Connect with us

Tomohon

217 ASN PPPK Pemkot Tomohon Terima SK, Begini Pesan Walikota Caroll Senduk

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Sebagai ASN, kita harus tanamkan dalam diri kita masing – masing untuk terus melayani dan bukan untuk dilayani. Jadilah panutan di masyarakat dan bekerjalah dengan hati agar setiap kita boleh menghadirkan sukacita dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.

Hal ini dikatakan Walikota Tomohon Caroll Senduk SH, saat acara Penandatanganan Perjanjian Kerja serta Penyerahan SK PPPK, bertempat di Lantai 3 Mall Pelayanan Publik, Rabu (12/6/2024).

“Perlu diingatkan juga, kepada kita sekalian untuk tetap menjunjung tinggi loyalitas dan kejujuran sebagai ASN karena hal ini yang menjadikan kita karakter sebagai umat yang percaya kepada Tuhan. Selaku pimpinan juga kami turut berbangga akan keberhasilan bapak ibu menjadi ASN lewat formasi-formasi yang pemerintah Kota Tomohon upayakan ke Pemerintah Pusat beberapa waktu yang lalu,” pesan Walikota.

Lanjut Walikota, terdapat 13 poin dalam perjanjian kerja ini yang harus diperhatikan dan ditekuni yaitu : Masa perjanjian, tugas pekerjaan, target kinerja, jam kerja, disiplin, gaji, tunjangan, pengembangan kompetensi, cuti, penghargaan, perlindungan, PHK, dan penyelesaian perselisihan.

Dalam kesempatan ini Walikota secara Langsung menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sekaligus menyerahkan SK PPPK kepada seluruh peserta PPPK. Diketahui Jumlah Peserta PPPK 217, terdiri dari Tenaga Teknis 114, Tenaga Pendidik / Guru 66 dan Tenaga Kesehatan 37. (***)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Berita Utama

DPC GERINDRA TOMOHON: Dukung Penuh Hasil RAKERDA, Satu Komando Dan Siap Bergerak Untuk Kemajuan Sulawesi Utara.

Published

on

inforakyatnews.comMANADO, 23 MEI 2026 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tomohon menyampaikan laporan dan pandangan resmi dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara yang berlangsung kemarin, Sabtu (23/5) di Hotel Four Points by Sheraton Manado. Mewakili seluruh pengurus dan kader di kota bunga, DPC Tomohon menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh keputusan, arahan, dan program kerja yang disepakati, serta berkomitmen menjaga soliditas dan satu komando di bawah kepemimpinan DPD Sulut .

Dalam pemaparan laporannya, perwakilan DPC Gerindra Tomohon menyambut baik dan menerima sepenuhnya laporan kinerja organisasi, keuangan, serta perjuangan Fraksi DPRD Sulut periode 2025–2026. Laporan yang disampaikan dinilai jelas, transparan, dan menjadi dasar kuat bagi langkah kerja seluruh jajaran ke depan.

Khusus terkait arahan penting yang disampaikan langsung Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Prof. Dr. H. Sufmi Dasco Ahmad, DPC Tomohon menegaskan kepatuhan mutlak. “Amanat Ketua Umum Bapak Prabowo Subianto dan instruksi pimpinan pusat adalah perintah kami. Kami wajib setia, dukung, dan kawal penuh kepemimpinan Bapak Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE demi kemajuan seluruh Sulawesi Utara. Prinsip Satu Komando, Satu Arah, Tidak Terpecah adalah pedoman utama kami bekerja,” tegas perwakilan DPC Tomohon di hadapan forum .

Sejalan dengan arahan Ketua DPD Sulut, DPC Tomohon juga menyampaikan komitmen untuk mewujudkan semangat “Gerindra hadir, kerja nyata, dan menjadi solusi bagi rakyat” hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Berdasarkan pengalaman di lapangan, disampaikan pula masukan konkret agar program kerja 2026–2027 lebih efektif:

  • Meminta pembinaan rutin, materi seragam, dan kunjungan langsung tim DPD untuk memperkuat kaderisasi, terutama melibatkan kaum muda dan perempuan;
  • Memperkuat jalur komunikasi dan koordinasi rutin agar arahan cepat sampai, serta mendorong peran nyata organisasi sayap di Tomohon;
  • Membutuhkan panduan baku administrasi dan keuangan, serta dukungan operasional agar program sosial dan pembinaan berjalan lancar;
  • Segera memulai pemetaan kekuatan dan persiapan matang menghadapi agenda politik dan Pilkada, dengan satu tujuan kemenangan bersama;
  • Siap bersinergi penuh dengan pemerintah provinsi mengawal pembangunan jalan, air bersih, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kerakyatan khas Tomohon.

Di akhir laporan, DPC Gerindra Tomohon menyatakan sikap resmi: “Kami sepakat, mendukung penuh, dan berkomitmen tegas menjaga persatuan. Tidak ada pembagian, tidak ada perpecahan. Kami rapatkan barisan, kuatkan organisasi, dan siap menjalankan seluruh instruksi DPD dengan disiplin dan kerja keras demi Sulawesi Utara yang maju, aman, dan sejahtera.”

Laporan ini menjadi bukti nyata kekompakan dan kesiapan Gerindra Tomohon untuk bergerak seirama dengan seluruh jajaran se-Sulawesi Utara, mewujudkan tema Rakerda: “Konsolidasi Kader, Penguatan Soliditas, Satukan Langkah Menuju Sulut Maju dan Sejahtera”.

Continue Reading

Berita Utama

Gerindra Sulut Nyalakan Mesin Partai, RAKERDA 2026 Resmi Dibuka, YSK: Seluruh Kader 1 Komando

Published

on

inforakyatnews.com, MANADO, 23 MEI 2026 – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Utara resmi dibuka secara meriah di Hotel Four Points by Sheraton Manado, Sabtu pagi. Kegiatan bertema “Konsolidasi Kader, Penguatan Soliditas, Satukan Langkah Menuju Sulut Maju dan Sejahtera” ini dibuka langsung oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. H. Sufmi Dasco Ahmad, didampingi Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, dan dihadiri lebih dari 1.000 kader dari seluruh kabupaten/kota, anggota legislatif, organisasi sayap, serta tokoh masyarakat.

Suasana penuh semangat dan kekompakan terasa sejak awal acara, ditandai dengan nyanyian Indonesia Raya, pembacaan doa, dan seruan serentak dukungan untuk kepemimpinan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, serta semangat “Satu Gerak, Satu Tujuan” untuk kemajuan Sulawesi Utara.

Dalam laporan panitia, Ketua Pelaksana Ronald Gunawan Kansil, SH, menyampaikan Rakerda ini disiapkan matang sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja dua tahun terakhir, merumuskan program kerja 2026–2027, serta menyusun langkah taktis menghadapi agenda politik dan pembangunan daerah. “Kami pastikan kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tapi ajang menyatukan visi, memperkuat struktur, dan menyiapkan Gerindra Sulut sebagai kekuatan utama yang hadir, bekerja nyata, dan menjadi solusi bagi rakyat,” ujar Ronald.

Ketua DPD Gerindra Sulut, Yulius Selvanus, dalam sambutannya menegaskan bahwa kekuatan partai terletak pada persatuan dan kehadiran hingga ke akar rumput. “Gerindra Sulut harus satu komando, satu arah. Kita tidak boleh terpecah. Segala kerja kita harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah. Rakerda ini titik tolak kita bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih bermanfaat bagi Sulawesi Utara,” tegas Yulius disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Sufmi Dasco Ahmad memberikan arahan penting dari pimpinan pusat. Ia mengapresiasi kekompakan dan kesiapan kader Sulut. “Gerindra adalah rumah perjuangan rakyat. Di sini kita belajar, berkumpul, dan berjuang bersama. Kehadiran saya hari ini adalah bukti perhatian besar pimpinan pusat terhadap Gerindra Sulut. Tetap rapatkan barisan, jaga soliditas, dan buktikan bahwa Gerindra mampu memimpin dan membangun daerah ini lebih maju,” pesan Dasco, sekaligus menegaskan dukungan penuh terhadap program kerja dan langkah strategis DPD Sulut ke depan.

Pembukaan Rakerda ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan sesi foto, menandai dimulainya pembahasan mendalam terkait organisasi, keuangan, kinerja fraksi, serta strategi politik hingga akhir tahun 2027. Seluruh peserta bertekad membawa pulang semangat baru dan tugas nyata untuk diterapkan di daerah masing-masing.

Continue Reading
Advertisement

Berita lainnya

Advertisement

Trending