Minsel
Pimpin Dekopinda Minsel, Esther Kalangi: Semoga Menjadi Berkat Bagi Banyak Orang

Manado, inforakyatnews.com/ – Esther Kalangi resmi dilantik sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Minahasa Selatan. Pelantikan berlangsung di Graha Gubernuran, Jumat (6/3/2026),
Esther Kalangi bersama pengurus Dekopinda kabupaten/kota lain se-Sulawesi Utara dilantik langsung oleh Ketua Dekopinwil Sulut Dr. GS Vicky Lumentut dan disaksikan oleh Gubernur Sulut Yulius Selvanus serta Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Esther yang juga merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Minsel dan anggota DPRD Minsel ini berharap kepengurusan Dekopinda Minsel bisa memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Semoga kita semua yang jadi pengurus bisa bermanfaat dan menjadi berkat buat banyak orang, terutama masyarakat Minahasa Selatan,” ujarnya singkat usai pelantikan.
Ia berkomitmen mengawal program-program koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang saat ini jadi prioritas nasional. Menurutnya, koperasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga hingga ke desa-desa.

Esther juga mengapresiasi jajaran Dekopinwil Sulut yang telah melaksanakan pelantikan pengurus 15 kabupaten/kota
“Terimakasih atas kepercayaannya, kiranya kita bole saling bersinergi dan mendukung setiap program yang ada,” tambahnya.
Ke depan, ia akan mengkonsolidasikan jajaran pengurus dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten. Fokusnya pada sektor-sektor unggulan Minsel seperti pertanian, perikanan, dan UMKM.
“Kami juga akan mendukung program Gubernur terkait pengelolaan potensi lokal seperti sektor pertanian, perkebunan, dan UMKM melalui koperasi,” tambahnya.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius Selvanus Komaling menilai bahwasannya masih banyak potensi ekonomi rakyat di Sulawesi Utara yang belum dikelola optimal, mulai dari sektor pertambangan rakyat, perikanan, perkebunan, hingga pertanian. Jika dikelola melalui koperasi, potensi tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Majunya koperasi dan suksesnya koperasi ada di tangan kalian. Kalau potensi-potensi ini dikelola secara optimal, maka ekonomi Sulawesi Utara akan tumbuh dan masyarakat akan semakin sejahtera,” tegasnya.
Ia mengatakan, pelantikan ini bukan sekadar acara formalitas belaka. Ini adalah momentum penting sebagai “Gelar Pasukan” untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan yang sejati.
Koperasi harus menjadi tulang punggung dan napas ekonomi Indonesia, sekaligus benteng pertahanan utama bagi kesejahteraan seluruh rakyat Sulut di bawah kepemimpinannya.
“Saya mengajak seluruh pengurus baru yang telah dilantik untuk segera “berlari kencang” dan bekerja dengan inovasi serta cara-cara luar biasa. Tantangan ekonomi global tidak bisa kita hadapi dengan pola kerja konvensional semata,” ujar Gubernur.
Ia memastikan, pemerataan ekonomi menjangkau pelosok desa. “Melalui optimalisasi Koperasi Merah Putih di tingkat Kelurahan dan Desa, kita akan memberikan solusi konkret untuk mematahkan dominasi lintah darat dan praktik rente yang telah lama memberatkan petani, nelayan, dan penambang, pedagang pasar kita,” ungkap Gubernur
Gubernur menginstruksikan Dekopinwil dan Dekopinda untuk menjalankan pengawasan berkelanjutan, guna menjamin manajemen yang sehat dan permodalan yang kuat bagi setiap koperasi.
Ada tiga hal strategis yang harus menjadi fokus bersama ke depan:
- Modernisasi koperasi ke dalam ekosistem digital agar lebih kompetitif dan mudah diakses.
- Hilirisasi produk untuk memastikan nilai tambah dinikmati langsung oleh masyarakat desa.
- Menjaga integritas pengelolaan dana dengan prinsip transparansi yang tinggi.
“Saya menitipkan mandat penuh kepada Ketua Dekopinwil Sulut, Dr. G. S. Vicky Lumentut, untuk memimpin gerakan ini dengan komitmen yang tak tergoyahkan dan loyalitas yang utuh pada kepentingan rakyat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.
Dengan dilantiknya kepengurusan Dekopinda di kabupaten/kota, diharapkan gerakan koperasi di daerah semakin solid dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (jud)
Minahasa Selatan
Kelurahan Ranomea Jadi Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Lurah Minta Dukungan Warga

Amurang, inforakyatnews.com – Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, terpilih sebagai salah satu lokasi pembangunan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini merupakan inisiatif strategis nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Lurah Ranomea, Novke Pongajow, membenarkan hal itu. Ia mengatakan, dari lima lokasi yang diusulkan di Minahasa Selatan, tiga di antaranya lolos seleksi, yaitu Desa Matani (Kecamatan Tumpaan), serta Kelurahan Lopana dan Kelurahan Ranomea (keduanya di Kecamatan Amurang Timur).
“Di Sulawesi Utara ada 65 lokasi yang akan dibangun program KNMP ini. Kabupaten Minsel ada tiga yang terpilih yang dinilai sebagai lokasi strategis untuk program ini, dan salah satunya di Kelurahan Ranomea,” ujar Novke saat ditemui di kantor kelurahan, Jumat (18/4/2026).
Novke menjelaskan, tim dari Kementerian KKP bersama pemangku kepentingan terkait telah melakukan peninjauan dan survei kelayakan. Pihak pertanahan (ATR/BPN) juga telah datang dan melakukan pengukuran lahan. Hasilnya, lokasi di Ranomea dinilai strategis.
Lahan yang akan digunakan seluas kurang lebih 1.200 meter persegi. Lokasi tersebut merupakan bekas reklamasi pembuatan jembatan jalan boulevard yang kemudian dimanfaatkan warga sebagai tambatan perahu secara swadaya.

Nantinya, Novke bilang, di lokasi tersebut akan dibangun sejumlah fasilitas, antara lain dermaga/tambatan perahu, pabrik es, gudang beku (cold storage), tempat pelataran bongkar muat, kios perbekalan nelayan, serta fasilitas penunjang lainnya.
“Program ini merupakan program strategis nasional dari Kementerian KKP yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Tentu kami dari Pemerintah Kelurahan sangat mendukung program ini,” tegas Novke.
Ia menilai pembangunan KNMP akan menggerakkan roda perekonomian daerah, khususnya di Ranomea. Meski masih dalam tahap perencanaan, keputusan final mengenai implementasi fisik akan ditetapkan oleh Tim KKP RI pada 20 April 2026.
Novke mengajak seluruh masyarakat, tidak hanya warga pesisir, untuk mendukung program ini. Ia berharap terealisasinya pembangunan dalam program ini dapat meningkatkan infrastruktur dan penataan kawasan.
“Kalau ini terbangun, maka akan menjadi penggerak perekonomian di kampung. Kemudian juga akan membantu pembangunan infrastruktur serta penataannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan keluhan nelayan setempat mengenai akses keluar-masuk perahu yang sering terkendala sedimentasi pasir dari aliran sungai. “Jadi ada permohonan juga ke KKP, kalau boleh, dermaga itu dipindahkan ke bagian laut,” kuncinya.

Sebelumnya, tim KKP RI telah melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan pada Selasa (14/4/2026). Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan koordinasi lintas sektor intensif, menyelaraskan data teknis, dan memastikan seluruh persyaratan administratif terpenuhi.
Proses pengusulan program ini telah berjalan sejak penyampaian usulan melalui kanal resmi KKP pada 17 Oktober 2025. Hasil survei akan dibahas dalam rapat pleno KKP pada 20 April 2026 untuk menentukan langkah implementasi fisik.
Untuk diketahui, Kampung Nelayan Merah Putih adalah program prioritas KKP RI yang bertujuan mentransformasi desa pesisir menjadi kawasan modern, produktif, dan sejahtera. Program ini berfokus pada pembangunan infrastruktur perikanan terintegrasi, sarana produksi, dan penguatan kelembagaan koperasi dengan target 1.100 unit secara nasional.
Koperasi KNMP dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai lembaga ekonomi produktif. Program ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Presiden untuk pemerataan ekonomi dan peningkatan kedaulatan pangan. (jud)
Bawaslu
Keintjem : Hindari Hoaks dan Provokasidi Masa Kampanye


AMURANG, INFORAKYATNEWS.COM- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengajak para simpatisan pasangan calon (paslon) kepala daerah untuk menghindari ujaran kebencian, hoaks dan provokasi sehingga tidak menimbulkan konflik di antara paslon. “Bijak-bijak dalam menggunakan medsos. Kampanyekan visi misi dan program. Tidak perlu melempar isu-isu provokasi apalagi hoaks. Bisa menimbulkan konflik di kalangan masyarakat. Mari kita jaga situasi kondusif sampai selesai tahapan,” tegas Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem.
Ia juga mengajak agar tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama masa kampanye hingga tahapan lanjutan. “Sampai saat ini situasi kampanye di Minsel berlangsung kondusif. Situasi ini harus dijaga semua pihak,” ujarnya.

Senada diungkapkan Pimpinan Bawaslu Minsel Franny Sengkey. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Apalagi jelang debat ketiga atau debat terakhir yang akan dihelat pekan depan. Sengkey mengingatkan agar semua simpatisan menjaga ketertiban dan keamanan selama debat berlangsung, baik di lokasi debat maupun di berbagai media sosial.

Beberapa poin penting yang disampaikan Bawaslu yakni tetap tertib dalam mendukung, para simpatisan diharapkan memberikan dukungan yang positif dan konstruktif kepada pasangan calon masing-masing. Simpatisan juga diminta untuk tidak melakukan tindakan provokatif atau menyinggung simpatisan lawan yang kemudian akan memicu terjadinya gesekan. Simpatisan diminta mematuhi protokol keamanan dan memastikan semua yang hadir dalam kegiatan debat mematuhi aturan yang ditetapkan oleh panitia.
“Yang terpenting itu menjaga etika di media sosial. Para simpatisan diminta agar menghindari penyebaran berita palsu (hoaks), ujaran kebencian, dan konten provokatif yang dapat merusak suasana damai dalam tahapan pilkada,” katanya.

Selain itu, simpatisan juga diminta menjaga kedamaian. Semua pihak diimbau untuk menjaga kondusifitas dan mengedepankan sikap damai, baik selama persiapan maupun setelah pelaksanaan debat. “Imbauan ini bertujuan agar proses pilkada dapat berjalan dengan lancar, aman, dan demokratis, sesuai dengan harapan masyarakat Kabupaten Minsel ,” timpal Pimpinan Bawaslu Laode Irwandi Bulamo. (*)
Bawaslu
Liando Tegaskan Netralitas Pemdes Dalam Pemilihan 2024


Amurang, inforakyatnews.id – Bawaslu Minahasa Selatan gelar koordinasi bersama seluruh kepala desa di Kabupaten Minahasa Selatan untuk pemilihan tahun 2024.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (11/11/2024) di Hotel Sutan Raja Amurang, dibuka langsung oleh ketua Bawaslu Minsel Eva Kentjem.
Ferry Daud Liando, Dekan FISIP UNSRAT dan Dr Radian Syam yang adalah Pegiat Pemilu Nasional, dihadirkan oleh Bawaslu Minsel sebagai Narasumber dalam kegiatan ini.
Ferry Daud Liando dalam paparannya menyebutkan, dalam Pasal 71 (1) UU 10 Tahun 2016 Kepala desa atau sebutan lain lurah, dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.
Kemudian, Pasal 29 huruf (J) disebut kepala desa dilarang untuk ikut serta dan/atau terlibat dalam kampanye pemilihan umum dan/atau pemilihan kepala daerah.
Kedua Pasal ini menjadi bahasan pokok dari materi Dekan FISIP Unsrat itu.
Dalam materinya Liando menjelaskan 3 alasan mengapa Kepala Desa harus netral.
Pertama, jika kepala desa tidak netral atau berpihak kepada adalah satu pasangan calon maka salah satu asas Pilkada yaitu Keadilan akan hilang.
Kedua, kualitas pelayanan publik merupakan tugas utama kepala desa. Jika kepala desa terlibat dalam kegiatan untuk memenangkan salah satu calon maka itu akan menggangu aktivitas pelayanan publik.
“Tidak jarang juga berdampak pada pembagian bantuan sosial di desa hanya karena beda pilihan dengan kepala desa pembagian Bansos tidak diberikan,” papar Liando.
Ketiga, lanjut Liando, fungsi kepala desa yaitu sebagai pemersatu masyarakat dan mediator. Jika kepala desa memihak kepada salah satu calon maka sulit untuk meminimalisir konflik yang terjadi di masyarakat karena berbeda pilihan.
“Pelanggaran atas ketentuan atau aturan hukum oleh Kepala Desa dapat dikenali sanksi pidana,” tegas Dekan Fisip Unsrat itu. (***/ald)
Breaking News3 minggu agoWartawan Senior Sulut Dorong Perubahan di PWI, Sintya Bojoh Dinilai Sosok yang Tepat
Minahasa Selatan3 jam agoKelurahan Ranomea Jadi Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Lurah Minta Dukungan Warga
Parlementaria3 minggu agoLouis Schramm Serap Aspirasi Warga Tuminting dan Malalayang, Jalan Makam hingga Drainase Gereja Jadi Sorotan
Sulut7 hari agoPemprov Sulut Teken Kesepakatan PSEL: Bakal Sulap Sampah Menjadi Sumber Energi
- Berita Utama3 minggu ago
Mona Kloer Pimpin Paripurna Penyampaian LKPJ 2025 Wali Kota dan Program Pembentukan Perda 2026
Tomohon7 hari agoMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Pemkot Tomohon, Wali Kota Caroll: Ini Komitmen Bersama
- Sulut2 minggu ago
Jumat Agung, Gubernur Yulius Ajak Masyarakat Teladani Nilai Pengorbanan dan Kasih Tanpa Batas























