mencetak lebih banyak prestasi.

“Kami tentu berterimakasih kepada semua pihak yang memberi support baik panitia, pemerintah, semua instansi kepolisian di daerah, keluarga atlit maupun masyarakat. Ke depan kami terus optimis Tim Karateka Polda Sulut akan terus memberikan prestasi yang terbaik untuk Sulawesi Utara,” pungkas Sensei Shotokai Sulawesi Utara itu.

Continue Reading

Trending