Connect with us

Daerah

Bupati Kumendong Bacakan Sambutan Mendikbudristek RI Di Peringatan HGN dan HUT KORPRI ke-52

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT KORPRI ke-52 tahun 2023, bertempat di Halaman Kantor Bupati Minahasa, Rabu (29/11/23).

Pada kesempatan ini, Penjabat (Pj) Bupati Minahasa, Dr Jemmy Stani Kumendong MSi, bertindak sebagai pembina upacara, membacakan sambutan Mendikbudristek, Nadiem Makarim dan Ketua Umum Korpri, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh SH MH.

“Mendikbudristek mengatakan, ruang untuk belajar dan berbagi di antara sesama guru juga kini semakin luas dengan adanya platform Merdeka Mengajar. Jutaan guru di seluruh Indonesia sekarang saling terhubung, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.

“Selanjutnya, terobosan besar kita hadirkan dengan meluncurkan Pendidikan Guru Penggerak. Program ini berbeda dari pelatihan guru yang sudah ada sebelumnya, karena tujuannya untuk mendorong lahirnya generasi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang mampu memimpin perubahan nyata,” katanya.

Terakhir, kata Makarim, saat ini, sangat membahagiakan karena sudah semakin dekat untuk mencapai target satu juta guru ASN PPPK. Guna memenuhi kebutuhan guru, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

“Semua ini membuat saya percaya bahwa Hari Guru Nasional tahun ini bukanlah salam perpisahan. Sebaliknya, peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah penanda kesatuan tekad kita untuk mengakselerasi kemajuan sistem pendidikan Indonesia,” ujar Makarim.

Selanjutnya, Pj Bupati Jemmy Kumendong, membacakan sambutan Ketua Umum Korpri. Dikatakan Ketum, momentum Hut ke-52, dirinya mengajak menjadikan sebagai upaya untuk meneguhkan Korpri sebagai penguat NKRI dan pelindung ASN.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Korpri dan seluruh ASN atas semua
program yang bermanfaat ke masyarakat luas. Semua program tersebut tentunya tidak akan
terlaksana dengan baik tanpa
kerja-kerja yang optimal dari seluruh ASN,” katanya.

Ketum menyebut, dari keberhasilan Indonesia melewati Pandemi Covid-19 dengan baik, sehingga dipuji khalayak internasional hingga program-program terobosan dan reformasi struktural yang telah berdampak positif ke
masyarakat luas, adalah bagian dari kerja keras para ASN. Selain itu, peran aktif para ASN
anggota Korpri dalam mengendalikan inflasi dan penanganan stunting sangatlah besar.

“Inflasi terus kita kendalikan dan stunting secara bertahap dapat kita turunkan dan insya allah
tahun 2024 sudah sesuai target dapat mencapai 14% atau bahkan kurang dari itu. Sekali lagi perkenankan saya mengapresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan pengabdian 4,4 juta para
ASN dan seluruh keluarga besar Korpri,” ucapnya.

Ketum Korpri juga menyinggung soal netralitas ASN saat menghadapi pemilu dan pilkada 2024. Dimana, dua event besar ini selalu dikaitkan dengan
netralitas ASN dan Korpri. Dan ini merupakan proses demokratisasi terbesar di dunia yang
harus disukseskan bersama.

“Saya percaya bahwa Korpri sebagai organisasi yang sudah
berkali-kali menghadapi pilpres dan pilkada, sudah sangat paham dan terlatih untuk tetap
berada dalam posisi netral dan tegak lurus dengan Negara, Pancasila dan UUD 1945,” tandasnya.

Diakhir upacara, Pj Bupati Jemmy Kumendong menyerahkan sertifikat apresiasi kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan kategori inovatif tahun 2023, yang dihadiri perwakilan Forkopimda, Sekda Dr Lynda Watania MM MSi, para asisten, kepala-kepala OPD, para guru, serta jajaran Pemkab Minahasa. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Daerah

Temu Teknis HAPSA PKB Sinode GMIM, Bupati Kumendong: Kami Siap Gelar Kegiatan Ini

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com -Penjabat Bupati Minahasa Pnt Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si selaku Ketua Umum Panitia HAPSA tahun 2024, menghadiri Ibadah dan rapat Temu Teknis HAPSA PKB Sinode GMIM bertempat di Gereja GMIM Imanuel Leilem, Sabtu (18/5/2024).

Dalam Ibadah tersebut dipimpin oleh khadim Pdt. Adolf Wenas, M.Th selaku Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama BPMS GMIM.

Kegiatan ini dihadiri, Ketua Komisi PKB sinode GMIM Pnt. Ir. Maurtis Mantiri, MM, yang merupakan walikota bitung, bersama Komisi PKB Sinode GMIM, Ketua Panitia Temu Teknis Hapsa PKB Rifky Roring, ST bersama Panitia, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, dan Peserta Kegiatan.

Pada kesempatan ini, Bupati Kumendong, menegaskan panitia pelaksana sudah tak sabar menunggu digelarnya kegiatan Hapsa PKB GMIM tahun 2024 bulan Juni di wilayah Lembean Kombi.
” Puji Tuhan hari ini merupakan rapat tehnis dan pendaftaran peserta yang akan berlomba di Hapsa PKB GMIM tahun 2024. Dan kami panitia sudah sangat siap mengelar kegiatan ini,” terang Kumendong.

Bupati memohon doa dari segenap warga GMIM agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
” Ini semua demi keagungan dan kebesaran nama Tuhan. Mari doakan panitia dan seluruh peserta agar kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar ,” ujar Bupati. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Breaking News

Pemerintah Desa Noongan 3 bersama UPT Puskesmas Cegah DBD Dengan Fogging

Published

on

Pemdes Noongan 3 bersama Tim UPT Puskesmas Cegah DBD Dengan Fogging

LANGOWAN BARAT, inforakyatnews.com – Dalam upaya memutus mata rantai pemberantasan nyamuk demam berdarah di Desa Noongan 3 dan sekitarnya, di kecamatan Langowan Barat maka Pemerintah Desa Noongan 3 bersama tim UPT Puskesmas Tumaratas melakukan Fogging di hampir semua wilayah yang ada di desa Noongan 3 dan sekitarnya, pada Sabtu, (18/5/24), sore.

Hukum Tua Desa Noongan 3, Denhart J. Walean mengatakan dengan adanya kasus yang mengarah kepada kasus DBD di desa maka Saya selaku Hukum Tua bersama perangkat desa yang ada melakukan koordinasi dengan pihak UPT Puskesmas Tumaratas untuk melakukan pencegahan melalui fogging di jam yang tepat disaat nyamuk DBD beraktifitas.

“Jadi kegiatan Fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan berkembangnya vektor nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan teknik pengasapan. Tujuan dari fogging ini adalah untuk membunuh nyamuk dan untuk memutus rantai penularan penyakit yang ditularkan oleh si nyamuk Aedes aegypti, “kata Walean. Kepada Media ini, ketika ditemui di lokasi penyemprotan, di Desa Noongan 3.

Dia pun menghimbau bagi warga untuk bekerjasama dalam memutus mata rantai nyamuk demam berdarah ini dengan rajin membersihkan lingkungan yang ada selain kita melakukan kerja bakti.

” Saya menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, dan sebaiknya mameriksa saluran air yang ada di sekitar rumah, dan jika ditemukan barang bekas yang berpotensi bisa menyebabkan tergenangnya air untuk dapat mencegah sedini mungkin agar tidak berpotensi menyebabkan berkembangnya nyamuk demam berdarah ini, “imbaunya.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Tumaratas, dr Claudya Timontiling, ketika dihubungi Media ini, mengatakan hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten Minahasa sebagai bagian dari Pemkab Minahasa.

“Oh iya, jelas kami setiap melaksanakan kegiatan fogging dikoordinasikan dengan dinas kesehatan minahasa atas hasil PE puskesmas, dan kalau fogging dilakukan berdasarkan angka kejadian kasus, kalau ada kasus ditindak lanjuti lewat kegiatan surveilance, untuk penanggulangan dengan pencegahan, tetap yang utama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga 3M Plus. Fogging kalau memenuhi kriteria fogging karena tetap untuk memutus mata rantai penularan DBD yang paling penting itu 3M plus, “ucapnya. Sembari menghimbau agar warga supaya rutin melakukan 3M plus supaya tidak ada penambahan kasus baru untuk DBD.

Adapun cara Mencegah Demam Berdarah,
Terapkan 3M. Program 3M terdiri dari menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas.

Dan Kapan waktu fogging yang baik?
Pelaksanaan fogging harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu sekitar pukul 07.00 – 10.00 dan pukul 14.00 – 17.00. Dikarenakan pada waktu itulah nyamuk Aedes aktif dan beraksi menggigit manusia.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Pemkab Minahasa Gelar Evaluasi Pencegahan dan Penanganan TPPO di Minahasa

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com –Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi seksual anak, sekaligus pengukuhan Gugus Tugas TPPO Masa Bakti 2024-2028 di Minahasa.

Diketahui kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Minahasa, dimana dalam pengukuhan Gugus tugas TPPO Masa Bakti 2024-2028 di Minahasa, dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Minahasa Dr Jemmy S Kumendong M. Si, bertempat di Hotel Yama Tondano, Kamis, (17/5/2024).

Acara ini diawali dengan laporan Plt. Kepala Dinas (Kadis) PPPA Agustivo Tumundo, SE, MSi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Asisten I Sekda Minahasa Drs. Riviva Maringka, MSi, Kepala Unit PPA Polres Minahasa, Aiptu Grafland Karading, dihadiri Asisten III Sekda Dr. Christian Vicky Tanor, MSi, para Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, Camat, dan stakeholder lainnya.

Bupati Kumendong dalam sambutannya mengatakan, TPPO dan kejahatan eksploitasi seksual anak merupakan kejahatan yang luar biasa, yang wajib dilawan oleh semua elemen masyarakat.

“Berdasarkan data yang ada TPPO dan eksploitasi seksual anak masih banyak terjadi di lingkungan sekitar kita. kepada anak dan kaum perempuan. Sehingga hal ini perlu diseriusi bersama.

“Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai agama dan etika. Untuk itu, Pemkab Minahasa berkomitmen melawan segala bentuk kejahatan TPPO dan eksploitasi seksual anak dengan segenap upaya dan sumber daya yang ada, ”ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, khusus bagi para korban perlu ada integrasi sosial, karena integrasi sosial ini sangat penting.

“Para korban perlu mendapat pendampingan dan perlindungan, serta keterampilan agar mereka bisa mandiri dan produktif, sehingga bisa kembali ke masyarakat, ”katanya.

Dalam pesannya kepada Gugus Tugas TPPO yang baru terbentuk, Dia berpesan agar segera melakukan tindakan sesuai tupoksi.

“Kepada Gugus Tugas, jangan setelah dilantik lalu mati suri dan tak berbuat apa-apa. Harus ada langkah dan upaya sesuai tupoksi yang sudah diberikan,” pesannya.

Disamping itu, lanjut dia, perlu adanya penguatan hukum apa bila ada kejadian. Jangan ada rasa kasihan terhadap pelaku dan dengan berupaya untuk melindunginya.

“Pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, penegakan hukum harus menjadi prioritas utama,” ia menambahkan.

Adapun susunan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dikukuhkan sebagai berikut:

Ketua: Asisten I Sekda Drs. Riviva Maringka, MSi, Ketua Harian Plt. Kepala Dinas PPPA Agustivo Tumundo, Sekretaris Kepala Bidang PHPPKA Dinas PPPA Dra. Christine Dowah, Pembantu Umum para Kepala Perangkat Daerah, Kabag dan Camat se-Minahasa.(*/HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending