Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Daerah · 19 Nov 2021 08:00 WITA ·

FGD Strategi Promosi Penanaman Modal, Harapkan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Tomohon


 FGD Strategi Promosi Penanaman Modal, Harapkan Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Tomohon Perbesar

Tomohon, (inforakyatnews.com) – Penanaman modal atau lebih dikenal dengan investasi, merupakan faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Investasi mempunyai dampak ganda atau multiplier effect dalam perekonomian daerah, dengan peningkatan investasi akan mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi lainnya yang pada akhirnya akan mampu memberikan kesempatan kerja yang lebih luas kepada masyarakat.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, S.E., M.E mewakili Wali Kota saat menghadiri dan membuka kegiatan Focus Discussion Penyusunan Strategi Promosi Penanaman Modal, yang dilaksanakan di Grand Master Resort Tomohon, Kamis (18/11/2021).

Narasumber dalam kegiatan ini adalah dari Unsur Akademisi Ibu Dr. Stany Rawung, M.E. yang di hadiri peserta dari utusan Perangkat Daerah Kota Tomohon yang terkait.

Dalam kegiatan itu Edwin Roring mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tomohon telah memiliki dokumen Rencana Umum Penanaman Modal Kota atau RUPMK tahun 2017-2025 yang telah ditetapkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwako) nomor 42 tahun 2017 tentang RUPMK Tomohon tahun 2017-2025, sebagai dasar penyusunan kebijakan terkait kegiatan penanaman modal.

Kondisi pandemi covid–19 yang terjadi saat ini mempengaruhi pergerakan ekonomi kota tomohon, dampaknya sangat signifikan dirasakan oleh masyarakat dan usaha–usaha yang ada di Kota Tomohon, terutama pariwisata dan UMKM.

Sehingga pemerintah Kota Tomohon dituntut untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal dalam menarik investasi yang sebesar–besarnya guna menggairahkan kembali perekonomian daerah melalui promosi penanaman modal yang efektif, berkesinambungan dan koordinatif.

Dalam kegiatan ini Sekot Roring menjelaskan bahwa, dengan dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan strategi promosi penanaman modal ini merupakan salah satu bentuk upaya guna penataan dan penyelarasan strategi investasi atau penanaman modal agar sesuai dengan perubahan regulasi, pemenuhan standar new-normal serta dinamisasi tatanan kesehatan.

Selanjutnya Ia mengatakan, dibutuhkan strategi khusus yang direncanakan secara matang untuk memberikan kepercayaan kepada investor maupun calon investor.

“Hal ini harus dimulai dengan menginventarisir potensi dan peluang didaerah terkait kondisi sumber daya alam, sosial, politik, budaya dan ekonomi di tingkat lokal kemudian merencanakannya secara strategis untuk pengembangan investasi di daerah, yang tentunya semua pengembangan ini akan tetap mengacuh pada pengembangan yang berwawasan lingkungan dan tetap berpedoman pada ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Roring.

Selanjutnya Ia mengatakan, penanaman modal sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang 25 tahun 2007 adalah segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia, yang diselenggarakan berdasarkan asas kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, perlakuan yang sama dan tidak membedakan asal negara, kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Adapun tujuan penyelenggaraan penanaman modal antara lain untuk,
(1) meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional;
(2) menciptakan lapangan kerja;
(3) meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional;
(4) mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan;
(5) meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan promosi penanaman modal berdasarkan peraturan badan koordinasi penanaman modal republik indonesia nomor 3 tahun 2019 adalah segala bentuk komunikasi yang digunakan untuk menginformasikan dan atau meyakinkan tentang potensi dan peluang serta iklim penanaman modal kepada pemangku kepentingan baik di dalam maupun luar negeri.

“Promosi penanaman modal di daerah harus dimulai dengan identifikasi sektor dan wilayah prioritas promosi yang mengacu pada dokumen rencana umum penanaman modal atau RUPM daerah,” ungkap Roring.

“Kami berharap dari kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tomohon ini dapat menghasilkan strategi promosi penanaman modal yang tepat, adaptif,” kuncinya. (***)

(Judy)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

Peduli Korban Kebakaran, Walikota Caroll Kunjungi Keluarga Serahkan Bantuan

23 November 2022 - 22:32 WITA

Hadiri Closing Ceremony Porprov XI, Walikota Apresiasi Capaian Atlit Kota Tomohon

21 November 2022 - 23:31 WITA

Walkot Caroll Hadiri Paripurna DPRD Dalam Rangka HUT Kabupaten Minut ke-19

21 November 2022 - 22:24 WITA

Walikota Caroll Ungkap Komitmen Permudah Izin di Tomohon

21 November 2022 - 21:53 WITA

Pemkot Tomohon Gelar Sosialisasi “Pembumian Pancasila” Tahun 2022

21 November 2022 - 19:38 WITA

Walikota Caroll: Tomohon Miliki Potensi Sumber Daya Alam Melimpah

21 November 2022 - 18:49 WITA

Trending di Tomohon