Connect with us

Ekonomi

Dipimpin Ketua DPRD Minahasa, ROR-RD Hadiri Rapat Paripurna DPRD Minahasa

Published

on

MINAHASA,inforakyatNews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring M.Si, IPU, ASEAN.Eng bersama Wakil Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si, MM, MAP, yang akrab disapa (ROR-RD), menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka pembicaraan tingkat 1 Ranperda pertanggungjawaban APBD Tahun 2022, di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Minahasa. Senin, (10/7/2023).

Dalam rapat Paripurna ini dipimpin langsung Ketua DPRD Minahasa Glady Patricia Kandouw SE, didampingi Wakil Ketua, Oktesi Runtu, SE, M.Si dan Denny Kalangi serta Sekretaris DPRD Minahasa Dra. Rianny Suwarno, MS.

Mengawali sambutannya, Bupati Minahasa Royke Roring mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota dewan terhormat atas agenda rapat paripurna ini.

“kiranya tahapan pembahasan ranperda tentang pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2022 boleh terlaksana dengan baik,” ucap Roring.

Pada kesempatan ini, Bupati ROR, memberikan laporan realisasi anggaran tahun 2022 sebesar Rp. 1.250.387.719.645,24, ( Satu trilyun dua ratus lima puluh milyar tiga ratus delapan puluh tujuh juta tujuh ratus sembilan belas ribu enam ratus empat puluh lima koma dia puluh empat rupiah) dari anggaran perubahan sebesar Rp. 1.264.633.946.999,.

Adapun realisasi pendapatan asli Daerah sebesar Rp. 94.887.781.440,24 dari anggaran perubahan sebesar Rp. 87.552,421,998, realisasi pendapatan transfer sebesar Rp. 1.140.677.530.558, dari anggaran perubahan Rp. 1.153.177.155.001, ”terang Bupati.

Kepada seluruh pejabat Pemkab Minahasa, diharapkannya agar proaktif dalam pembahasan anggaran nanti, agar bisa selesai dengan tepat waktu.

“Jadi Saya meminta kepada semua pejabat agar pro aktif memberikan laporan yang diminta Legislatif ketika dalam pembahasan nanti, agar pembahasan ini bisa selesai tepat waktu,” pinta Bupati usai menyampaikan realisasi APBD 2022 secara garis besar.

Turut hadir pula dalam rapat tersebut, Sekda Minahasa Dr. Lynda Deisye Watania M.Si, MM, dan jajaran pejabat Pemkab Minahasa, Pimpinan Forkopimda Kabupaten Minahasa diantaranya Kajari Minahasa Dicky Octavia SH, MH, Kapolres Minahasa Diwakili oleh Kabagren AKBP Lexi Ratumbanua, Mewakili Kodim 1302 Minahasa diwakili oleh Pasi Pers Lettu Inf. Farisnop Ompoeo, Para Anggota DPRD serta para Pejabat Eselon II dan III Pemkab Minahasa.(HerS)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Daerah

Bersama Kemendagri RI, Bupati Tendean Pimpin Pemkab Minahasa Ikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah

Published

on

Bupati Minahasa Noudy Tendean Pimpin Pemkab Minahasa Ikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah.

TONDANO, inforakyatnews.com — Penjabat (Pj). Bupati Minahasa Dr. Noudy R. P. Tendean, S.IP, M.Si, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, Mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi via Zoom Meeting Bertempat di Kantor Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Jakarta.

Pada kesempatan ini pula Bupati Tendean, turut didampingi Kepala dinas Perdagangan Minahasa, Dano Warouw SE MSi, Kepala bagian Prokopim Ricky Laloan SH dan TPID lainnya, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Minahasa, Dr. Arody Tangkere, MAP, Inspektur Minahasa,Moudy Lontaan S.Sos Kepala dinas Koperasi dan UKM, Siby Sengke S Sos MAP, Kepala dinas Pertanian, Dr. Margaretha Ratulangi. Plt.Kepala Bapelitbangda, Edwin Muntu SE, Kepala bagian Perekonomian, saat Mengikuti via Zoom Meeting di Command Center Kantor Bupati Minahasa, Rabu 2 Oktober 2024.

Rapat yang dipimpin oleh Inspektur Jendral Kemendagri/Plt. Sekjen Kemendagri Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si, membahas poin-poin penting lainnya yang disampaikan.

Dalam pembahasannya yakni dalam melaksanakan tugas, kepala daerah berwenang antara lain mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat.

Adapun dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di daerah dan mengatasi permasalahan ekonomi sektor riil serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang terjangkau oleh masyarakat. Pemda menyediakan anggaran untuk mendukung tugas tim pengendali inflasi daerah (TPID), pengendalian barang dan jasa.

Rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah ini Inspektur Jenderal Kementrian Dalam Negeri menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah atas partisipasinya dalam mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan rutin setiap minggunya secara daring, harapannya agar inflasi tetap terkendali.

Sementara itu Bupati Tendean mengatakan pemkab Minahasa sejalan dengan pemerintah pusat dalam rangkah guna menjaga stabilitas harga barang dan jasa.

”Jadi Pemkab Minahasa juga fokus dalam rangka menstabilkan harga barang agar perekonomian terus berjalan. Dan memastikan bahwa ketersedian bahan pokok tetap terjamin,” papar Bupati. (*)

Continue Reading

Daerah

Hebat.. Seriusi Kawasan Prioritas Perdesaan di Minahasa, Tim Kementerian Bidang PMK RI, Tinjau Lokasi di Langowan Barat

Published

on

Kementerian Bidang PMK RI, Tinjau Lokasi di Langowan Barat.

MINAHASA,inforakyatnews.com
-Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah dan Penanggulangan Bencana di Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Monalisa Herawati Rumayar bersama Tim Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, meninjau lokasi yang akan dijadikan Kawasan Perdesaan Prioritas Pertanian di kecamatan Langowan Barat. Sabtu (21/9/2024).

Saat meninjau Rumayar dan Tim didampingi Pemerintah Kabupaten Minahasa yakni Kepala Dinas PMD Kabupaten Minahasa Drs Arthur Palilingan dan Camat Langowan Barat Ir Sisca Maseo serta beberapa Hukum Tua di kecamatan Langowan barat.

Foto: Asdep Monalisa Herawati Rumayar (Kedua dari kiri), bersama Tim Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

Kepada Media ini, Rumayar mengatakan tujuan kedatangan mereka datang ke kecamatan Langowan barat dalam hal ini untuk melihat desa-desa sebagai bagian dari kecamatan dan juga bagian kawasan desa prioritas yang dinominasikan dalam kerangka RPJM 2025-2029,

“Memang kawasan perdesaan ini masih dalam proses pembentukan tetapi kami salut terhadap Pemkab Minahasa dan bersama dinas PMD Minahasa, Camat Langowan Barat, Bapeda Minahasa, dan semua OPD yang benar-benar serius, tentunya termasuk Pj Bupati Minahasa Dr Jemmy Stani Kumendong M. Si dan Sekertaris daerah kabupaten Minahasa Dr Linda D Watania yang sigap lansung melaksanakan kegiatan mengantisipasi sebagai regines kriteria, “kata Asdep Rumayar.

Lebih lanjut dikatakannya, kami melihat desa-desa ini cukup layak dijadikan kawasan perdesaan prioritas.

“Kami berharap desa-desa dapat bekerjasama antar desa membangun kawasan perdesaan sehingga benar-benar menjadi kawasan perdesaan yang maju mengangkat ekonomi wilayah disini, di kecamatan Langowan barat, di Minahasa bergaung di Sulawesi Utara, dan di wilayah Indonesia seluruh NKRI ini, artinya ini yang membuat kawasan perdesaan ini ketika kemarin ada ‘Nawacita’ ke ‘Astacita’ membangun dari bawah dari desa kemudian untuk pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan, ketika ada kawasan perdesaan ini yang nanti akan menjadi kawasan perdesaan prioritas mampu mengangkat derajat dan pemerataan ekonomi terutama adalah ekonomi masyarakat sehingga adanya kawasan mendorong masyarakat menjadi sejahtera, makmur. Dan kemudian karena namanya ‘Kawasan adalah Mapalus’, maka gotong-royong disini menjadi contoh yang baik di Indonesia. Luar biasa untuk kawasan perdesaan ini kami salut kami berharap apa yang kami sampaikan bisa di tingkatkan, banyak hal membuat Langowan barat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dalam rangka “Tranformasi Ekonomi menuju Indonesia Emas”, “pungkasnya.

Foto: Kunjungan Tim dari Kementerian di salah satu lokasi yang akan menjadi Kawasan Prioritas Perdesaan.

Kunjungan pertama Tim dari Kementerian ini diawali dari wilayah pertanian yang terletak di wilayah pertanian desa Tumaratas membentang ke wilayah Kelelondey, yang di antar langsung oleh Hukum Tua Tumaratas Djenri Rondonuwu bersama hukum tua di Langowan Barat lainnya, selanjutnya menuju ke Warung yang dikelola melalui dana desa menjadi BUMDes, di desa Raringis Utara yang diterima oleh Hukum tua Vecky Bolung dan pengurus yang ada serta pendamping lokal desa kecamatan Langowan Barat.

Foto: Warung (Bumdesa) Obat-obatan Pertanian di desa Raringis Utara.

Diketahui Kawasan Perdesaan ini menjadi suatu kebangaan dari Kabupaten Minahasa,khususnya kecamatan Langowan Barat karena dengan adanya kawasan perdesaan ini menambah salah satu Kawasan prioritas yang ada di Sulawesi Utara selain di Bitung dan di Likupang. (HerS)

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Berita Utama12 jam ago

Pimpinan Dan Anggota DPRD Tomohon : Selamat Hari Lahir Pancasila, Cerminan Nilai Luhur Dalam Tindakan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

inforakyatnews.com – TOMOHON – Pimpinan dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila...

Berita Utama4 hari ago

BANMUS DPRD KOTA TOMOHON Gelar Rapat Perubahan Keputusan Bulan Mei 2026

inforakyatnews.com- TOMOHON – Badan Musyawarah (BANMUS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon menggelar rapat kerja dalam rangka pembahasan perubahan...

Berita Utama5 hari ago

Momen Idul Adha 1447 H: Pimpinan Dan Seluruh Anggota Dprd Kota Tomohon Serukan Semangat Pengorbanan Dan Persatuan, Kepedulian Bagi Seluruh Masyarakat

inforakyatnews.com – TOMOHON, 27 MEI 2026 – Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026...

Berita Utama1 minggu ago

BAPEMPERDA DPRD TOMOHON Gelar Audiensi Dengan BPAN : Kuatkan Payung Hukum Pelestarian Adat Dan Budaya Sebagai Jati Diri Kota Bunga

inforakyatnews.com – TOMOHON – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tomohon menegaskan komitmen kuatnya untuk senantiasa membuka ruang seluas-luasnya...

Berita Utama1 minggu ago

Dprd Kota Tomohon Bahas Ranperda Perizinan Dan Kemudahan Berusaha: Kuatkan Instrumen Hukum, Tarik Investasi, Dan Lindungi Pelaku Usaha

Inforakyatnews.com – TOMOHON, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melalui Panitia Khusus (Pansus) Perizinan Berusaha, Pemberian Insentif, dan...

Advertisement

Trending