Connect with us

Ekonomi

“Torang Menuju Go Digital”, Pemkot Tomohon Apresiasi PT BNI

Published

on

TOMOHON, inforakyatNews.com – Dalam rangka mendukung program “Torang Menuju Go Digital” pihak bank BNI melakukan penandatangan  MoU dan PKS dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey.

Selain Gubernur Olly Penandatangan juga diikuti oleh para Bupati/Walikota. Salah satunya pemerintah Kota Tomohon melalui Walikota Tomohon Caroll Senduk ikut juga dalam penandatangan MoU dan PKS dengan pihak BNI, Selasa (4/10/2022) bertempat di Villa Manare Tanawangko, Kabupaten Minahasa.

Gubernur Olly menyampaikan atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kami berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada segenap jajaran PT. Bank Negara Indonesia yang telah bersinergi dengan berbagai pihak di daerah dalam menggagas serta mengupayakan terlaksananya kegiatan strategis dan bernilai penting bagi proses pembangunan daerah dan bangsa.

“Kiranya lewat MOU atau Perjanjian Kerja Sama yang kita tandatangani hari ini, dapat kita maksimalkan bersama, sehingga akan memberi manfaat bagi kedua pihak, dan akan memantapkan langkah kita dalam upaya peningkatan ekonomi daerah dan daya saing Sulawesi Utara,” kata Gubernur Olly.

Diketakan Gubernur Olly, di era digital seperti sekarang ini, para pelaku usaha, baik pelaku usaha maupun perusahan perusahaan start-up dan UMKM, penting untuk mencermati secara detail masa transisi yang tengah melanda dunia usaha saat ini. Perkembangan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya sudah berubah, sehingga digitalisasi sistem harus segera menjadi bagian integral dalam segala lini aktivitas masyarakat saat sekarang ini.

“Era digitalisasi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah dan Regulator sistem pelayanan dalam membuat kebijakan yang mendukung. Untuk merespon kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi, dibutuhkan sistem yang efektif dan efisien namun tetap aman dan handal mengingat, di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang sempat terpukul karena pandemi COVID-19,” bebernya.

Lanjut Olly, kerjasama yang kita tandatangani hari ini memang adalah suatu langkah strategis dan tepat dalam rangka pemulihan ekonomi daerah. Lewat MoU yang telah ditandatangani meliputi:
Kerjasama Layanan dan Jasa Perbankan; Dukungan Program Pengembangan Digitalisasi Provinsi;
• Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elktronik beserta fasiilitas penunjangnya; Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM);
• Penyediaan Kredit Usaha Rakyat terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Tenaga Kerja Indonesia; serta
• Pemberdayaan Masyarakat secara umum.
“Menjadi harapan, dengan upaya inovatif ini, kedepan akan membantu pengembangan di segala sektor perekonomian dan pembangunan, utamanya di Bumi Nyiur Melambai, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara, serta kontribusi Sulawesi Utara terhadap pembangunan Nasional, mewujudkan Sulawesi Utara Maju dan Sejahtera sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia Pasifik,” harap Gubernur Olly itu.

Sementara itu, Walikota Caroll Senduk atas nama pemerintah Kota Tomohon menyambut baik dan mendukung kerjasama ini dalam rangka “Torang Menuju Go Digital”, di Kota Tomohon.

“Saya apresiasi pihak perbankan yakni BNI yang melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah provinsi dan pemerintah Kota Tomohon. Ini merupakan langka tepat dalam upaya mewujudkan Tomohon Maju Berdaya Saing dan Sejahtera,” tandas orang nomor satu (1) di Kota Tomohon itu.

Diketahui penandatangan MoU dan PKS dengan pihak BNI bersama kab/kota se Sulut dilakukan serentak dan pertama di Indonesia sehingga masuk dalam rekor MURI. (*)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Terapkan Prinsip Tata Kelola Keuangan Yang Transparan Tertib dan Akuntabel, SEGAR Wakili Tomohon Terima Penghargaan WTP Tahun Anggaran 2025

Published

on

inforakyatnews.com, Manado – Jumat, 29 Mei 2026, Wakil Walikota Tomohon, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom, mewakili Walikota Tomohon dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam kesempatan tersebut, BPK RI memberikan penilaian berupa opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah Kota Tomohon pada Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi yang ke-13 secara berturut-turut berhasil diraih sejak beberapa tahun terakhir.

Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, komitmen, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Opini WTP ini menjadi landasan kuat untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan serta menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon.

Pemerintah Kota Tomohon menegaskan akan terus memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah agar tetap dapat mendukung percepatan pembangunan daerah ke depannya.

Continue Reading

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Daerah

Bersama Kemendagri RI, Bupati Tendean Pimpin Pemkab Minahasa Ikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah

Published

on

Bupati Minahasa Noudy Tendean Pimpin Pemkab Minahasa Ikuti Zoom Meeting Pengendalian Inflasi Daerah.

TONDANO, inforakyatnews.com — Penjabat (Pj). Bupati Minahasa Dr. Noudy R. P. Tendean, S.IP, M.Si, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, Mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi via Zoom Meeting Bertempat di Kantor Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Jakarta.

Pada kesempatan ini pula Bupati Tendean, turut didampingi Kepala dinas Perdagangan Minahasa, Dano Warouw SE MSi, Kepala bagian Prokopim Ricky Laloan SH dan TPID lainnya, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Minahasa, Dr. Arody Tangkere, MAP, Inspektur Minahasa,Moudy Lontaan S.Sos Kepala dinas Koperasi dan UKM, Siby Sengke S Sos MAP, Kepala dinas Pertanian, Dr. Margaretha Ratulangi. Plt.Kepala Bapelitbangda, Edwin Muntu SE, Kepala bagian Perekonomian, saat Mengikuti via Zoom Meeting di Command Center Kantor Bupati Minahasa, Rabu 2 Oktober 2024.

Rapat yang dipimpin oleh Inspektur Jendral Kemendagri/Plt. Sekjen Kemendagri Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si, membahas poin-poin penting lainnya yang disampaikan.

Dalam pembahasannya yakni dalam melaksanakan tugas, kepala daerah berwenang antara lain mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh daerah dan masyarakat.

Adapun dalam rangka menjaga stabilitas perekonomian di daerah dan mengatasi permasalahan ekonomi sektor riil serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang terjangkau oleh masyarakat. Pemda menyediakan anggaran untuk mendukung tugas tim pengendali inflasi daerah (TPID), pengendalian barang dan jasa.

Rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah ini Inspektur Jenderal Kementrian Dalam Negeri menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah atas partisipasinya dalam mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dilaksanakan rutin setiap minggunya secara daring, harapannya agar inflasi tetap terkendali.

Sementara itu Bupati Tendean mengatakan pemkab Minahasa sejalan dengan pemerintah pusat dalam rangkah guna menjaga stabilitas harga barang dan jasa.

”Jadi Pemkab Minahasa juga fokus dalam rangka menstabilkan harga barang agar perekonomian terus berjalan. Dan memastikan bahwa ketersedian bahan pokok tetap terjamin,” papar Bupati. (*)

Continue Reading

Trending