Minahasa Tenggara
Gelar Rases Kedua, Fateh Kosoloi Wujudkan Aspirasi Masyarakat

Mitra, inforakyatnews.com – Penggelaran kegiatan masa Reses kedua daerah pemilihan dua DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara ( Mitra ) oleh Fateh M.A. Kosoloi, bertempat di Desa Molompar Timur Kecamatan Belang, Sabtu 08/10/2022.
Dalam kegiatan ini, anggota DPRD Fateh M.A. Kosoloi menerima beberapa aspirasi masyarakat khususnya yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, serta pembangunan infrastruktur desa.
Pada sambutanya Fateh M.A. Kosoloi menyampaikan tentang hasil aspirasi masyarakat yang sejak tahun 2020 hingga 2021 akan terlaksana pada tahun ini.
“Kami selaku DPRD Kabupaten Mitra ingin menyampaikan bahwa di anggaran tahun 2022 ini di Desa Molompar Raya dan Watuliney Raya itu mendapatkan anggaran yang begitu besar. Ini adalah hasil yang kami usulkan dari kemarin-kemarin tapi baru teraksasi pada tahun ini seperti, akan ada pembuatan jalan untuk masyarakat dan jaringan air bersih yang akan di pasang pada 50 rumah dengan panjang jaringan seribu meter oleh Dinas PU, serta pembuatan irigasi-irigasi pada akhir tahun ini seperti yang di harapkan,” ujarnya.
“Sambungnya, adapun hasil perjuangan-perjuangan dari anggota DPRD Mintra ini adalah aspirasi masyarakat yang kemarin-kemarin belum teraksasikan, karena yang kita tau bersama anggaran yang sekarang profitnya masi terpotong-potong, dan sekedar informasi juga bahwa di bulan depan kita akan membahas APBD di tahun 2023, jadi hasil reses pada hari ini kita akan masukan dalam anggaran nanti di pembahasan kita,” tutupnya.
Kegiatan reses ini juga di laksanakan dengan sesi tanya jawab oleh masyarakat tentang keluhan-keluhan kepada dinas-dinas terkait mengenai kepentingan umum, yang mencangkup pertanian, perternakan serta pekerja nelayan yang sudah mendapatkan hasil penyelesaian dan kesepakatan bersama.
(R.PRATAMA)
Berita Utama
Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri


Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri
Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.
“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.
Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.
Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.
“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.
Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.
Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.
Berita Utama
Gerindra Sulut Nyalakan Mesin Partai, RAKERDA 2026 Resmi Dibuka, YSK: Seluruh Kader 1 Komando

inforakyatnews.com, MANADO, 23 MEI 2026 – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Utara resmi dibuka secara meriah di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Sabtu pagi. Kegiatan bertema “Konsolidasi Kader, Penguatan Soliditas, Satukan Langkah Menuju Sulut Maju dan Sejahtera” ini dibuka langsung oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. H. Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan dihadiri lebih dari 1.000 kader dari seluruh kabupaten/kota, anggota legislatif, organisasi sayap, serta tokoh masyarakat.

Suasana penuh semangat dan kekompakan terasa sejak awal acara, ditandai dengan nyanyian Indonesia Raya, pembacaan doa, dan seruan serentak dukungan untuk kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta semangat “Satu Gerak, Satu Tujuan” untuk kemajuan Sulawesi Utara.

Dalam laporan panitia, Ketua Pelaksana Ronald Gunawan Kansil, SH, menyampaikan Rakerda ini disiapkan matang sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dua tahun terakhir, merumuskan program kerja 2026–2027, serta menyusun langkah taktis menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah. “Kami pastikan kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang menyatukan visi, memperkuat struktur, dan menyiapkan Gerindra Sulut sebagai kekuatan utama yang hadir, bekerja nyata, dan menjadi solusi bagi rakyat,” ujar Ronald.

Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada persatuan dan kehadiran hingga ke akar rumput. “Gerindra Sulut harus satu komando, satu arah. Kita tidak boleh terpecah. Segala kerja kita harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Rakerda ini titik tolak kita bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih bermanfaat bagi Sulawesi Utara,” tegas Yulius disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Sufmi Dasco Ahmad memberikan arahan penting dari pimpinan pusat. Ia mengapresiasi kekompakan dan kesiapan kader Sulut. “Gerindra adalah rumah perjuangan rakyat. Di sini kita belajar, berkumpul, dan berjuang bersama. Kehadiran saya hari ini adalah bukti perhatian besar pimpinan pusat terhadap Gerindra Sulut. Tetap rapatkan barisan, jaga soliditas, dan buktikan bahwa Gerindra mampu memimpin dan membangun daerah ini lebih maju,” pesan Dasco, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap program kerja dan langkah strategis DPD Sulut ke depan.

Pembukaan Rakerda ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto, menandai dimulainya pembahasan mendalam terkait organisasi, keuangan, kinerja fraksi, serta strategi politik hingga akhir tahun 2027. Seluruh peserta bertekad membawa pulang semangat baru dan tugas nyata untuk diterapkan di daerah masing-masing.
Manado
James Sumendap Jamin Fasilitasi Mahasiswa KKT Unsrat di Kabupaten Mitra

Manado, inforakyatnews.com – Pelepasan dan penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) angkatan 136 Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dilaksanakan di Auditorium Unsrat Manado, Senin 11 September 2023.
KKT Unsrat angkatan 136 tahun 2023 ini akan dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Diketahui, peserta KKT ini berjumlah 2.277 Mahasiswa.
Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng IPU, dalam sambutannya dia berkata bahwa Kuliah Kerja Terpadu (KKT) adalah tugas Tridharma yang wajib diikuti oleh mahasiswa.
Dia berpesan kepada seluruh mahasiswa KKT untuk mengembangkan kredibilitas dan inovasi, serta gerakan kemampuan terbaik untuk program-program yang bermasyarakat, dan belajar tentang praktek kearifan lokal.
“Jadilah duta-duta Universitas Sam Ratulangi yang membanggakan,” ucap Rektor Prof Sompie sembari berpesan untuk memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama ber-KKT.

Sementara itu, dalam acara tersebut turut hadir Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap. Dalam sambutannya ia menyambut baik kehadiran Mahasiswa KKT di Kabupaten Mitra.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dalam pengabdian kepada masyarakat terlebih khusus kepada adik-adik mahasiswa yang akan melakukan KKT, berdasarkan kerjasama antara Pemerintah Pemkab Mitra dan Universitas Sam Ratulangi, maka dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Pemkab Mitra menyambut baik adik adik Mahasiswa di Kabupaten Minahasa Tenggara,” ujar Sumendap.
Selain itu, Bupati Mitra itu mengatakan Mahasiswa KKT tidak akan dibebankan. Menurutnya kuliah kerja nyata terpadu merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat berdasarkan ilmu yang dibidangnya masing-masing. Oleh karena itu, ia bilang, Pemkab Mitra menyambut dengan sukacita dan luar biasa kepada para Mahasiswa KKT tanpa akan membebani para Mahasiswa.
Ia kemudian mempersilahkan para mahasiswa KKT untuk belajar segala potensi yang ada di Kabupaten Mitra.
“Oleh sebab itu, Kabupaten Minahasa Tenggara sebagaimana telah diatur oleh lurah-lurah dan hukum tua, silahkan anda tinggal dan belajar di sana, tanpa akan dibebani. Rakyat Minahasa Tenggara menyambut baik adik adik mahasiswa dan akan memfasilitasi serta memberi makan kepada para adik adik mahasiswa KKT di sana,” pungkas Sumendap.
Turut hadir dalam kegiatan, jajaran dan pimpinan Fakultas Unsrat Manado, jajaran Pemkab Mitra, Asisten Pemerintahan Mitra, Para Camat Kabupaten Mitra, serta para Mahasiswa KKT angkatan 136 Unsrat. (FYL)
Berita Utama1 hari agoNasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri
Berita Utama2 hari agoGerindra Sulut Nyalakan Mesin Partai, RAKERDA 2026 Resmi Dibuka, YSK: Seluruh Kader 1 Komando
Berita Utama1 hari agoCAFE FAMESTRIA: Jadi Titik Pusat Persiapan KBK kakaskasen menuju Pertemuan Raya KBK se keuskupan Manado – Guaan 2026
Berita Utama1 hari agoDPC GERINDRA TOMOHON: Dukung Penuh Hasil RAKERDA, Satu Komando Dan Siap Bergerak Untuk Kemajuan Sulawesi Utara.
Berita Utama4 hari agoMatangkan RANPERDA KOTA BUNGA: PANSUS DPRD Tomohon Gelar Rapat Pembahasan Bersama 11 Perangkat Daerah







