Tomohon
Wali Kota Harap AHF Dapat Berperan Tingkatkan Kualitas Layanan dan Pengelolaan Homestay


TOMOHON,inforakyatnews.com
Wali Kota Tomohon Caroll J A Senduk SH bersama Ketua TP-PKK Kota Tomohon drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng menghadiri Event ASEAN Homestay Forum (AHF) 2024 yang juga merupakan Side event dari Tomohon Internasional Flower Festival TIFF 2024 di RBN Wale Ma’zani Tomohon, Kamis, (8/8/2024).
Dalam moment tersebut orang nomor satu di Kota Tomohon ini mengatakan pertumbuhan usaha Homestay di Kota Tomohon saat ini semakin pesat seiring dengan lajunva pembangunan di Bidang Pariwisata.
“Pelaksanaan Event ASEAN Homestay Forum (AHF) 2024 diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan dan pengelolaan Homestay di Kota Tomohon,” kata wali kota.
Pemerintah Kota sendiri telah menetapkan Event ASEAN Homestay Forum (AHF) 2024 sebagai Side Event Tomohon International Flower Festival, dalam rangka mempromosikan potensi Pariwisata yang ada di Kota Tomohon yang didalamnya terdapat destinasi wisata yang sangat unik, menarik dan layak di kunjungi.
“Harapan kami semoga Event ini dapat berjalan lancar dan sukses serta menghasilkan hal-hal penting bagi kemajuan pariwisata khususnya Homestay baik pada tingkatan regional Asia Tenggara maupun tingkat Nasional,” harap Caroll Senduk.
Atas nama pemerintah Kota Tomohon dan masyarakat menyampaikan Selamat datang kepada para peserta ASEAN Homestay Forum (AHF) Kami juga memberikan Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus pusat Indonesia Homestay Asociation (IHSA) dan President Malaysia Homestay Association, president Malaysia Homestay Association Negeri Terengganu yang telah memprakarsai pelaksanaan event ini menjadikan Tomohon Tuan Rumah, tambah wali kota pilihan rakyat ini.
Usai memberikan sambutan wali kota didaulat membuka secara resmi Event ASEAN Homestay Forum (AHF) 2024, yang ditandai dengan pemukulan alat musik Kolintang oleh wali kota bersama Ketua TP-PKK Kota Tomohon, serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI yang diwakili oleh Adyatama Parekraf Ahli Madya Ir. Glory Hastanto M.T., Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara Hendry Kaitjili, dan Bupati Toba Provinsi Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rusti Hutapea SPd, MPd.
ikut pula hadir President Malaysia Homestay Association Dato Sahariman, Presiden Malaysia Homestay Association Negeri Terengganu Cigku Mohamad Azmi, Ketua UMUM DPP IHSA Alfie Pongoh, Ketua DPD IHSA Sulawesi Utara Yelli Walensendow, Ketua DPC IHSA Kota Tomohon Youdi Aray, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Yudhistira Siwu, SE MSi dan seluruh peserta.

Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Tomohon menyampaikan Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026. Dalam momentum ini, DPRD Kota Tomohon menekankan pentingnya sinergi antara legislatif dan eksekutif untuk terus meningkatkan mutu serta pemerataan layanan pendidikan di Kota Tomohon.
Parlementaria
Sinergi Eksekutif-Legislatif Terjaga, DPRD Tomohon Dorong Pemkot Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ

Tomohon, inforakyatnews.com – DPRD Kota Tomohon menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tomohon Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD setempat, Jumat (25/4/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Ferdinand Mono Turang, S.Sos., didampingi Wakil Ketua Donal Pondaag dan Jefri Polii, S.I.K.

Hadir pula Wali Kota Caroll J. A. Senduk, S.H., Wakil Wali Kota Sendy G. A. Rumajar, S.E., M.I.Kom., jajaran Forkopimda, seluruh anggota DPRD, serta pejabat utama Pemkot Tomohon.

Dalam rapat itu, Ketua DPRD menyampaikan bahwa LKPJ 2025 disusun berdasarkan data dan fakta pelaksanaan pembangunan selama satu tahun anggaran.
“Laporan ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua, sekaligus pedoman untuk merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

DPRD memberikan apresiasi atas capaian positif Pemkot Tomohon selama 2025, antara lain peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), perluasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, serta pengembangan program unggulan Kota Bunga.

DPRD menyampaikan lima catatan dan rekomendasi strategis:
- Infrastruktur dan Perkotaan – Percepatan pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas umum disesuaikan dengan kebutuhan, serta proses pengambilan keputusan lahan publik harus transparan dan partisipatif.
- Pengelolaan Keuangan Daerah – Realisasi anggaran harus efisien, akuntabel, dan tepat sasaran, dengan perencanaan yang realistis.
- Pelayanan Publik – Peningkatan kecepatan, kemudahan, dan kepastian layanan, termasuk perluasan digitalisasi.
- Pembangunan SDM – Peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, dan program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
- Tata Kelola Pemerintahan – Penyederhanaan birokrasi, transparansi informasi, serta penegakan peraturan secara konsisten.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Caroll Senduk menyatakan menerima seluruh rekomendasi DPRD dengan baik.
“Kami mengapresiasi kerja keras dan perhatian DPRD dalam mengkaji LKPJ ini. Rekomendasi yang disampaikan akan kami jadikan acuan utama untuk memperbaiki kinerja. Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap poin rekomendasi secara serius, terukur, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa seluruh rekomendasi akan disampaikan secara resmi kepada Pemkot Tomohon untuk ditindaklanjuti, disertai pemantauan dan evaluasi berkala. (Advertorial/RikkS)
Parlementaria
DPRD Tomohon Terima Aspirasi Warga Kayawu Soal KKMP di Lapangan Wantol, Hasilkan 4 Kesepakatan

Tomohon, inforakyatnews.com – Komisi III DPRD Kota Tomohon menggelar diskusi damai dengan 20 perwakilan Forum Peduli Masyarakat Kayawu (FPMK) terkait penolakan rencana pembangunan Gedung Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Wantol. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Komisi III DPRD, Senin (27/4/2026).

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari aksi masyarakat Kelurahan Kayawu yang keberatan jika lahan Lapangan Wantol digunakan untuk pembangunan koperasi. Warga menilai lapangan tersebut merupakan aset bersama yang telah puluhan tahun dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, keagamaan, dan sosial budaya.
Ketua Komisi III DPRD Tomohon memimpin langsung dialog, sementara perwakilan FPMK dipimpin oleh John G. Tampaty. Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan kekeluargaan.
John G. Tampaty menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan koperasi. Mereka justru mendukung upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi warga. Namun, mereka keberatan jika pembangunan dilakukan di Lapangan Wantol.
“Kami tidak menolak keberadaan koperasi, karena kami sangat mendukung upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi warga melalui lembaga yang sah dan bermanfaat. Namun, kami sangat keberatan jika gedung tersebut dibangun di lokasi Lapangan Wantol. Jika itu dilaksanakan, seluruh kegiatan penting yang telah berjalan akan terhenti dan merugikan kepentingan warga,” ujar John.
Ia juga mempertanyakan proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga telah menyiapkan usulan lokasi alternatif yang dinilai lebih sesuai dan tidak mengganggu kegiatan publik.

Ketua Komisi III DPRD Tomohon menyatakan apresiasi terhadap sikap masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap keluhan dan usulan sesuai peraturan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi sikap masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan tertib. Penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara, dan kami berkewajiban mendengarkan serta menindaklanjuti. Kami akan mempelajari dengan cermat seluruh informasi dan alasan yang disampaikan, serta mempertimbangkan usulan lokasi alternatif,” tegas Ketua Komisi III.
Ia juga berjanji akan melakukan pengecekan dan kajian lebih lanjut, termasuk memeriksa dokumen dan proses pengambilan keputusan sebelumnya.
Pertemuan itu pun menghasilkan empat kesepakatan, antara lain :
- Komisi III DPRD melakukan kajian dan verifikasi terkait rencana pembangunan KKMP di Lapangan Wantol.
- Usulan lokasi alternatif dari FPMK akan dipertimbangkan dan dikaji lebih lanjut.
- Komunikasi dan pertemuan lanjutan akan diadakan untuk membahas perkembangan permasalahan.
- Proses pengambilan keputusan terkait aset publik akan dipastikan transparan dan partisipatif.
Kedua pihak sepakat menjalin komunikasi berkelanjutan. Komisi III berjanji menyampaikan hasil kajian dan tanggapan resmi kepada masyarakat dalam waktu dekat. (RikkS)







