Menu

Mode Gelap
Alfamart Peduli Kreativitas Anak Sejak Dini Debt Collector Dilarang Gunakan Kekerasan dalam Penagihan Hutang Konsumen Kebersamaan dalam Dialog Lintas Iman, Wujud Toleransi Beragama di Sulut KPK Buka Kelas Pemuda Anti Korupsi Tahun 2022 di Sulut Hadirkan DJ Ribka, HUT ke-8 “Good Day Club” Bakal Spektakuler

Breaking News · 2 Sep 2022 12:54 WITA ·

Oknum Polisi Polsek Kembangan Diduga Lecehkan Wartawan, Adrian Minta Kapolda Metro Jaya Turun Tangan


 Oknum Polisi Polsek Kembangan Diduga Lecehkan Wartawan, Adrian Minta Kapolda Metro Jaya Turun Tangan Perbesar

MANADO, inforakyatNews.com – Kali ini sebuah kejadian hadir dari seorang oknum Polsek Kembangan. Oknum tersebut diduga melakukan pelecehan terhadap profesi wartawan yang sedang melakukan Peliputan.

Kasus ini diketahui dalam sebuah video yang merekam tindakan oknum polisi. Ia mengucapkan sebuah kalimat yang diyakini melecehkan Profesi wartawan.

Kalimat yang dinilai melecehkan tersebut adalah “Bicara Dengan Pohon”. Ia diduga mengucapkannya langsung kepada wartawan yang meliput.

Saat diwawancarai, Oknum Polisi tersebut diduga menolak permintaan wawancara dan justru meminta Wartawan berbicara dengan pohon.

Dilansir dari VIVA.co.id Jumat (2/9/2022), Peristiwa ini terjadi di Polsek Kembangan Jakarta Barat, di Mana Seorang Wartawan hiburan atau Interteimen menanyakan terkait proses penanganan perkara KDRT kepada oknum Polisi tersebut.

Dari Video yang beredar Tampak Oknum Polisi yang bertugas di Polsek Kembangan saat di tanya malah diduga mengarahkan seorang Wartawan Perempuan yang tampak memakai jilbab hitam untuk berbicara kepada Pohon seraya masuk ke dalam sebuah ruangan.

Menyikapi Peristiwa ini, Adrianus Robert Pusungunaung, salah satu Wartawan Senior asal Sulawesi Utara (Sulut) mengaku turut prihatin.

Sosok Wartawan, Pria Kelahiran 1981 Asal Kota Tomohon, yang akrap di panggil Adrian, mengecam keras perlakuan oknum Polisi yang dinilainya sudah melecehkan Tugas Jurnalis.

Atas peristiwa tersebut, Adrian yang kini menjabat Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan Pengurus Provinsi (PWI) Persatuan Wartawan Indonesia Sulut, di Wawancarai, Jumat (2/9/2022) mendesak Kapolda Metro jaya Irjen. Pol. Dr. Drs. H. Mohammad Fadil Imran, M.Si. agar memeriksa Oknum Polisi tersebut, dan jika terbukti harus diberikan sangsi hukum yang Adil,”Ucap Adrian.

Menurut Adrian, bentuk perlindungan hukum bagi wartawan dalam menjalankan profesi sudah jelas, yaitu adanya Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia. Pasal 8 Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 mengatur secara tegas bahwa dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapatkan perlindungan hukum.

“Peristiwa ini menurut saya sangat jelas melukai harkat dan martabat sebuah profesi, terlebih yang dilecehkan adalah profesi wartawan, “Tegas Adrian, sembari berharap agar peristiwa ini jangan terulang kembali, harapnya. (**)

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Tim

Baca Lainnya

HPN 2023 Nanti JTH Dikukuhkan, Turambi Sebut Agenda Awal Ziara ke Makam Tokoh Pers

2 Februari 2023 - 21:46 WITA

Apresiasi Gerakan GMIM Menanam, SBANL: Program Apotek Dan Dapur Hidup Sehat Implementasi di Jemaat

4 November 2022 - 11:52 WITA

Kasus Dugaan Jemput Paksa “Clear”, Dihadapan Julius Laatung dan Wartawan Liputan Tomohon Kapolres Arian Minta Maaf

31 Oktober 2022 - 23:34 WITA

PWI Tomohon ‘Kecam’ Oknum Aparat Polres Tomohon Jemput Paksa Wartawan Manado Post

29 Oktober 2022 - 19:23 WITA

Bangga! Pemuda Koinonia Ranomea Raih Gold Medal di FSPG Kategori Small Choir Seri B

24 Oktober 2022 - 19:18 WITA

4 Oknum Wartawan Diduga Lakukan Pemerasan, PWI Tomohon Warning LPK-RI

24 Oktober 2022 - 10:44 WITA

Trending di Breaking News