Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Breaking News · 29 Okt 2022 19:23 WITA ·

PWI Tomohon ‘Kecam’ Oknum Aparat Polres Tomohon Jemput Paksa Wartawan Manado Post


 PWI Tomohon ‘Kecam’ Oknum Aparat Polres Tomohon Jemput Paksa Wartawan Manado Post Perbesar

TOMOHON, inforakyatNews.com –  Sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, pers berkewajiban memberitakan peristiwa dan opini dengan menghormati norma-norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas praduga tak bersalah.

Namun pers yang juga sebagai alat kontrol sosial seakan-akan ‘dibekap’ oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan mencederai pilar keempat demokrasi.

Wartawan Manado Post Biro Tomohon, Julius Laatung, sekitar pukul 15.00 WITA. Dijemput aparat Polres Tomohon diduga terkait pemberitaan yang dimuat olehnya, yang menyentil soal dugaan suburnya aktifitas judi Togel di Kota Tomohon. Sabtu (29/10-2022)

Menurut Maya Tumewu (Istri Julius Laatung). suaminya dijemput tanpa diberikan kesempatan untuk ganti pakaian. Bahkan saat dipanggil untuk ikut bersama, mereka sempat akan meminta handphone miliknya, tapi tak diberikan oleh suami saya.

“Bahkan suami saya langsung disuruh cepat untuk naik ke mobil mereka dan langsung meminta kunci mobil miliknya. Sebagai istrinya tentu kami syok karena menduga suami saya telah melakukan tindak kriminal,” tutur Maya saat dikonfirmasi sekitar puluhan wartawan Biro Tomohon dirumahnya.

Sementara itu, Julius Laatung saat dikonfirmasi para wartawan mengaku jika dirinya sempat kaget karena tanpa ada surat panggilan atau surat perintah langsung menyuruh saya ikut ke kantor Polres Tomohon. Saya tidak diberikan kesempatan juga untuk berganti pakaian. Padahal sesuai aturan dan Undang Undang Pers, bukan begini caranya jika mereka ingin melakukan konfirmasi untuk pemberitaan saya.

“Saya seperti merasa dipaksa untuk melakukan konfirmasi dengan para petugas kepolisian di Kantor Kepolisian. Untuk konfirmasi soal pemberitaan kan bisa dilakukan secara baik baik di rumah saya. Tapi karena dijemput untuk melakukan konfirmasi di Kantor Polres, makanya keluarga saya merasa jika saya ditangkap,” jelasnya.

Kapolres Tomohon, AKBP Arian Primadanu Colibrito SIK saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan jika hal itu tak ada. Wartawan tersebut sudah pulang dan hanya miss komunikasi saja.

“Soal itu sudah diselesaikan. Unit Reskrim Polres Tomohon hanya ingin minta informasi soal judi togel. Kalau benar ada akan ditertibkan dan dibubarkan. Tapi salahnya malah diundang ke kantor, jadi kesannya seakan dia ditangkap,” tukas Kapolres.

Sementara itu, Sekretaris PWI Tomohon, Terry Wagiu saat dimintai tanggapan soal kejadian ini mengaku menyayangkan atas yang dialami rekan wartawan.

“Kami sangat menyayangkan apa yang dialami oleh rekan kami. Kenapa ketika wartawan memberikan informasi, justru wartawannya yang dijemput di rumah. Ini aneh,” ungkapnya.

Harusnya jelas Terry, Polres Tomohon bersyukur atas informasi yang disampaikan, bukan melakukan penjemputan paksa terhadap wartawan tanpa memperhatikan prosedur.

“PWI Tomohon menilai, ini merupakan kriminalisasi terhadap kami sebagai wartawan. Sama skali tidak sesuai prosedur,”

Untuk itu, lanjut dia, PWI Tomohon mengecam tindakan pihak Polres Tomohon yang dinilainya mengintervensi tugas wartawan.

“Sikap PWI Tomohon tegas, meminta kepada Kapolda Sulut untuk mencopot Kapolres Tomohon,” tegasnya.

Ketua PWI Tomohon, John Paransi dalam keterangannya menjelaskan, makanya Polisi sebagai penegak hukum harus benar-benar memahami tugasnya sesuai prosedur hukum, agar tidak terjadi masalah improsedural. Terkesan sewenang-wenang memanggil seseorang secara paksa. Bahkan memakai kuasa kewenangan kepolisian denygan mengabaikan tahapan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Tindakan seperti ini yang mencoreng dan merusak nama baik institusi, dan semakin menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Kami minta kepada Pak Kapolda Sulut untuk memberi sanksi terkait hal ini yang telah melakukan tindakan yang salah. Tindakan ini hanya mempermalukan lembaga kepolisian dimata masyarakat,” pungkasnya. (wan*)

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Sinergi Pemkot dan DPRD Tomohon, APBD 2023 Disetujui

30 November 2022 - 23:43 WITA

Moment HARGURNAS, Walikota Caroll Sebut Guru Memiliki Peran Yang Amat Mulia Dan Strategis

30 November 2022 - 11:11 WITA

Walikota Caroll Senduk Hadiri Penyerahan CSR BRI Kepada PD Pasar Tomohon

29 November 2022 - 23:03 WITA

3 Desember PERBAKIN Tomohon Kembali Gelar Kejuaraan Menembak

29 November 2022 - 18:50 WITA

Pnt Caroll Senduk Hadiri SMST di Tompaso

28 November 2022 - 23:46 WITA

Walikota Caroll Dampingi Gubernur Olly di Ibadah Pembukaan SMST Ke- 35 dan Soft Opening Gedung Rektorat UKIT

28 November 2022 - 22:27 WITA

Trending di Tomohon