Connect with us

Sulut

Di Depan Mendagri dan Menteri PKP, Gubernur Yulius Paparkan Target Pertumbuhan Ekonomi Sulut 7,7 Persen di 2027

Published

on

Manado, inforakyatnews.com/ – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, di Aula Mapalus Kantor Gubernur, Kamis (9/4/2026).

Forum ini menjadi ajang penyelarasan arah pembangunan pusat dan daerah untuk merumuskan masa depan Bumi Nyiur Melambai.

Tahun 2027 merupakan tahun ketiga periode kepemimpinan Gubernur Yulius bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH. Pembangunan tahun tersebut mengusung tema “Percepatan Peletakan Fondasi Transformasi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”.

Musrenbang ini turut dihadiri Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait.

Kehadiran para pimpinan pusat diharapkan memperkuat sinergitas dalam mengawal proyek strategis nasional di Sulawesi Utara.

Di hadapan para Menteri, Gubernur memaparkan delapan misi utama yang menjadi komitmen pemerintah, meliputi pemberantasan KKN dan narkoba, peningkatan kualitas SDM, pembangunan ekonomi, penguatan daya saing internasional, serta ketahanan pangan, energi, dan air yang berkelanjutan.

Gubernur mengatakan, perencanaan 2027 mempertimbangkan sejumlah isu strategis, antara lain perlambatan ekonomi global, ketimpangan ekonomi antara kawasan timur dan barat Indonesia, serta mitigasi bencana. Di tingkat daerah, penataan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 menjadi perhatian utama.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menetapkan target makro yang optimis untuk 2027, yaitu:

· Pertumbuhan Ekonomi: 6,7 – 7,7 persen
· Penurunan Kemiskinan: menjadi 5,02 – 5,42 persen
· Indeks Pembangunan Manusia: nilai survei integritas KPK mencapai 80
· Lingkungan Hidup: penurunan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 61,78

Mencermati kondisi keuangan daerah, Gubernur mengungkapkan ruang fiskal diprediksi semakin terbatas akibat penurunan pendapatan dan peralihan pembiayaan dari surplus menjadi defisit pada periode 2025-2027.

“Ke depan, diperlukan langkah strategis penguatan pendapatan daerah dan peningkatan kualitas belanja yang lebih efisien dan terfokus,” tegas Gubernur.

Ia juga mendorong pemanfaatan alternatif pendanaan lain seperti dana CSR, skema KPBU, dan dana hibah untuk mendukung pembangunan.

Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan sinkronisasi program agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat secara merata.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sulut

Sintya Bojoh Resmi Pimpin PWI Sulut, Profesionalisme dan Sinergitas Jadi Agenda Kerja Utama

Published

on

Sulut, inforakyatnews.com – Peningkatkan profesionalisme serta kompetensi anggota menjadi prioritas utama kepengurusan baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua PWI Sulut Sintya Bojoh usai dilantik bersama jajaran pengurus secara resmi oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan disaksikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (purn) Yulius Selvanus SE di Ballroom Hotel Sintesa Peninsula, Manado, pada Rabu (13/5/2026).

“Salah satu program awal PWI Sulut adalah meningkatkan SDM wartawan dengan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” tegas Sintya.

Selain itu, Ia juga menyatakan akan memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan demi mendukung pembangunan daerah dan demi kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dalam sambutannya berharap kepada struktur baru di Sulawesi Utara ini kiranya mampu membawa semangat perubahan.

“Saya berharap kepengurusan baru ini mampu membawa semangat baru bagi PWI Sulut untuk menjadi organisasi yang semakin kuat, berdaulat, dan profesional,” ujar Akhmad Munir.

Pada kesempatan itu, Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers.

Menurutnya, mitra seperti PWI memiliki peran strategis. Ia juga mengingatkan tentang kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus teknologi informasi, serta berharap PWI Sulut menjadi garda terdepan dalam menyajikan informasi yang valid dan kredibel.

Selain pelantikan pengurus inti PWI Sulut, dilakukan pula pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Sulut yang diketuai oleh Ny. Pdt. Oltje A. Mamuaya.

Keseluruhan prosesi ini diharapkan menjadi momentum penting bagi peningkatan integritas dan kualitas jurnalistik di Sulawesi Utara.

Continue Reading

Sulut

Ketua Umum PWI Pusat Hadir di Manado, Siap Lantik Ketua bersama Pengurus Provinsi Periode 2026-2031

Published

on

​Manado, inforakyatnews.com – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sekaligus Dewan Pengawas LKBN Antara Akhmad Munir datang langsung ke Manado dalam rangka pelantikan Ketua dan Pengurus PWI Provinsi Sulawesi Utara.

Ketua PWI Pusat itu tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Rabu (13/5/2026). Kedatangan beliau disambut langsung dengan prosesi adat pengalungan kain tenun khas Minahasa sebagai simbol kehormatan.

​Ketua PWI Sulut terpilih, Sintya Bojoh, Ketua Dewan Kehormatan Satrin Lasama bersama Sekretaris Ardyson Kalumata, Bendahara, Wakil Sekretaris Bobby Sambeka serta Kepala LKBN Antara Biro Sulut Hence Paat tampak menjemput di pintu kedatangan.

Hadir pula wartawan senior Karel Polakitan dan Decky Maskikit bersama jajaran pengurus lainnya.

​Agenda utama kunjungan ini adalah melantik Kepengurusan PWI Sulawesi Utara periode 2026-2031 yang dipimpin oleh Sintya Bojoh.

Acara pelantikan rencananya digelar di Ballroom Hotel Sintesa Peninsula, Manado, dan akan dihadiri oleh ratusan wartawan dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

​Selain pelantikan, Ketua Umum dijadwalkan memberikan Kuliah Umum di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) untuk membahas tantangan jurnalisme modern dan peran kantor berita nasional.

​Menariknya, kunjungan kali ini membawa rombongan besar dari Pengurus Pusat sebanyak sembilan orang. Ini tercatat sebagai jumlah delegasi pusat terbesar yang pernah datang ke Sulawesi Utara dalam agenda daerah.

​Ketua Umum dijadwalkan akan berada di Sulawesi Utara selama beberapa hari ke depan untuk melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan daerah. (jud/***)

Continue Reading

Pendidikan

Sepuluh Guru Besar Dikukuhkan Unsrat, Rektor: “Ini Aset Berharga bagi Daerah”

Published

on

Manado, inforakyatnews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengukuhkan 10 guru besar dari lima fakultas dalam satu sidang senat terbuka di Auditorium Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, Kamis (7/5/2025).

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., memimpin langsung prosesi pengukuhan yang menandai penguatan kapasitas akademik perguruan tinggi tersebut.

Kesepuluh profesor yang dikukuhkan berasal dari Fakultas Teknik (Prof. Steenie E. Wallah dan Prof. Tiny Mananoma), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (Prof. Dolfie P. Pandara dan Prof. Henny L. Rampe), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Prof. Joy E. Tulung), Fakultas Pertanian (Prof. Dedie Tooy, Prof. Dantje Tarore, Prof. Betsy A. N. Pinaria, dan Prof. Leonardus R. Rengkung), serta Fakultas Hukum (Prof. Cornelis D. Massie).

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa gelar akademik tertinggi ini bukan sekadar kebanggaan individu, melainkan aset berharga bagi daerah. “Pengukuhan Guru Besar hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi kebanggaan keluarga dan Universitas Sam Ratulangi, serta masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Mengutip Ki Hadjar Dewantara, Rektor mengingatkan bahwa pendidikan adalah tempat bertumbuhnya budi pekerti dan pikiran. Seorang guru besar, menurutnya, bukan hanya ilmuwan yang bergelut dengan data, tetapi harus tampil sebagai penuntun dan teladan bagi generasi muda. Ia berpesan bahwa prosesi ini bukan garis finis, melainkan gerbang menuju tanggung jawab yang lebih besar terhadap masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulut, Jani Lukas, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa gelar guru besar menyimpan harapan agar para profesor mampu menjadi pelopor pembangunan ilmu pengetahuan, pendidik yang membentuk generasi unggul, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Dibalik gelar tersebut tersimpan harapan, agar para guru besar mampu menjadi pelopor dalam pembangunan ilmu pengetahuan, pendidik yang membentuk generasi unggul, sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat,” ujar Jani Lukas.

Gubernur berharap kontribusi para guru besar dapat memperkuat potensi daerah, menggali keunggulan lokal, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal. “Melalui kontribusi pemikiran, riset, dan inovasi dari para guru besar, kita optimis dapat mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor. Bersama-sama kita melangkah membangun daerah menuju Sulawesi Utara maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Advertisement

Trending