Connect with us

Kebudayaan

Tanggapi Penetapan Pengucapan Syukur di Bulan September, Begini Kata Pengamat Sosial-Budaya Keagamaan

Published

on

Minahasa Selatan, inforakyatnews – Hari pengucapan syukur di Sulawesi Utara, sudah dilakukan sejak lama di setiap kabupaten/kota secara bergantian selama bulan Juli hingga Oktober pada hari Minggu. Sehingga acara tersebut sudah dianggap sebagai tradisi masyarakat Sulut, khususnya bagi orang Minahasa secara umumnya, tanpa memandang denominasi Gereja maupun golongan Agama.

Baru baru ini, beredar surat edaran penetapan pelaksanaan hari Pengucapan Syukur oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) bernomor: K.0995/PPD.VII/6-2023, dengan menginstruksikan kepada warga jemaat GMIM untuk melaksanakan Pengucapan Syukur pada tanggal 10 di bulan September secara serentak.

Penetapan tanggal tersebut, menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Pengamat sosial-budaya keagamaan Dr. Denni Pinontoan, MTh juga turut menanggapinya.

Kata Akademisi Institut Agama Kristen Negeri Manado itu, Pengucapan Syukur adalah tradisi kultural keagamaan Minahasa. Itu adalah cara orang-orang Minahasa secara kultural menyatakan syukurnya kepada Yang Ilahi.

“Kalau dahulu terutama berkaitan dengan panen padi atau hasil pertanian lainnya. Sekarang tentu sudah meluas yaitu sebagai syukur atas penyertaan dan berkat Tuhan dalam banyak hal,” ujar Denni Pinontoan.

Kemudian, lanjutnya, sebagai tradisi kultural keagamaan maka yang merayakannya siapa saja orang di Tanah Minahasa. Dengan demikian, perayaannya tidak harus eksklusif satu gereja saja tapi semua orang di Tanah Minahasa yang masih menjalani tradisi itu.

Jadi, menurut Pinontoan, gereja secara kelembagaan mestinya memfasilitasi saja orang beribadah. Sementara pengaturan termasuk penetapan kapan masyarakat merayakannya itu mestinya dikembalikan sebagai hak pemerintah desa dan kecamatan, kabupaten/kota, bersama tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh lintas agama atau denominasi.

“Sekali lagi, janganlah menjadikan perayaan pangucapan syukur itu seolah-olah hanya kepunyaan satu denominasi gereja. Kembalikan perayaan pangucapan syukur sebagai tradisi kultural keagamaan sebagai wadah memperkuat hubungan kekeluargaan, kekerabatan dan solidaritas dengan saling baku pesiar antara orang-orang dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelas Tou Minahasa Selatan itu. (Jtx)

Print Friendly, PDF & Email

Budaya

Hari Raya Ketupat di Kelurahan Jawa-Tondano, Bupati Kumendong Dan Istri Bersilaturahmi Dengan Tokoh Agama Muslim

Published

on

Bupati Minahasa Jemmy S. Kumendong Dan Istri Bersilaturahmi Dengan Tokoh Agama Muslim di Kampung Jaton.

MINAHASA, inforakyatnews.com
– Momen Hari Raya Ketupat di Minahasa khususnya warga di Kelurahan kampung Jawa Tondano, menjadi tradisi seusai hari lebaran atau hari idul fitri, dimana disaat hari raya ketupat ini menjadi hari bersilaturahmi baik warga muslim begitupula warga non-muslim untuk saling bersalaman.

Tak terkecuali dengan menjalin keakraban antar umat beragama, Penjabat Bupati Minahasa Dr. Jemmy Stani kumendong, M.Si bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa, Ny. Djenneke Kumendong- Onibala, M.Si, MSA mengunjungi salah satu tokoh agama umat muslim di kediamannya, Rabu, (17/4/2024)

Kunjungan Penjabat Bupati Minahasa disambut baik tokoh agama umat muslim di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara dalam rangka Silaturahmi di hari lebaran ketupat.

Hari Raya Lebaran Ketupat tersebut adalah sebuah tradisi peringatan hari raya Idul Fitri di Indonesia. Lebaran Ketupat atau Hari Raya Ketupat biasanya dilakasakan pada hari kedelapan setelah hari raya Idul Fitri, yang artinya pada 8 Syawal ditandai dengan memakan Ketupat.

Bupati Minahasa, Jemmy Kumendong dalam kesempatannya menyampaikan selamat merayakan hari raya ketupat bagi saudara-saudara kita umat muslim yang ada di tanah minahasa.

“Semoga dimomen hari raya lebaran ketupat ini membawah berkah bagi kita semua, atas nama pemerintah kabupaten minahasa, bersama keluarga Kumendong – Onibala mengucapkan selamat merayakan hari raya lebaran ketupat tahun 2024, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Kumendong.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Toleransi Kuat, Pawai Takbiran di Langowan Raya Berjalan Aman dan Lancar

Published

on

Pawai Takbiran di Langowan Raya Berjalan Aman dan Lancar.

LANGOWANRAYA, inforakyatnews.com – Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Langowan Timur menyelenggaran Pawai takbiran dalam rangka hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah yang dilaksanakan di Taman Cita Waya. Selasa (9/4/34).

“Kali ini ditahun 2024 giliran jamaah Masjid Baiturrahman yang ditunjuk PHBI yang menjadi tuan rumah sekaligus panitia lokal pada pelaksanaan kegiatan malam takbiran setelah sebelumnya ditahun 2023 yang menjadi tuan rumah adalah jamaah masjid At- Taqwa Langowan. Kegiatan ini juga disponsori oleh kerukunan arisan HKBI At-Taqwa, Hukmul dan HKBI Baitul Ikhlas yang didalamnya terdapat jamaah umat muslim di Langowan juga dukungan dari keempat Keimamaman Masjid dan BTM di langowan raya, “ujar Sekretaris PHBI Langowan Haris Tumbol.

Kegiatan ini berjalan aman dan lancar berkat dukungan dan Sinergitas antara Pemerintah Kecamatan Langowan Timur, Polres Minahasa, Koramil, Polsek Langowan, Polsek Langowan Barat, Polsek Kawangkoan, Polsek Tompaso serta berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) yaitu GP Ansor / Banser, Pakasaan Tou Langowan, LMI, dan Panji Yosua.

“Atas nama PHBI Kecamatan Langowan mengucapkan terima kasih kepada unsur aparat penegak hukum TNI/Polri, Pemerintah Kecamatan Langowan, Saudaraku umat kristiani yang tergabung dalam Organisasi Kemasyarakatan dan ormas adat, serta semua yang terlibat didalamnya yang telah menjaga dan mengawal sehingga kegiatan dimalam takbiran ini dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan kondusif, “ujarnya.

“Haris menambahkan bahwa tingkat toleransi antar umat beragama di kecamatan Langowan Raya begitu kuat, dengan adanya rasa tali persaudaraan yang begitu tinggi antara sesama umat beragama dengan saling menghormati, saling menjaga satu dengan lainnya, ” Ungkapnya sembari terus berharap agar silaturahmi ini dapat selalu terjalin agar dalam bermasyarakat dapat menjalani kehidupan yang rukun dan damai.

Diketahui, dalam kegiatan pawai takbiran dilepas langsung oleh Camat Langowan Timur Ir. Isye Libi Supit, yang diikuti oleh Kapolsek Langowan Iptu Edi Asri, Danramil Langowan serta sejumlah Tokoh Agama.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano mengucapkan Selamat Merayakan Hari Idul Fitri 1445 H

Published

on

Gema Takbir kembali terdengar maka, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano mengucapkan Selamat Merayakan Hari Idul Fitri 1445 H

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, Yulius Paath dan Keluarga serta Segenap Keluarga Besar Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano mengucapkan Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1445 H.

Bila mulut salah berucap, mata salah menatap, kaki salah melangkah, dan diri salah bertindak, mohon dibukakan pintu maaf.

Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending