Connect with us

Pariwisata

Dispar Tomohon Gandeng Komunitas Anak Muda Kembangkan Pariwisata

Published

on

Inforakyatnews.com, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon terus berinovasi dalam kemajuan pariwisata yang ada, salah satunya seperti yang dilakukan di Taman Wisata Alam (TWA), dimana Dinas Pariwisata Kota Tomohon menggandeng  komunitas anak muda yang ada di Kota Tomohon untuk berperan kembangkan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pioh mengatakan kolaborasi dengan komunitas anak muda ini sebagai upaya meningkatkan minat pengunjung.

“Menggandeng komunitas anak muda merupakan strategi dalam menggairahkan sektor pariwisata. Komunita anak muda ini nantinya bakal menggelar beragam iven di TWA, sehingga diharapkan menjadi daya tarik bagi pengunjung,” sebut Masna, Jumat (18/6/2021).

Tujuannya untuk memberdayakan komunitas yang ada, singgah mereka memiliki tempat dan bisa menghasilkan uang.

Dalam iven tersebut gabungan beberapa komunitas anak muda untuk menggelar kegiatan seperti Camping Ground, Hammocking, Live Music, Talk show, Market Place, Showcash Motorcycle, Sport Tourism, Exploride, Archery, Fun Climbing, Orienteering Games dan Go Skateboarding Day.

“TWA akan menjadi tempat pelaksanaan iven-iven dari berbagai komunitas anak muda. Ada macam-macam kegiatan yang akan mereka gelar,” ujarnya.

Adapun ditambahkannya dengan adanya kegiatan-kegiatan positif tersebut bisa memberi warna tersendiri bagi TWA Tomohon 

“Kegiatan positif ini nantinya diharapkan bisa menjadi warna tersendiri di TWA,” tandasnya. 

(Aldo Kumaat)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Nasib Naas MPAB ARANNAKA UNSRIT: Dulu Garda Terdepan Selamatkan Kampus, Kini Berubah Jadi “Anak Tiri” Di Kampus Sendiri

Published

on

Dulu Garda Terdepan Kini “Anak Tiri” Dikampus Sendiri

Inforakyatnews.com – TOMOHON, 24 MEI 2026 – Sebuah kisah ironi dan kekecewaan mendalam menyelimuti perjalanan panjang salah satu organisasi mahasiswa paling bersejarah di lingkungan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon (UNSRIT), yaitu Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka. Organisasi yang namanya begitu harum, gagah, dan penuh pengorbanan ini kini bernasib naas: dulunya menjadi kekuatan utama yang berjuang mati-matian menyelamatkan keberlangsungan kampus, namun hari ini justru diperlakukan layaknya “anak tiri”, terpinggirkan, dan seolah dilupakan oleh almamaternya sendiri.

Mpab Arannaka bukan sekadar kelompok kegiatan mahasiswa biasa. Sejak tahun-tahun awal berdirinya, organisasi ini telah menjadi salah satu pilar kokoh penyokong keberadaan universitas. Sejarah panjang mencatat dengan jelas, di masa-masa kritis ketika kampus menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari masalah stabilitas, keberlangsungan operasional, hingga ancaman yang mengganggu nama baik institusi, kader-kader Arannaka lah yang turun ke lapangan. Dengan semangat, disiplin, dan pengorbanan tanpa pamrih, mereka berjuang habis-habisan, mengerahkan segala kemampuan, tenaga, pikiran, dan jaringan demi memulihkan kondisi, menjaga nama baik universitas, serta memastikan proses pendidikan dan keberlangsungan UNSRIT tetap berdiri tegak dan berjalan lancar.

Darah, keringat, dan waktu yang dikorbankan para pendiri dan anggota terdahulu menjadi pondasi tak ternilai harganya. Berkat kerja keras mereka, UNSRIT mampu melewati masa-masa sulit dan tumbuh menjadi perguruan tinggi yang kita kenal sekarang. Nama “MPAB Arannaka” pun menjadi kebanggaan tersendiri di Sulawesi Utara, dikenal luas sebagai organisasi pencinta alam yang tidak hanya tangguh di medan, tetapi juga memiliki integritas tinggi, jiwa sosial yang kuat, dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan serta dinamika kampus.

Namun, ironi semakin terasa menyakitkan belakangan ini. Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya UNSRIT, perlakuan serta perhatian pihak pimpinan kampus terhadap organisasi yang berjasa besar ini justru perlahan memudar, bahkan hilang. Dari yang dulunya menjadi kebanggaan kampus, mitra strategis, dan organisasi yang selalu didengar suaranya, kini Arannaka seolah tersisih, tidak diakui keberadaannya secara layak, dan kesulitan mendapatkan dukungan fasilitas, sarana, maupun perhatian kebijakan yang seharusnya menjadi hak mutlak organisasi kemahasiswaan besar dan bersejarah.

“Rasanya sangat miris, menyakitkan, dan sulit kami terima. Dulu, saat kampus ini sedang sulit, saat keberlangsungannya terancam, organisasi inilah yang turun tangan, berjuang, dan memastikan UNSRIT tetap ada. Kami menyelamatkan kampus ini. Tapi sekarang, saat kampus sudah besar, sudah maju, dan sudah mapan, kami justru diperlakukan seperti orang asing, seperti anak tiri yang tidak diinginkan. Tidak ada perhatian, tidak ada dukungan, bahkan ruang gerak kami seolah dibatasi dan dipersulit,” ungkap salah satu Alumni pengurus inti Mpab Arannaka dengan nada kecewa yang mendalam.

Keluhan yang disampaikan para pengurus dan anggota sangat beralasan dan nyata. Mulai dari ketiadaan fasilitas pendukung kegiatan yang layak, minimnya alokasi sarana dan prasarana, tidak adanya ruang sekretariat yang memadai, hingga ketiadaan apresiasi nyata terhadap kontribusi besar organisasi dalam menjaga lingkungan, ketertiban, dan nama baik UNSRIT. Padahal, hingga detik ini, Mpab Arannaka masih konsisten dan aktif menjalankan berbagai program strategis dan bermanfaat: mulai dari pelestarian lingkungan hidup, penanggulangan bencana alam, edukasi konservasi alam, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga menjaga citra positif universitas di berbagai kegiatan antar-perguruan tinggi maupun masyarakat luas dan aktif mendukung program pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

Para alumni dan kader yang masih aktif sangat menyayangkan kondisi ini. Mereka menilai, melupakan jasa dan sejarah perjuangan Arannaka sama artinya dengan melupakan sejarah berdirinya dan perjalanan sulit UNSRIT sendiri.

“Kami tidak menuntut kemewahan, kami tidak minta fasilitas berlebih. Kami hanya menuntut keadilan, penghargaan yang wajar, dan perlakuan setimpal dengan sejarah serta jasa besar yang sudah kami berikan demi almamater ini. Kami ingin terus berkarya, terus mengabdi, terus membawa nama baik UNSRIT ke mana pun kami pergi. Tapi bagaimana mungkin kami bisa berbuat maksimal jika kami diperlakukan tidak lebih baik dari organisasi yang baru berdiri, bahkan jauh lebih buruk lagi?” tambah perwakilan organisasi tersebut.

Kisah nasib naas Mpab Arannaka ini kini menjadi sorotan tajam di kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat Kota Tomohon dan sekitarnya. Banyak pihak berharap besar agar pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon segera membuka mata dan hati, kembali menengok sejarah panjang perjuangan, serta memberikan perlakuan yang adil, layak, dan terhormat kepada organisasi ini.

Karena bagaimanapun juga, membiarkan organisasi sebesar dan sebersejarah Arannaka terpinggirkan dan terabaikan, adalah sebuah ketidakadilan yang mencoreng sejarah dan mengabaikan salah satu pilar utama yang pernah menyelamatkan keberlangsungan kampus kebanggaan masyarakat Tomohon ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau penjelasan resmi dari pihak pimpinan Universitas Sariputra Indonesia Tomohon terkait keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh Organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Bebas Arannaka.

Continue Reading

Nasional

TIFF 2024: Dari Indonesia Timur, Potensi Seni Budaya Kampung Nawaripi Terpajang di Tomohon Expo 2024

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2024 selain sebagai salah satu Karisma Event Nusantara (KEN) atau program unggulan sebagai daya tarik wisata bagi Indonesia khusus nya Kota Tomohon. TIFF juga menjadi ajang promosi kebudayaan daerah lain.

Salah satunya peserta Tomohon Expo 2024 (Site Event TIFF) dari Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, tepatnya Kampung Nawaripi.

Menurut Rafael Taorekeayu S.A.P., M.A.P. Ketua Aliansi Pemuda Kamoro (APK) mengungkapkan sangat bangga bisa turut ambil bagian dalam TIFF kali ini (2024).

“Selaku masyarakat Provinsi Papua Tengah, khususnya Kampung Nawaripi, Kabupaten Mimika sangat bangga bisa turut ambil bagian di Event tahunan Kota Tomohon,” ungkap Rafael yang juga selaku Ketua sanggar seni dan musik merah putih kampung Nawaripi. (9/8) 2024.

Rafael juga mengungkapkan keikutsertaan Kampung Nawaripi di Tomohon Expo 2024 ini memamerkan beragam hasil dari kearifan lokal dari pada masyarakat adat dari Suku Kamoro yang ada di Kabupaten Mimika.

“Ini menjadi satu ajang mempromosikan keberagaman budaya provinsi Papua Tengah juga hasil kerajinan tangan dari masyarakat Kampung Nawaripi seperti hiasan kepala, pakaian adat juga Wemawe atau ukiran patung duduk.” kata Ketua Ketua Aliansi Pemuda Kamaro yang adalah perwakilan Anggota DPRD untuk Periode 2024-2029 Kabupaten Mimika.
Rafael Taorekeayu.

Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun yang hadir langsung menambahkan, keikut sertaan Kampung Nawaripi ini merupakan perwakilan dari pemerintah Kabupaten Mimika.

“Kami mewakili pemerintah Kabupaten Mimika dengan jumlah kru sebanyak 7 orang juga dibantu oleh adik-adik mahasiswa yang menimbah ilmu di Kota Tomohon,” tutur Kepala Kampung Norman Ditubun.

Kami sangat berterimkasih atas support dari PT Freeport dan pemerintah daerah Kabupaten Mimika.

“Terimkasih untuk Bupati Mimika Johannes Rettob S.O.S., MM., dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) atas dukungan sehingga bisa turut ambil bagian di TIFF 2024.” Tutup Norman Ditubun. (wan)

Continue Reading

Pariwisata

Diakui, TIFF Miliki “Value” Luar Biasa Bagi Bangsa Indonesia

Published

on

TOMOHON, inforakyatnews.com – Event Akbar kebanggaan dan dinanti-nantikan masyarakat Kota Bunga atau Kota Tomohon diapresiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Mentri Parekraf RI Sandiaga Uno dalam kegiatan “The Weekly Brief with Sandi Uno” (WBSU), yang di gelar oleh Biro Komunikasi Kemenparekraf RI secara live zoom menyebut Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) adalah event legendaris di Indonesia.

“Event pariwisata yang digagas Pemerintah Kota Tomohon sudah menjadi legendaris. Dimana dalam event tersebut disuguhkan parade kendaraan hias atau Tournament of Flower (ToF) serta kegiatan kuliner dan Desa Wisata.” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno sembari mengatakan kunjungannya pada tahun 2023 sangat berkesan. (29/7) 2024.

Mas Mentri (Sandiaga Uno) juga mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk datang menyaksikan TIFF 2024 yang rencananya akan di gelar pada 8-12 Agustus 2024.

“Mari sama-sama kita sukseskan TIFF 2024, Kota Tomohon yang indah pemandangan yang manjakan mata serta memiliki udara yang sejuk dan juga banyak usaha home stay. Ini tidak bisa kita lupakan,” ajak Sandiaga.

Kesempatan itu juga Event kebanggaan masyarakat Tomohon tersebut diapresiasi oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events), Vinsensius Jemadu.

“Tahun kemarin saat pembukaan di hadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, hal ini membuktikan Event TIFF mempunyai value yang luar biasa untuk bangsa Indonesia.” kata Vinsen sapaan akrabnya.

Lanjut Vinsen, TIFF juga merupakan kegiatan yang sangat menarik, seluruh Kabupaten Kota di Sulawesi Utara turut terlibat ambil bagian bahkan daerah luar Sulawesi Utara.

“Artinya ada pergerakan wisatawan Nusantara, bahkan dihadiri oleh puluhan duta besar negara asing,” ungkap Vinsen sembari berharap TIFF ini nantinya dapat bersaing dengan Tournament Of Roses di Pasadena. (wan)

Continue Reading

Trending