Connect with us

Daerah

Bupati ROR Sambut Pimpinan PKB PGI Di Acara Pertemuan Raya KONAS ke- XVI FK PKB PGI

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com – Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, IPU Asean Eng, selaku Ketua Komisi PKB Sinode AM Gereja-Gereja (SAG) Sulutteng, menyambut dan mengikuti Pembukaan Acara Pertemuan Raya KONAS ke- XVI FK PKB PGI, bertempat di Basecamp Tonsaru, Tondano. Rabu (6/9/23).

Kegiatan yang diawali dengan Ibadah yang Dipimpin oleh Gbl. Francky Londa, S.Th MA selaku Ketua Umum Pucuk Pimpinan, dihadiri juga, Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Pdt. Dr. Jeane M. Tulung, S.Th, M.Pd, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE selaku Ketua FK PKB PGI.

Dalam kesempatan ini, Bupati ROR mengucapkan selamat datang kepada peserta Konas XVI PKB PGI di tanah Minahasa.

“Selamat datang kepada peserta untuk mengikuti kegiatan Pertemuan Raya dan Konas XVI FK-PKB PGI selama tiga hari kedepan,semoga kegiatan,ini bisa berjalan dengan baik, dengan tuntunan Tuhan, ” ucapnya.

Usai itu, kemudian dilanjutkan dengan ibadah yang dipimpin Gbl Francky Londa MA dari KGPM, dan diikuti beberapa pujian dari peserta lokal maupun dari luar.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven O.E. Kandouw Selaku Ketua Umum Panitia KONAS ke- XVI FK PKB PGI, Pimpinan DPRD Prov. Sulut, Bupati, Wakil Bupati / Walikota, Wakil Walikota se- Sulawesi Utara, Pimpinan Instansi Vertikal, Pimpinan Agama, FKUB Prov. Sulut, Ketua PKB Denominasi Gereja Sulut, FKUB Kab. Minahasa, Peserta KONAS XVI FK-PKB PGI, dan turut pula mendampingi Bupati ROR, di antaranya, Sekretaris Daerah Kab. Minahasa Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si bersama Jajaran pejabat Pemkab Minahasa. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Temu Teknis HAPSA PKB Sinode GMIM, Bupati Kumendong: Kami Siap Gelar Kegiatan Ini

Published

on

MINAHASA,inforakyatnews.com -Penjabat Bupati Minahasa Pnt Dr. Jemmy Stani Kumendong, M.Si selaku Ketua Umum Panitia HAPSA tahun 2024, menghadiri Ibadah dan rapat Temu Teknis HAPSA PKB Sinode GMIM bertempat di Gereja GMIM Imanuel Leilem, Sabtu (18/5/2024).

Dalam Ibadah tersebut dipimpin oleh khadim Pdt. Adolf Wenas, M.Th selaku Wakil Ketua Bidang Misi dan Hubungan Kerjasama BPMS GMIM.

Kegiatan ini dihadiri, Ketua Komisi PKB sinode GMIM Pnt. Ir. Maurtis Mantiri, MM, yang merupakan walikota bitung, bersama Komisi PKB Sinode GMIM, Ketua Panitia Temu Teknis Hapsa PKB Rifky Roring, ST bersama Panitia, Jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa, dan Peserta Kegiatan.

Pada kesempatan ini, Bupati Kumendong, menegaskan panitia pelaksana sudah tak sabar menunggu digelarnya kegiatan Hapsa PKB GMIM tahun 2024 bulan Juni di wilayah Lembean Kombi.
” Puji Tuhan hari ini merupakan rapat tehnis dan pendaftaran peserta yang akan berlomba di Hapsa PKB GMIM tahun 2024. Dan kami panitia sudah sangat siap mengelar kegiatan ini,” terang Kumendong.

Bupati memohon doa dari segenap warga GMIM agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
” Ini semua demi keagungan dan kebesaran nama Tuhan. Mari doakan panitia dan seluruh peserta agar kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar ,” ujar Bupati. (HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Breaking News

Pemerintah Desa Noongan 3 bersama UPT Puskesmas Cegah DBD Dengan Fogging

Published

on

Pemdes Noongan 3 bersama Tim UPT Puskesmas Cegah DBD Dengan Fogging

LANGOWAN BARAT, inforakyatnews.com – Dalam upaya memutus mata rantai pemberantasan nyamuk demam berdarah di Desa Noongan 3 dan sekitarnya, di kecamatan Langowan Barat maka Pemerintah Desa Noongan 3 bersama tim UPT Puskesmas Tumaratas melakukan Fogging di hampir semua wilayah yang ada di desa Noongan 3 dan sekitarnya, pada Sabtu, (18/5/24), sore.

Hukum Tua Desa Noongan 3, Denhart J. Walean mengatakan dengan adanya kasus yang mengarah kepada kasus DBD di desa maka Saya selaku Hukum Tua bersama perangkat desa yang ada melakukan koordinasi dengan pihak UPT Puskesmas Tumaratas untuk melakukan pencegahan melalui fogging di jam yang tepat disaat nyamuk DBD beraktifitas.

“Jadi kegiatan Fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan berkembangnya vektor nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan teknik pengasapan. Tujuan dari fogging ini adalah untuk membunuh nyamuk dan untuk memutus rantai penularan penyakit yang ditularkan oleh si nyamuk Aedes aegypti, “kata Walean. Kepada Media ini, ketika ditemui di lokasi penyemprotan, di Desa Noongan 3.

Dia pun menghimbau bagi warga untuk bekerjasama dalam memutus mata rantai nyamuk demam berdarah ini dengan rajin membersihkan lingkungan yang ada selain kita melakukan kerja bakti.

” Saya menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, dan sebaiknya mameriksa saluran air yang ada di sekitar rumah, dan jika ditemukan barang bekas yang berpotensi bisa menyebabkan tergenangnya air untuk dapat mencegah sedini mungkin agar tidak berpotensi menyebabkan berkembangnya nyamuk demam berdarah ini, “imbaunya.

Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Tumaratas, dr Claudya Timontiling, ketika dihubungi Media ini, mengatakan hal ini dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten Minahasa sebagai bagian dari Pemkab Minahasa.

“Oh iya, jelas kami setiap melaksanakan kegiatan fogging dikoordinasikan dengan dinas kesehatan minahasa atas hasil PE puskesmas, dan kalau fogging dilakukan berdasarkan angka kejadian kasus, kalau ada kasus ditindak lanjuti lewat kegiatan surveilance, untuk penanggulangan dengan pencegahan, tetap yang utama Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga 3M Plus. Fogging kalau memenuhi kriteria fogging karena tetap untuk memutus mata rantai penularan DBD yang paling penting itu 3M plus, “ucapnya. Sembari menghimbau agar warga supaya rutin melakukan 3M plus supaya tidak ada penambahan kasus baru untuk DBD.

Adapun cara Mencegah Demam Berdarah,
Terapkan 3M. Program 3M terdiri dari menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas.

Dan Kapan waktu fogging yang baik?
Pelaksanaan fogging harus dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu sekitar pukul 07.00 – 10.00 dan pukul 14.00 – 17.00. Dikarenakan pada waktu itulah nyamuk Aedes aktif dan beraksi menggigit manusia.(HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Daerah

Pemkab Minahasa Gelar Evaluasi Pencegahan dan Penanganan TPPO di Minahasa

Published

on

MINAHASA, inforakyatnews.com –Pemerintah Kabupaten Minahasa melaksanakan Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi seksual anak, sekaligus pengukuhan Gugus Tugas TPPO Masa Bakti 2024-2028 di Minahasa.

Diketahui kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Minahasa, dimana dalam pengukuhan Gugus tugas TPPO Masa Bakti 2024-2028 di Minahasa, dikukuhkan oleh Penjabat (Pj) Bupati Minahasa Dr Jemmy S Kumendong M. Si, bertempat di Hotel Yama Tondano, Kamis, (17/5/2024).

Acara ini diawali dengan laporan Plt. Kepala Dinas (Kadis) PPPA Agustivo Tumundo, SE, MSi, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber antara lain, Asisten I Sekda Minahasa Drs. Riviva Maringka, MSi, Kepala Unit PPA Polres Minahasa, Aiptu Grafland Karading, dihadiri Asisten III Sekda Dr. Christian Vicky Tanor, MSi, para Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, Camat, dan stakeholder lainnya.

Bupati Kumendong dalam sambutannya mengatakan, TPPO dan kejahatan eksploitasi seksual anak merupakan kejahatan yang luar biasa, yang wajib dilawan oleh semua elemen masyarakat.

“Berdasarkan data yang ada TPPO dan eksploitasi seksual anak masih banyak terjadi di lingkungan sekitar kita. kepada anak dan kaum perempuan. Sehingga hal ini perlu diseriusi bersama.

“Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai agama dan etika. Untuk itu, Pemkab Minahasa berkomitmen melawan segala bentuk kejahatan TPPO dan eksploitasi seksual anak dengan segenap upaya dan sumber daya yang ada, ”ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, khusus bagi para korban perlu ada integrasi sosial, karena integrasi sosial ini sangat penting.

“Para korban perlu mendapat pendampingan dan perlindungan, serta keterampilan agar mereka bisa mandiri dan produktif, sehingga bisa kembali ke masyarakat, ”katanya.

Dalam pesannya kepada Gugus Tugas TPPO yang baru terbentuk, Dia berpesan agar segera melakukan tindakan sesuai tupoksi.

“Kepada Gugus Tugas, jangan setelah dilantik lalu mati suri dan tak berbuat apa-apa. Harus ada langkah dan upaya sesuai tupoksi yang sudah diberikan,” pesannya.

Disamping itu, lanjut dia, perlu adanya penguatan hukum apa bila ada kejadian. Jangan ada rasa kasihan terhadap pelaku dan dengan berupaya untuk melindunginya.

“Pelaku harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, penegakan hukum harus menjadi prioritas utama,” ia menambahkan.

Adapun susunan Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang yang dikukuhkan sebagai berikut:

Ketua: Asisten I Sekda Drs. Riviva Maringka, MSi, Ketua Harian Plt. Kepala Dinas PPPA Agustivo Tumundo, Sekretaris Kepala Bidang PHPPKA Dinas PPPA Dra. Christine Dowah, Pembantu Umum para Kepala Perangkat Daerah, Kabag dan Camat se-Minahasa.(*/HerS)

Print Friendly, PDF & Email
Continue Reading

Trending