Connect with us

Minahasa Selatan

177 PKD di Minsel Dilantik, Bawaslu Sebut Wajib Jaga Integritas dan Profesionalitas

Published

on

INFORAKYATNEWS, Minsel – Bawaslu Minsel melantik sebanyak 177 anggota PKD Pilkada 2024 yang akan bertugas dalam menjalani pengawasan tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2024. “Pelantikan 177 orang anggota PKD Pilkada 2024 ini kami laksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) Bawaslu RI Nomor: 215/HK/01.01/K1/05/2024,” ujar Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem.

Dikatakannya, sebanyak 177 anggota PKD yang dilantik tersebut akan bertugas di 17 kecamatan daerah itu. “Mereka seluruhnya adalah berasal dari 177 desa/kelurahan yang terdapat di Kabupaten Minsel, katanya.

Keintjem berharap, PKD Pilkada 2024 yang dilantik dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan tetap menjaga integritas dan profesionalitas dalam bertugas. “PKD Pilkada 2024 adalah ujung tombak kami di lapangan sehingga kami mengharapkan mereka dapat mencegah dan melakukan deteksi dini terhadap potensi pelanggaran Pilkada 2024,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 177 Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) Pilkada 2024 yang baru saja dilantik langsung bekerja guna mengawasi jalannya tahapan dan pelaksanaan Pilkada 2024. “Tidak ada lagi kata santai karena para rekan-rekan PKD langsung bekerja (action),” tegas Keintjem.

Menurut dia, dalam waktu PKD Pilkada 2024 akan mulai bekerja mengawasi tahapan pemutakhiran data pemilih Pilkada 2024. “Maka kami minta agar rekan-rekan PKD berkoordinasi dengan pihak desa setempat dan terutama kepada Panitia Penyelenggara Suara (PPS),” ujarnya. Selain itu, lanjut dia, anggota PKD juga diharapkan untuk segera mempelajari dan memahami Peraturan Bawaslu sebagai pedoman dan acuan dalam menjalankan tugas pengawasan di lapangan. “Sehingga kami minta anggota PKD untuk segera cepat berkoordinasi dan beradaptasi dalam melaksanakan tugas dan kerja pengawasan,” katanya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Berita Utama

Gerindra Sulut Nyalakan Mesin Partai, RAKERDA 2026 Resmi Dibuka, YSK: Seluruh Kader 1 Komando

Published

on

inforakyatnews.com, MANADO, 23 MEI 2026 – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Utara resmi dibuka secara meriah di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Sabtu pagi. Kegiatan bertema “Konsolidasi Kader, Penguatan Soliditas, Satukan Langkah Menuju Sulut Maju dan Sejahtera” ini dibuka langsung oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. H. Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan dihadiri lebih dari 1.000 kader dari seluruh kabupaten/kota, anggota legislatif, organisasi sayap, serta tokoh masyarakat.

Suasana penuh semangat dan kekompakan terasa sejak awal acara, ditandai dengan nyanyian Indonesia Raya, pembacaan doa, dan seruan serentak dukungan untuk kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta semangat “Satu Gerak, Satu Tujuan” untuk kemajuan Sulawesi Utara.

Dalam laporan panitia, Ketua Pelaksana Ronald Gunawan Kansil, SH, menyampaikan Rakerda ini disiapkan matang sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dua tahun terakhir, merumuskan program kerja 2026–2027, serta menyusun langkah taktis menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah. “Kami pastikan kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang menyatukan visi, memperkuat struktur, dan menyiapkan Gerindra Sulut sebagai kekuatan utama yang hadir, bekerja nyata, dan menjadi solusi bagi rakyat,” ujar Ronald.

Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada persatuan dan kehadiran hingga ke akar rumput. “Gerindra Sulut harus satu komando, satu arah. Kita tidak boleh terpecah. Segala kerja kita harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Rakerda ini titik tolak kita bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih bermanfaat bagi Sulawesi Utara,” tegas Yulius disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Sufmi Dasco Ahmad memberikan arahan penting dari pimpinan pusat. Ia mengapresiasi kekompakan dan kesiapan kader Sulut. “Gerindra adalah rumah perjuangan rakyat. Di sini kita belajar, berkumpul, dan berjuang bersama. Kehadiran saya hari ini adalah bukti perhatian besar pimpinan pusat terhadap Gerindra Sulut. Tetap rapatkan barisan, jaga soliditas, dan buktikan bahwa Gerindra mampu memimpin dan membangun daerah ini lebih maju,” pesan Dasco, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap program kerja dan langkah strategis DPD Sulut ke depan.

Pembukaan Rakerda ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto, menandai dimulainya pembahasan mendalam terkait organisasi, keuangan, kinerja fraksi, serta strategi politik hingga akhir tahun 2027. Seluruh peserta bertekad membawa pulang semangat baru dan tugas nyata untuk diterapkan di daerah masing-masing.

Continue Reading

Minahasa Selatan

Kelurahan Ranomea Jadi Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Lurah Minta Dukungan Warga

Published

on

Amurang, inforakyatnews.com – Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, terpilih sebagai salah satu lokasi pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini merupakan inisiatif strategis nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Lurah Ranomea, Novke Pongajow, membenarkan hal itu. Ia mengatakan, dari lima lokasi yang diusulkan di Minahasa Selatan, tiga di antaranya lolos seleksi, yaitu Desa Matani (Kecamatan Tumpaan), serta Kelurahan Lopana dan Kelurahan Ranomea (keduanya di Kecamatan Amurang Timur).

“Di Sulawesi Utara ada 65 lokasi yang akan dibangun program KNMP ini. Kabupaten Minsel ada tiga yang terpilih yang dinilai sebagai lokasi strategis untuk program ini, dan salah satunya di Kelurahan Ranomea,” ujar Novke saat ditemui di kantor kelurahan, Jumat (18/4/2026).

Novke menjelaskan, tim dari Kementerian KKP bersama pemangku kepentingan terkait telah melakukan peninjauan dan survei kelayakan. Pihak pertanahan (ATR/BPN) juga telah datang dan melakukan pengukuran lahan. Hasilnya, lokasi di Ranomea dinilai strategis.

Lahan yang akan digunakan seluas kurang lebih 1.200 meter persegi. Lokasi tersebut merupakan bekas reklamasi pembuatan jembatan jalan boulevard yang kemudian dimanfaatkan warga sebagai tambatan perahu secara swadaya.

Lokasi pembangunan KNMP di Kelurahan Ranomea (Tangkapan layar dari Google Earth).

Nantinya, Novke bilang, di lokasi tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas, antara lain dermaga/tambatan perahu, pabrik es, gudang beku (cold storage), tempat pelataran bongkar muat, kios perbekalan nelayan, serta fasilitas penunjang lainnya.

“Program ini merupakan program strategis nasional dari Kementerian KKP yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Tentu kami dari Pemerintah Kelurahan sangat mendukung program ini,” tegas Novke.

Ia menilai pembangunan KNMP akan menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya di Ranomea. Meski masih dalam tahap perencanaan, keputusan final mengenai implementasi fisik akan ditetapkan oleh Tim KKP RI pada 20 April 2026.

Novke mengajak seluruh masyarakat, tidak hanya warga pesisir, untuk mendukung program ini. Ia berharap terealisasinya pembangunan dalam program ini dapat meningkatkan infrastruktur dan penataan kawasan.

“Kalau ini terbangun, maka akan menjadi penggerak perekonomian di kampung. Kemudian juga akan membantu pembangunan infrastruktur serta penataannya,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan keluhan nelayan setempat mengenai akses keluar-masuk perahu yang sering terkendala sedimentasi pasir dari aliran sungai. “Jadi ada permohonan juga ke KKP, kalau boleh, dermaga itu dipindahkan ke bagian laut,” kuncinya.

Lurah Novke Pongajow (kiri) turut bersama Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menerima audiensi tim Kementerian KKP RI.

Sebelumnya, tim KKP RI telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan pada Selasa (14/4/2026). Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan koordinasi lintas sektor intensif, menyelaraskan data teknis, dan memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi.

Proses pengusulan program ini telah berjalan sejak penyampaian usulan melalui kanal resmi KKP pada 17 Oktober 2025. Hasil survei akan dibahas dalam rapat pleno KKP pada 20 April 2026 untuk menentukan langkah implementasi fisik.

Untuk diketahui, Kampung Nelayan Merah Putih adalah program prioritas KKP RI yang bertujuan mentransformasi desa pesisir menjadi kawasan modern, produktif, dan sejahtera. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur perikanan terintegrasi, sarana produksi, dan penguatan kelembagaan koperasi dengan target 1.100 unit secara nasional.

Koperasi KNMP dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lembaga ekonomi produktif. Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kedaulatan pangan. (jud)

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Advertisement

Trending